Berita, riset dan film bajakan

Dari Grace, aku mendapatkan link berita kompas on-line ini tentang penipuan film 2012 bajakan palsu dan setelah aku membacanya. Aku jadi merasa “kagum” terhadap penulisnya yang sangat berani memposting tulisan seperti ini di media sebesar Kompas (gak tahu apakah dimuat juga di media cetak). Lebih hebat lagi, Kompas berani memuat tulisan ini (aku juga tidak tahu apakah koran on-line juga memiliki editor untuk menyeleksi tulisan). Sebenarnya beritanya sangatlah biasa-biasa saja, malah termasuk urusan remeh yaitu hiburan nonton film lewat bajakan. Tapi masalahnya adalah si penulis ternyata menulis beritanya tanpa melakukan sedikit riset untuk memastikan kalau berita yang ditulisnya benar-benar bisa dipertanggung jawabkan keberadaannya. Aku membayangkan blogger amatiran saja kadang tidak berani memposting tulisannya tanpa memiliki sedikit pengetahuan pendukung. Memang sih banyak juga blogger pemalas gak niat ngeblog yang lebih suka copy-paste tulisan orang lain, tapi bagi blogger yang berniat menulis sendiri paling tidak melakukan riset kecil-kecilan seperti misalnya yang paling gampang cari info tambahan lewat wikipedia.

Di dalam berita tersebut, masa film 2012: Doomsday dan 2012: Supernova dibilang film 2012 palsu? Setahuku keduanya bukan film palsu. Ada istilah film mockbusters yg dibikin dgn biaya rendah dgn pasaran khusus direct to video. Jadinya film mockbusters tidak bakalan ditemukan dan ditayangkan di layar bioskop. Dari dulu sudah cukup banyak koq film mockbusters buat ‘menyaingi’ film blockbuster, contoh: The War of the Worlds nya Tom Cruise, I am Legend nya Will Smith, The Da Vinci Code nya Tom Hanks sampai Transformers juga ada. Kadang film mockbusters punya plot utama yang sama dengan film blockbuster tetapi dengan jalan cerita yang berbeda atau malah versi parodi, tentu saja dengan judul di plesetkan. Film 2012 memang film blockbuster buatan Roland Emmerick, tapi 2012: Doomsday (baca kata Doomsday dibelakang 2012) adalah film mockbusters buatan The Asylum yang dikenal sebagai produser utama film-film mockbusters, sama seperti 2012: Supernova (lagi-lagi baca kata Supernova dibelakang 2012), tapi ini film resmi. Soal pembeli bajakan yang tertipu sih, menurutku itu salahnya sendiri. Jika memang ingin nonton bajakan, kita harus pandai-pandai memilih. Aku sih termasuk penonton yang suka bajakan berkualitas original, aku paling benci nonton bajakan dengan kualitas rekaman bioskop plus kepala orang lewat. Sudah resiko bagi yang nonton bajakan untuk “berusaha lebih keras” demi mendapatkan bajakan yang berkualitas. Kalau tak mau susah, nonton aja filmnya di layar bioskop atau DVD originalnya jika sudah keluar. Mengenai penjualnya, namanya juga orang dagang, yang dipikirkan tentu saja hanya keuntungan. Mungkin saja dia tidak pernah tahu kalau ada yang namanya jenis film mockbuster ataupun mockumentary. Tapi kalau ada wartawan yang ingin menulis hal ini tak pernah tahu dan tetap nekad menulis?

Ingat! Ini hanya tulisan ringan tentang hiburan. Bagaimana jika seorang wartawan menulis berita besar dan sangat mempengaruhi pendapat massa? Menulis berita tanpa dasar pengetahuan cukup bisa menjadi bumerang, apalagi jika pihak wartawan penulis sukar diminta pertanggung jawabannya akan tulisannya. Hal ini semakin memperkuat keyakinanku, aku jauh lebih mempercayai tulisan resensi film maupun tetek bengek perfilman dari teman blogger tukang nonton filmku dari pada resensi yang ditulis koran-koran.

6 thoughts on “Berita, riset dan film bajakan

  1. wartawan pemalas?🙄 setelah baca tulisan di kompas on line itu, itu mah bukan tertipu….
    ah, tapi susah bagi saya untuk percaya media mainstream sekarang ini…. walaupun saya tetap langganan kompas di rumah.

  2. intinya mah sikap skeptic di perlukan dalam membaca berita di media massa, jangan mudah percaya meski di pajang di halaman newsweek, ataupun kompas..😎

    .
    .
    .

    ada info film yang highly recommended?🙂

  3. jadi ini intinya berita yang ditulis sama wartawan kompas ini ga berdasar ya? bahkan ga ada research sblm nulis itu? kok bisa wartawan gadungan gini masuk kompas ya.. haha😆

    salam kenal yah!

  4. wah, ngomongin soal film ya? aku serahin ke “sahabatmu” itu aja deh kalau soal film hehehe.

    tapi kalau soal bahwa kita perlu membuat “penelitian kecil2an” sebelum posting tulisan, itu kurasa sudah seharusnya begitu. kalau tidak, setidaknya malu aja kan kalau dikomplain oleh orang yg lebih menguasai hal itu.

  5. @semua
    Maksudku sih memang untuk mengingatkan penulis agar berhati-hati sebelum memposting tulisannya, paling tidak agar tidak dibantai oleh pembacanya yg skeptis. Apalagi kalau tulisannya dimuat di media massa dengan status sebagai wartawan. Apa salahnya sih susah dikit dengan riset kecil2an….😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s