Daigaku Matsuri 2009

Seperti janjiku sebelumnya, kali ini aku memuat tulisan mengenai 大学祭 – Daigaku Matsuri (kadang disebut daigakusai, karena huruf kanji matsuri bisa dibaca dengan pelafalan sai) yang berarti festival universitas.


[kiri] depan kampus; [kanan] denah kampus saat matsuri

Orang Jepang kulihat suka sekali menyelenggarakan berbagai macam festival dengan beragam tema. Sekitar bulan November biasanya para universitas di Jepang mengadakan matsuri di kampusnya masing-masing. Biasanya matsuri yang diselenggarakan mengadakan berbagai macam kegiatan untuk meramaikannya dan yang paling sering muncul adalah bazaar makanan, ajang penampilan kelompok ekstrakulikuler seperti dance group, a capella dan pentas musik yang diisi oleh band-band kampus (atau kadang juga band undangan). Tahun ini Daigaku Matsuri diadakan oleh kampusku pada tanggal 14 dan 15 November 2009. Cuaca pada hari sabtu tanggal 14 ternyata kurang bersahabat, hujan turun cukup lebat hingga siang hari. Akan tetapi setelah itu dan juga pada hari minggunya cuaca cukup cerah, walaupun angin dan cuaca dingin musim gugur lumayan membuat menggigil orang-orang dari daerah tropis seperti aku ini.



[atas] suasana matsuri; [bawah] atraksi dance group

Seperti yang Daigaku Matsuri yang diselenggarakan tahun lalu atau pun yang sudah-sudah, tema yang diusung tetap Techno Fiesta karena kampusku dikenal sebagai kampus teknik. Acaranya sendiri tak jauh beda dengan tahun lalu seperti yang pernah kutulis tahun lalu di sini. Beberapa grup penelitian mengadakan bermacam-macam percobaan menarik untuk anak-anak. Tentunya dengan tujuan agar anak-anak merasa tertarik untuk menggeluti dunia teknik di masa depan. Grup penelitianku sendiri mengadakan dua macam percobaan:

1. Percobaan pertama diberi nama slime yang dibuat dari campuran PVA (Polyvinyl Alcohol) dengan boraks dan dipadukan dengan kombinasi warna yang menarik. Tentu saja pencampuran bahan kimia dilakukan oleh anggota lab kami. Barulah setelah aman untuk dipegang dan dimain-mainkan dengan tangan, anak-anak diperbolehkan untuk membentuk slime sesuai dengan bentuk yang diinginkannya dan slime yang telah dibuat boleh dibawa pulang.

2. Percobaan kedua diberi nama Shippouyaki – 七宝焼き yang bertujuan membuat dekorasi menarik dengan menggunakan bahan gelas sebagai enamel yang ditata diatas logam. Logam yang digunakan adalah Douban – 銅版 atau lempengan tembaga. Karena koefisien penyebaran panas logam lebih tinggi daripada gelas dan akan membuat logam melengkung lebih cepat  (dan mengakibatkan enamel retak), maka perlu digunakan material tambahan dibawah lempeng tembaga sebagai buffer untuk menahan tegangan agar tembaga tidak gampang melengkung. Cukup lah basa-basi ilmu materialnya, yang penting hasil dari percobaan Shippouyaki ini bisa dinikmati oleh anak-anak yang mendekorasinya dengan tangan mereka sendiri dalam bentuk gantungan kunci.


[kiri] anak-anak mendesain shippouyaki dibantu orang tuanya; [kanan] contoh gantungan kunci hasil shippouyaki.

Bazaar makanan sendiri berlangsung seperti bazaar makanan pada hari-hari matsuri lainnya. Karena cuaca musim gugur cukup dingin (sekitar 13-15 derajat Celsius), makanan yang dijual biasanya yang hangat seperti ramen, udon, yakisoba, dan oden. Ada pula yang menjual makanan khas matsuri seperti choco banana. Mahasiswa asing juga tak ketinggalan memeriahkan matsuri dengan makanan khas negara masing-masing. Ada 4 kios mahasiswa asing yang buka yaitu China, Korea, Vietnam dan Malaysia. Jangan tanya deh kenapa mahasiswa Indonesia tidak mau ikut buka warung tenda, selain memang jumlahnya sedikit, mungkin memang sudah merasa cukup kaya dan tak perlu jualan😆


[kiri] kios makanan Malaysia; [kanan] kios makanan Vietnam

Sekedar info, kios makanan mahasiswa Malaysia menyediakan sate ayam (yang ini juga jangan ditanya, nanti bakalan ribut klaim-klaiman seperti kasus batik) sebagai hidangan khas.

Seperti juga tahun lalu, pentas musik juga menjadi pusat perhatianku. Kalau tahun lalu aku merasa puas nongkrong di depan pentas mendengarkan cover band keren yang membawakan lagu-lagu Tokyo Jihen dan Onmyouza, tahun ini kualitasnya agak menurun terutama masalah kekurangan vokalis handal. Hal yang paling terasa adalah masalah vokalis yang memiliki suara kurang bagus, baik dari segi teknik maupun memang fals dan lafal yang kurang pas (untuk lagu berbahasa inggris). Mengenai kemampuan bermain instrumen musik, kebanyakan dari mereka memiliki kemampuan diatas rata-rata. Sayangnya cover band Tokyo Jihen tahun ini yang bernama Hama Matsu Jihen kalah jauh dibandingkan pendahulunya Soko-Soko Dynamic yang tampil dipanggung tahun lalu sebagai cover band Tokyo Jihen. Satu-satunya kelebihan Hama Matsu Jihen adalah keyboardist mereka yang punya tampang kawai. Band yang paling bagus kualitasnya secara musikal mungkin Kyodai Sensei (cover band Mr. Big), lengkap dengan atraksi pakai drill buat gitar plus ngejam bareng gitaris-bassis ala ritual Gilbert-Sheehan. Sayangnya suara vokalis Kyodai sensei lumayan bikin sakit kuping, kalau saja mereka punya penyanyi dengan suara keren tentu aksi mereka lebih sempurna.



[atas] jadwal band manggung untuk 2 hari
[kiri] hama matsu jihen band; [kanan] kyodai sensei band, jamming guitarist-bassist

Selain dua cover band diatas, ada pula cover band grup terkenal lainnya seperti Jinn (Raion band) Luna Sea (dengan nama Tamu Sea band) Radwimps (undangan dari kampus Shizuoka), RHCP (dengan nama grup yang sangar, HENTAI!), Oasis (Oa-base band) dll.  Grup terbaik versiku adalah Barusu yang tampil dua kali yaitu sebagai copy band Bump of Chicken dan band yang membawakan lagu original ciptaan sendiri. Barusu band tampil cukup sempurna, baik dari segi kemampuan permainan instrumen maupun vokalis nya yang memiliki teknik vokal yang cukup bagus.


[kiri] HENTAI! band; [kanan] Barusu band

Terakhir, kampusku kedatangan pertunjukan live band GO!GO!7188 (baca: GOGO nana ichi hachi hachi) yang mengadakan pertunjukan di gedung Taishikan dalam kampus pada tanggal 14 November jam 16.00 hingga 17.00 dengan harga tiket 800 yen (murah tuh buat tiket konser live). Sayangnya aku tak sempat nonton karena kesibukan lain, padahal aku lumayan cocok dengan lagu-lagu yang mereka bawakan. Paling tidak setengah jam akhir aku bisa mendengar gratis di luar Taishikan sambil nongkrong makan sate-lontong hasil beli dari kios makanan anak Malaysia:mrgreen:

9 thoughts on “Daigaku Matsuri 2009

  1. Eh, saya tertarik dengan percobaan dari grup penelitian masbro tuh. Apa itu slime? Kok tidak ada skrinsyutnya? Trus bagaimana dengan stand2 yang lain? Pasti ada hal2 unik lain yang dipamerkan. (atau gak sempat maen2 kesana karena jaga stand?)
    Ini karena empu blog penggemar kuliner dan musisi, jadi yang diulas utamanya bazaar makanan dan para pengisi pentas nih!:mrgreen:
    dan mestinya masbro juga manggung!

    • @jensen99
      Hasil slime berbentuk gumpalan kayak permen karet setelah dikunyah yang gampang dibentuk. Sayang memang, hasil slime tak sempat diambil fotonya. maklumlah, saya tugas jaga dibagian Shippoyaki:mrgreen:
      Betul, karena kebagian tugas jaga, saya tak sempat jalan2 ke stand/lab jurusan lain. Malah tak sempat juga main ke stand ekstrakulikuler kayak klub penggemar upacara minum teh, Manga Kenkyukai, klub tukang sulap, tukang potret amatir, sampai klub penggila pesawat radio kontrol (cuma baca lewat pengumuman). Sayang sekali…😦
      O iya, difoto khan bisa diliat kalau saya sempat nonton klub dance lagi atraksi. Yang grup cowok pake topi merah tuh yg paling keren. Gaya nge-dance nya lucu banget, menggemaskan dan sangat menarik.

      Ini karena empu blog penggemar kuliner dan musisi, jadi yang diulas utamanya bazaar makanan dan para pengisi pentas nih!:mrgreen:

      Karena waktu sempit, terpaksa pilih2 yang paling menarik hati dan perut:mrgreen:

      @itikkecil
      Siapa bilang gak bisa masak? Mahasiswa (cowok maksudnya) disini banyak yg terpaksa suka masak dan biasanya keahlian masaknya tak kalah dibanding keahlian makannya.

      @zephyr
      Nasi Goreng????😯
      Bah! masak nasi goreng sama gampangnya dengan masak telor ceplok, gak level😈
      Tapi emang dulu katanya pernah buka stand jualan nasi dan mie goreng dan laku luar biasa. Mahasiswa sekarang kayaknya lebih repot nyari makanan daripada jualan makanan.😛

  2. jadi ingat acara live music di kampus saya dulu. dan acara2 serupa yang banyak stand-nya di halaman kampus. asik juga memang, apalagi klo bnyk yang jualan makanan.
    sy pernah jaga stand makanan, hampir aja makanannya abis dimakan sendiri:mrgreen:
    duh..jadi kangen suasana kuliah dulu… T_T *berencana santronin eks kampus dulu, tapi dah ketuaan kyknya*

    • @eMina
      O jelas, yang namanya acara kumpul2 memang mengasyikkan koq.

      sy pernah jaga stand makanan, hampir aja makanannya abis dimakan sendiri:mrgreen:

      Asalkan situ jg bayar seperti pembeli yg lain, kayaknya no problem👿

      duh..jadi kangen suasana kuliah dulu… T_T

      Gampang! silahkan daftar untuk lanjutin kuliah, mau S2 atau S3? Sekolah non formal bidang keahlian juga bisa koq. Kalau mau kerja, cobainnya ngelamar jadi pegawai kampus kayak jadi dosen, tata usaha, staf jurusan, satpam kampus, dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s