Nonton di bioskop Jepang

Siapapun yang hobi nonton film pasti lebih menyukai nonton film di bioskop dibandingkan nonton di rumah sendiri walaupun bioskop mini di rumah dilengkapi dengan sound system bagus. Sensasi menonton! Itulah yang menyebabkannya. Sensasi nonton di bioskop tak bisa ditandingi oleh sensasi nonton di tempat lain. Tentu saja ada beberapa hal yang membuat moviegoers agak malas nonton di bioskop, misalnya penonton lain yang mengganggu konsentrasi menonton (ribut, makan minum layaknya piknik, dll), atau seperti aku disini…. harga tiket nonton mahal.

Nonton di bioskop Jepang memang lumayan mahal untuk ukuran kantong mahasiswa bokek seperti aku ini. Harga tiket senilai 1.800 Yen setara dengan harga 4-5 kali makan. Walaupun jika menggunakan kartu mahasiswa untuk mendapatkan diskon, tetap saja harga diskon 1.500 Yen masih lumayan berat di kantong. Untuk film 3D, harga tiket naik 200 Yen menjadi 2.000 Yen. Hasilnya, hanya film-film yang benar-benar “harus nonton” di bioskop saja yang kutonton. Hingga 4 tahun lebih tinggal di Jepang, baru 5 film yang pernah kutonton lewat layar bioskop, yaitu War of the World-nya Tom Cruise, Superman Return, Spider-Man 3, Dark Knight dan yang terakhir adalah Avatar-nya James Cameron. Beberapa diantaranya malah ditraktir :D

Ruang tunggu bioskop tempat aku nonton film Avatar di malam tahun baru 2010

HTM (Harga Tiket Masuk) alias harga tiket nonton di bioskop Jepang biasanya standar, walaupun beda jaringan bioskop dan beda kota. Hanya saja untuk kondisi tertentu, HTM bisa turun. Berbagai jaringan bioskop memiliki program diskon untuk para pelanggannya. Misalnya saja jaringan bioskop Toho Cinema memiliki program HTM untuk orang tua diatas 60 tahun, anak-anak hingga usia SMP, orang cacat (1.000 Yen), siswa SMU dan mahasiswa (1.500 Yen), pasangan suami-istri nonton berdua yang salah satunya berusia 50 tahun lebih (2.000 Yen/2 orang). Ada juga yang memasang tarif untuk Ladies day 1.000 Yen, Tanggal 1 untuk tiap bulan (first day) 1.000 Yen, hingga Late show (pertunjukan diatas jam 9 malam) 1.200 Yen. Beda bioskop (walau dengan merek jaringan sama), beda kota, beda pula harga khusus diskon mereka. Kalau anda ingin nonton di bioskop Jepang, anda harus pandai-pandai mencari info harga termurah bioskop terdekat di kota anda supaya bisa nonton hemat. Tiket bisa dibeli langsung atau malah bisa dipesan lewat internet dengan pembayaran kartu kredit dan tiket pesanan bisa langsung diambil lewat mesin otomatis mirip atm di bank.

Bagaimana dengan perilaku penonton? Penonton Jepang umumnya sangat sopan! terlalu sopan malah. Mereka tak pernah bikin ribut ketika nonton walaupun hanya sekedar makan popcorn dengan suara kriak kriuk berisik. Ketika film sedang menayangkan adegan serupun tak terdengar suara pekikan takjub, malah aku menganggap para penonton terlampau dingin interaksinya dengan film. Memang ada juga sih oknum penonton yang kurang ajar, tapi boleh dikatakan jarang. Saking sopannya, bahkan setelah film habis dan cast list para pemain film bergulir dilayar, mereka masih tetap duduk dengan sopan hingga film benar-benar habis, barulah setelah itu mereka bangkit dan keluar ruangan theater.

Jadwal pemutaran film

Film yang ditayangkan relatif berimbang jumlahnya antara film import dan film produksi dalam negeri (kadang film produksi lokal lebih banyak diputar). Kondisi perfilman Jepang cukup bagus di bioskop lokal, apalagi kalau bicara film animasi. Anime Jepang yang dibuat untuk konsumsi bioskop jauh lebih banyak penggemarnya dibanding film live action. Kalau ada film Jepang yang memecahkan rekor box office dalam negeri, bisa dipastikan kalau itu adalah film Anime. Untuk film impor disediakan 2 jenis tayangan film yaitu, film berbahasa asli dengan teks terjemahan (disebut Jimaku – 字幕) dan film yang didubbing (disebut fukikae – 吹き替え) dengan bahasa Jepang tanpa teks terjemahan. Menurutku, versi dubbing Jepang sangat bagus. Lagipula kalau dipikir-pikir, profesi dubber (disebut Seiyu – 声優) ramai diminati karena memiliki prospek karir bagus dan mereka sangat profesional. Bagi yang ingin nonton film impor dengan bahasa aslinya, harap perhatikan dengan seksama kalau tidak ingin kecele nonton film yang sudah di dubbing :lol:

Perhatikan tulisan AVATAR/ENGLISH (dengan jimaku) dan AVATAR/JAPANESE (dengan fukikae) untuk dua theater berbeda pemutar film AVATAR 3D.

16 thoughts on “Nonton di bioskop Jepang

  1. soal dubber itu… saya jadi ingat ketika di sana. karena sama sekali tidak mengerti bahasa jepang satu-satunya acara tipi yang bisa ditonton di tipi hotel adalah film hollywood dan lagi-lagi ternyata didubbing juga…. :(

  2. bahkan setelah film habis dan cast list para pemain film bergulir dilayar, mereka masih tetap duduk dengan sopan hingga film benar-benar habis […]

    Ah, saya suka ini! Bener2 gak ada di sini.
    *orang yang selalu nonton film sampai ending staff roll*

  3. Saking sopannya, bahkan setelah film habis dan cast list para pemain film bergulir dilayar, mereka masih tetap duduk dengan sopan hingga film benar-benar habis, barulah setelah itu mereka bangkit dan keluar ruangan theater.

    Wah, kalau prilaku begini, saya, gak musti nonton di Bioskop, saya sering banget kalau nonton Home Theater itu sampai layar benar-benar gelap di TV, atau, kalau nonton di kompie, sampai Laber pemutar DVD-nya muncul :lol:

    Gak puas aja kalau gak lihat sampai akhir. :P

    Sayangnya malah kebalikan kalo nonton di Bioskop, secara terbawa suasana lingkungan. Lucu aja kalau masih duduk sementara hampir semua penonton lain sudah bergerak keluar. :mrgrren:
    Btw, maksudnya bioskop tempat saya pernah nonton, tentu saja.

    • @itikkecil
      Padahal semua film asing di TV Jepang pakai bilingual. Tinggal ganti aja setting sound nya, keluar deh bahasa aslinya. :P

      @jensen
      situ beneran orang Papua atau turunan Jepun sih? :roll:

      @Snowie

      kalau nonton Home Theater…………

      ngiri……… Rumah mbak snowie ada home theater nya.

      Lucu aja kalau masih duduk sementara hampir semua penonton lain sudah bergerak keluar.

      Oooo…. Jadi tingkah jensen dalam bioskop memang lucu yah? :twisted:

    • Masalahnya saya ndak berani ngambil poto dalem bioskopnya walau pake ponsel (ada larangan ngambil gambar didalam pake kamera, khawatir pembajak kali). Lagian jeroannya sama aja koq, ada layar gede didepan dan kursi penonton yg empuk. Pokoknya standar bioskop lah.

  4. ngiri……… Rumah mbak snowie ada home theater nya.

    Oh, Gomen ne…
    Iee, uchi ni home theater ga arimasen desu yo. :P

    Sepertinya, jari saya kepeleset waktu ngetik. :D

    Oooo…. Jadi tingkah jensen dalam bioskop memang lucu yah? :twisted:

    *ssstttt…* jangan bilang-bilang ya. *giggling*

  5. Sensasi nonton di bioskop tak bisa ditandingi oleh sensasi nonton di tempat lain

    yap yap. biarpun udah bikin ‘replika’ home-theater murahan dikamar, sensasi ketika nonton bareng temen2 di bioskop jauh lebih nendang. mungkin layar gigantik itu juga berperan :mrgreen:

    Tentu saja ada beberapa hal yang membuat moviegoers agak malas nonton di bioskop, misalnya penonton lain yang mengganggu konsentrasi menonton (ribut, makan minum layaknya piknik, dll)

    walah… saya malah nggak pernah concern sampe ke situ. soalnya saya menikmati setiap jengkal menitnya saya berada di situ. pada saat adegan lucu pada ketawa bareng sampai membahana. yaa mungkin karena belum ada yang bertingkah keterlaluan sih :P

    • @Snowie
      iya…. sssstttt juga deh :mrgreen:

      @Kurotsuchi
      Kalau ada adegan lucu dan ketawa sih hal yang wajar. Yang keterlaluan itu misalnya, pas lagi adegan serius atau sedih, dipojokan ada yang ketawa cekikikan. :lol:

      @alfarolamablawa
      Kalau saya gak punya duit kayaknya bakalan ngedon dirumah deh. soalnya kalau mau pergi kesana juga butuh ongkos bis :)

  6. Klo saya untuk film tertentu biasanya nunggu sampai ending nya bener2 selesai sampe ke credit nya, terutama klo nonton animasi atau film yang CG nya bagus heheh..atau juga karena penasaran ama yang bikin music score..(padahal search di google juga kan bisa yaa)..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s