Siapa yang pernah menjadi Tom Hansen

Prolog: The following is a work of fiction. Any resemblance to persons living or dead is purely coincidental. Especially you D**** S********.
Bitch!

Silahkan melihat ulasan film (500) Days of Summer di blog resensi filmku.

Tulisan ini boleh dianggap sebagai curhat kenangan masa lalu akibat nonton film (500) Days of Summer yang mengetengahkan hubungan antara Tom Hansen dan seorang cewek bernama Summer. Sepertinya penulis cerita film ini sangat ingin menunjukkan kisah hidup yang nyata dan bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang terjadi pada Tom Hansen pernah dialami oleh sahabat baikku RL dan aku sendiri dengan detail yang berbeda namun garis besar ceritanya sama (tentu saja dapat mengingatkan siapa saja yang memiliki hubungan cinta, terutama yang berakhir pahit). Hal ini membuatku menyukai (500) Days of Summer karena kisah yang dibawakan dapat mengajak penontonnya masuk kedalam aura film. Komentar dan celetukan Rachel Hansen, adik perempuan Tom, ketika Tom sedang curhat cukup menggelitik. Menonton film ini memang membuka luka lama, tapi seiring dengan itu juga memperkuat jahitan penutup luka tanpa ada rasa sesal.

Rachel: “Just because she’s likes the same bizzaro crap you do, doesn’t mean she’s your soul mate”.

Yup! Kadang kita merasa bertemu dengan seorang cewek (Maaf, aku dan Tom Hansen cowok.) yang memiliki kesukaan dan kesamaan yang unik, kita cenderung berasumsi “ah… this is my soul mate whose send by the divine will and this is destiny.” Ini kisah tentang aku dan DS beberapa tahun yang lalu. Awalnya sama dengan Tom Hansen yang mengenal Summer lewat hubungan kerjaan, aku juga bekerja di perusahaan yang sama dengan DS. Lama kelamaan setelah sering ngobrol sebagai teman, aku menemukan banyak kesamaan aneh. Nenekku asli Tionghoa sehingga menyebabkan aku memiliki darah turunan China yang bercampur dengan Melayu dll, dan DS sendiri ternyata memiliki garis turunan yang sama. Neneknya asli Tionghoa yang menikah dengan kakeknya yang orang Jawa. That’s the same bizzaro crap! You want to know another bizzaro crap? we had a pet named Molly (a cat for mine, a puppy for hers) when we were kid. Soal kesamaan hobi sih sudah biasa ditemukan pada pasangan lain, dia suka nonton film, musik rock dan main gitar seperti juga aku.

Summer: “Tom, don’t go! You’re still my best friend!”

Bah! Siapa sih yang punya pendapat kalau putus hubungan cinta secara menyakitkan akan tetap memiliki hubungan sebagai “best friend”? Mungkin ya bagi pihak pemutus, tapi itu omong kosong bagi pihak yang diputus, Bullshit with big B! Sakit hati? Oh, tentu saja. Malah aku butuh waktu pulih lumayan lama (sekitar satu tahun lebih) untuk pulih total secara mental dan mencari arah tujuan hidup baru. Seperti juga Tom Hansen yang menjalani hari-harinya tanpa Summer dengan aktifitas hancur (terutama pekerjaan), aku juga mengalami hal yang sama. Malah teman baikku RL hancur kuliahnya di Bandung sampai DO gara-gara satu cewek. Putus hubungan cinta memang akhir dari dunia. Tapi harap diingat, hanya kepingan satu dunia yang berakhir dan itu berarti awal dari hubungan dengan dunia baru berikutnya.

Summer: “You weren’t wrong, Tom. You were just wrong about me.”

Siapakah yang salah? Sebenarnya bukan salah DS sendiri, aku juga ikut mengemban kesalahan yang sama. Dulu aku berpikir DS adalah pihak yang salah hingga akhirnya aku melihat celah baru dimana sebenarnya aku juga ikut bertanggung jawab terhadap keputusan DS meninggalkanku. Sekecil apapun itu, salah tetap saja salah. Sebelum akhirnya benar-benar berpisah, DS pernah berkata “Cinta tak harus saling memiliki…” Wah, kesannya romantis banget walaupun cuma omong kosong. Tapi aku mengerti kalau hubungan kami tak berlanjut hanya karena kami berdua kurang berusaha keras untuk saling memiliki satu sama lain, dan itu berarti aku juga ikut menanggung kesalahan. Aku tak akan mengucapkan kalimat orang gagal seperti diatas itu. Aku memang gagal dengan DS, dan itu berarti awal dari rentetan keberhasilanku dimasa depan. Putus secara menyakitkan ternyata bisa disikapi dengan pikiran positif, toh aku merasa jauh lebih dewasa dalam berpikir setelah putus walaupun butuh waktu untuk proses pendewasaan.

Rachel: “Better that you find this out now before you come home and find her in bed with Lars from Norway.”

Walaupun tak separah ungkapan diatas, paling tidak kita harus berpikir positif kalau hubungan tak berlajut lebih jauh berarti kita terhindar dari kemalangan dimasa depan. Kesannya memang seperti menghibur diri sendiri, tapi aku merasa hal itu tidak salah. Kalau sampai aku berjodoh dengan DS, kemungkinan besar aku tidak akan berada di Jepang dan melanjutkan studi seperti saat ini (butterfly effect). Malah aku terkungkung di dalam perusahaan yang sama hingga bertahun-tahun, kemungkinan besar hidup stagnan dan tanpa ada masa depan yang lebih baik. Aku merasa bersyukur ketika aku diterima sebagai mahasiswa di sebuah universitas di Jepang dan kalau mengingat DS saat itu, aku kembali bersyukur karena dia telah meninggalkanku. Tom Hansen juga akhirnya meninggalkan pekerjaannya sebagai greeting cards designer dan mulai aktif mencari kerja sebagai arsitek sesuai dengan minatnya. Hal terbaik dengan meninggalkan tempat yang penuh dengan kenangan serta mencari tempat, suasana dan tentu saja relasi baru untuk masa depan diri sendiri.

Epilog

Tom: “Summer! I really do hope that you’re happy”

Beberapa minggu yang lalu aku menemukan dirinya lewat pesbuk beserta foto suami dan anaknya (akibat link yang dibuat oleh friend of friend). Yang lucu, namanya muncul tanpa kata Setia sebagai bagian dari nama belakangnya yang lengkap😆 Apakah aku akan mengatakan hal yang sama seperti Tom diatas, ketika mereka berpisah diakhir film? Ataukah akan keluar kata-kata seperti di akhir prolog by calling her bitch? Sepertinya tidak keduanya, dia mau berbahagia atau menderita bukanlah urusanku. Malah aku tidak akan repot terkenang-kenang menulis panjang lebar di blog tentang hal ini kalau bukan gara-gara habis nonton film (500) Days of Summer. Well, I don’t give a damn and I really don’t care.

21 thoughts on “Siapa yang pernah menjadi Tom Hansen

  1. Pingback: (500) Days of Summer/Rab ne Bana di Jodi « どこでも馬鹿馬鹿しい話

  2. As.. astaga…😯
    *terpana*

    Bah! Siapa sih yang punya pendapat kalau putus hubungan cinta secara menyakitkan akan tetap memiliki hubungan sebagai “best friend”?

    Sepertinya saya seseorang mesti nulis tentang ini deh. Menjelaskan hal ini sama cewek seringkali butuh kesabaran dan ketekunan tingkat tinggi, dengan kemungkinan gagal -karena ceweknya ngeyel- yang cukup besar.😐

    • @jensen
      Hehehehe… ini hanya buat sample kalau film (500) Days of Summer memberikan refeksi kehidupan sehari-hari yang bisa saja terjadi pada setiap orang sekalian curhat.
      ditunggu tulisan versi situ yg saya harap bisa membuat cewek ngeyel bisa ngerti:mrgreen:

  3. salam kenal ya, saya lagi blogwalking dari blog bung gila dan ketemu link blog anda,dari postingan (500) Days of Summer saya jadi masuk kesini🙂

    teman2 cowo saya setelah menonton ini banyak yang merasa diri mereka seperti Tom, mereka membenci karakter Summer,
    but… should they? if every guy think Summer is bitch, well think again,saya melihatnya dari kacamata cewe jadi mungkin ada beberapa hal yang sedikit berbeda,

    dan saya berkesimpulan justru Tom yang terlalu naive,
    imho, sebagai cewe saya suka ngalamin ketakutan dalam diri atas hubungan yang saya jalanin, apa dia cinta saya karna saya nyambung dan punya taste yang sama? kalo saya berbeda gimana?
    dan well, di (500)DoS saya melihat hal yang selama ini saya takutkan dan well,that’s happen, yang dicintai Tom dari Summer karakterisasi Summer yang as a perfect girl dipikiran Tom (suka musik yang sama bla…bla) dan Tom suka dengan perasaan jatuh cintanya dan saat euforia jatuh cinta itu pergi, yang ada tinggal keselnya,
    mau bukti? see how fast Tom changed his mind about Summer, dan apakah dari penuturan Tom ada yang menunjukkan kalo yg dia sukai adalah pribadi Summer? no, semuanya appearance
    #Day 154, Tom says
    I love her smile. I love her hair. I love her knees. I love how she licks her lips before she talks. I love her heart-shaped birthmark on her neck. I love it when she sleeps

    #Day 322, Tom says,
    I hate her crooked teeth. I hate the way she smacks her lips. I hate her knooby knees. I hate that cockroach shape splotch on her neck

    ada juga scene yg nunjukkin gimana saat Summer cerita ttg dreamnya, suara Summer justru gak terdengar karna Tom was so busy with his mind, sementara saat Tom cerita ttg mimpinya, how he wants to became architect, Summer ngederin
    Walaupun tidak dijelaskan dalam filmnya, tetapi karakter Summer paham gimana Tom gak pernah cinta Summer apa adanya, as herself not as a girl who love The Smiths ect,
    so that’s why she can’t be with Tom, imho, justru Summer is the one who bring out what’s best in Tom dan toh Tom quited jobs and get new one itu ada hubungannya dengan Summer,
    oh well, reality bites tapi percaya ya, saat seorang cewe memutuskan hubungan, kami juga punya ketakutan2 yang mungkin gak akan dingertiin cowo
    *ih jadi curhat jugaaa ini*

    • @movietard
      wow… wow.. calm down sweaty. I never said that I hate Summer! Yeah, maybe a lot of guys (including your cowo friends) think that Summer is a bitch, but I don’t. Mau membenci Summer? with her cute smile? I won’t😛
      Lagipula, ada hal yang sudah di peringatkan oleh Summer diawal hubungan, “There is no such thing as love. It’s a fantasy.” She warned him before they started the relationship. How can I blame everything to her? maybe a lot of things but not everything🙂

      OK, pertama harus saya ingatkan, ini adalah postingan refleksi kehidupan nyata yang dihubungkan dengan secara bebas kisah (500) DoS berdasarkan sudut pandang tokoh Tom Hansen. Sebenarnya komentar anda lebih cocok ditulis di komentar blog resensi film saya karena lebih mengarah ke isi film daripada tulisan saya di blog ini, tapi berhubung komentar anda juga berbau curhat, oke deh, saya bersenang hati membalas komentar anda.:mrgreen:

      btw, lam kenal juga dari sesama tukang nonton.

      sebagai cewe saya suka ngalamin ketakutan dalam diri atas hubungan yang saya jalanin,

      Yup! cinta adalah hubungan dua pihak (mungkin lebih, jika ada pihak lain) yang harus disetujui oleh kedua belah pihak. Kalau pria berhak untuk memberi cinta, wanita juga punya hak untuk menolaknya dan begitu pula sebaliknya. Mungkin lebih baik anda membuat postingan khusus sendiri mengenai refleksi kehidupan seorang cewek setelah menonton (500) DoS lewat sudut pandang Summer.
      *kalau bisa kasih tahu saya supaya bisa baca….*

      yang dicintai Tom dari Summer karakterisasi Summer yang as a perfect girl dipikiran Tom

      Wow… Apakah anda pernah menyukai seorang pria karena sisi jeleknya? Kita ini manusia mbak. Apakah mbak akan langsung tertarik dengan seorang pria bertampang mirip Mandra, terlihat jorok dan penggemar Pance Podaag? padahal disebelahnya ada pria keren bertampang mirip Tom Cruise penyuka Radiohead dan Oasis. Manusia manapun pada awalnya akan mendambakan seseorang yang perfect sebagai pasangannya, siapa sih yang tak ingin punya pasangan sempurna? Masalahnya manusia itu tak ada yg sempurna! Banyak hubungan jadi naik turun setelah masing2 pasangan melihat belang partnernya yang tak semulus perkiraan awal. Tapi itulah manusia! Kalau perbedaan bisa diatasi satu sama lain, hubungan akan menjadi lebih harmonis. Kalau tidak, yah…. tamat.
      Hal yang wajar jika Tom berharap agar Summer menjadi cewe ideal idamannya. Tetapi setelah terjadi friksi diantara mereka berdua, kedua tidak berusaha untuk saling memahami dan mengerti perbedaan yang ada.
      Tom? Dia sering komplain kepada Summer sometimes with childish act.
      Summer? Begitu dia melihat Tom beda pendapat dengannya, Summer memilih untuk pergi begitu saja tanpa memberikan kesempatan kepada hubungan mereka untuk menjadi lebih baik. Tingkah Summer ini memang terlihat egois, tapi dia khan sudah memberi peringatan (ingat konsep awal tentang hubungan cinta yang telah diingatkan Summer pada Tom). dan apakah wajar bila Tom yang merasa ditinggalkan begitu saja akan mengenang hal yang indah tentang Summer? Maaf mbak, Tom adalah perwakilan manusia, bukan dewa, bukan pula superman.
      Apakah seorang cewe yang ditinggal hamil cowonya tanpa mau menikahinya akan terus mengenang hal manis tentang cowo sialan itu? Adalah wajar bagi si cewe hanya mengenang cowo tak bertanggung jawab itu sebagai bajingan. This is a real world, honey. I never think an utopia world exist.

      see how fast Tom changed his mind about Summer,…

      O ya? 322-154 = 168 hari. Bisakah anda memprediksi berapa kecepatan berubahnya pikiran dan pendapat seorang manusia? Jangankan 24 minggu, kadang seseorang yang bilang “She is a Lady!” lalu dalam hitungan detik dia bisa saja bilang “She is a bitch!” dengan sudut pandang berbeda. Kesimpulannya: Tom terlampau lelet dalam mengubah pandangannya🙂

      Summer cerita ttg dreamnya, suara Summer justru gak terdengar karna Tom was so busy with his mind,

      Adegan di ranjang yg menceritakan mimpi Summer yang diakhiri dengan kalimat I never told anybody that before?
      Nonton lagi deh mbak, jelas2 disitu suara yang lewat adalah cerita naratornya bukan Tom sibuk dengan pikirannya sendiri. Seperti kata narator ceritanya ,”As he listened, Tom began to realize… bla.. bla…” Kalau benar Tom gak dengerin, Tom tidak akan menjawab cerita Summer dengan, “I guess I’m not just anybody.”
      Karena Tom tahu dan mendengar, Summer tidak hanya bercerita hal yang biasa melainkan mimpi2nya yang pribadi.

      Summer is the one who bring out what’s best in Tom… Tom quited jobs and get new one itu ada hubungannya dengan Summer

      Somebody needs a trigger to choose a different path of life. Summer did it to Tom, but even she didn’t, I think Tom will find another trigger. Cause live always continue in the same path with or without intervention from one creature.
      Setiap perjalanan hidup itu ada maknanya. Memang benar yang mbak bilang kalau Tom naif di awal kisah, tapi seiring dengan berjalanannya hubungan Tom dengan Summer, Tom akhirnya belajar tentang hidup, belajar menjadi dewasa. Seperti yang saya tulis di blog review saya “film ini memang bukan cerita cinta melainkan lebih ke arah perjalanan dan proses pendewasaan dari seorang Tom Hansen lewat hubungannya dengan Summer”
      Dan apakah hanya Tom saja yang memetik manfaat dari hubungannya dengan Summer? Kalau anda perhatikan isi film dengan seksama, Summer juga belajar tentang hidup dan cinta dari sosok naif Tom, dan hal ini juga merubah prinsip hidup Summer. Jika Summer tak bertemu Tom, Summer tak akan pernah memutuskan untuk menikah bukan?

      saat seorang cewe memutuskan hubungan, kami juga punya ketakutan2 yang mungkin gak akan dingertiin cowo

      :mrgreen:
      Percayalah kalau cowok juga sadar akan hal itu. Apakah anda tidak pernah mendengar kata pepatah “Lebih gampang menebak dalamnya laut daripada menebak isi hati wanita”😆
      *gak tau nih siapa yg dulu bikin ungkapan ini*

      NB. Saya menulis ini bukan karena untuk menyudutkan cewe koq. Saya bukan mysogyny, saya hanya mencoba merefleksikan kalau apa saja reaksi Tom Hansen dalam film adalah hal yang manusiawi dan bisa terjadi pada siapa saja (wanita dan pria).

      • wow, thanks for the reply bung,
        berasa membaca essay baru…
        thanks for your explanation
        pertama, memang agak bingung sempet mau komen di review anda atau disini, jadi maaf kalo sedikit mengganggu kenyamanannya ya

        Benar setiap orang punya mimpi untuk mendapatkan seseorang yang perfect dan dalam (500)DoS, anda pasti tahu bahwa Summer memang seorang perempuan cantik yang disukai banyak laki2 (ingat scene2 yg menarasikan gimana perusahaan2 increasing their gross setelah menghire Summer)
        dan maaf, di sisi lain, anda pasti sadar bahwa Tom adalah ordinary boy yang (maaf) he doesn’t Chris Pine’s face or Butlet six packs abs
        tapi toh mereka berdua saling suka kan? padahal tentu saja, Summer dapat memilih seorang Tom Cruise dibandingkan Mandra

        jadi disini terlihat bahwa ada perbedaan pandangan ttg definisi pasangan ideal bagi Summer dan Tom, yang menunjukkan setidaknya Summer lebih bisa menerima Tom apa adanya

        Summer memang egois, saya ingat beberapa kali ia menyatakan tidak mau hubungan yang lebih tetapi saat dia datang ke apartement Tom hujan2an, anda tahu bahwa sebagian dari diri Summer telah berdamai dengan ketidakpercayaannya itu

        Tom terlampau lelet dalam mengubah pandangannya??
        saya justru merasa, well udah ditulis sih, terlalu cepat. Anda tahu, jika anda merasa seseorang itu The One, saya rasa waktu beberapa bulan rasanya belum cukup,
        tetapi mungkin disisi lain, saya juga melihat kesebalan Tom dengan Summer mungkin karna besarnya dia suka Summer ya, sepertinya kita harus bertanya pada Marc Webb nih.lol

        Tentang masalah tom yang gak ngedengerin, duh, saya belum punya dvdnya dan waktu itu nontonya kan dibig screen,nanti deh kalo uda keluar DVDnya akan saya cari….
        tetapi, saya pernah baca dalam sebuah interview, Joseph Gordon Levitt juga menyuarakan hal yang sama,

        “Gordon-Levitt: Yeah. I think it’s kind of selfish. There’s a great scene where Summer is telling him her dreams, but the narrator talks over the whole thing, which I think is really great because it represents what is wrong with Tom and what he has to grow out of, this sort of childish selfishness. He’s not really listening to her talk about the dream; he’s too busy congratulating himself on the fact that she’s telling him a dream.”
        from http://www.hollywoodreporter.com/hr/content_display/features/interviews_profiles/e3i8a9b19a7752dca157e46f99d0d046778

        above all, saya setuju sekali dengan tulisan anda kok, (500)DoS adalah cerita mengenai proses pendewasaan Tom dan Summer, mereka bertemu saling berbagi dan belajar and then, anda tahu bagaimanapun, musim panas tidak akan everlasting
        Saya ngerti kok anda bukan seorang mysogyny, saya yg harusnya minta maaf karna dipostingan pertama tampak terlalu keras,hehehe…

        oke itu aja sharenya, makasi atas masukannya mengenao film ini, Marc Webb pasti akan senang sekali melihat kita2 disini meributkan karakter2 dalam film tersebut dengan begitu detailnya😀

      • @movietard

        anda pasti sadar bahwa Tom adalah ordinary boy………..

        Menurut saya malah Gordon-Levit termasuk regu Tom Cruise diantara para aktor2 grup Mandra yang berperan sebagai rekan kerja sekantor Tom Hansen😆

        ………Summer lebih bisa menerima Tom apa adanya

        Ya iyalah, toh udah dibilang dari awal kalau Tom itu cuma teman. Kalau Summer mau menerima Tom sebagai kekasih yg sebenarnya, belum tentu Summer mau menerima Tom apa adanya. Terbukti koq ketika Tom minta hubungan mereka diperjelas: Summer ogah menerima Tom apa adanya dan kabur ke pelukan cowok lain.:mrgreen:

        jika anda merasa seseorang itu The One, saya rasa waktu beberapa bulan rasanya belum cukup,

        Mungkin beberapa bulan tak cukup bagi anda, tapi bagi yg lain belum tentu.
        Teman saya (cowok) cuma kenal istrinya 1 bulan dan merasa cocok langsung ngajak nikah. Sudah 7 tahun berumah tangga dan rukun2 aja. Teman saya (cewek) yg lain 5 tahun kenal dan pacaran (dari kuliah sampai kerja), lalu nikah lalu kemudian………. cerai ditahun ke 3.
        Jadi menurut pandangan awam saya sih, waktu itu relatif.

        Tentang masalah tom yang gak ngedengerin,……

        Saya nonton ulang lagi dan ternyata impresi masing2 orang terhadap adegan itu memang bisa berbeda. Interpretasi bagi Gordon-Levitt mungkin jawabannya yg diatas, tapi bagi saya yg belum baca komentar Levitt sewaktu nonton, kesan saya justru Tom benar2 mendengar cerita Summer. Toh Saya gak tau apa yg ada didalam pikiran Tom pada adegan itu, sedangkan ekspresi Levitt dlm aktingnya lebih terlihat seperti terpesona (entah krn cerita Summer yg luar biasa, entah krna tampang cakep Summer, entah karena body summer yg bohay, entah krn dia senang dirinya not just anybody, entah krn….)

        ….harusnya minta maaf karna dipostingan pertama tampak terlalu keras………

        Gak papa koq. Sepertinya anda pernah mengalami sendiri kejadian yg bisa diceritakan lewat kaca mata Summer. Sekali lagi saya anjurkan, tulislah sendiri cerita dari sudut pandang pribadi ketika anda menjadi seorang Summer dalam kehidupan sehari-hari……. Dan kalau bisa, kasih tahu saya supaya bisa dibaca🙂

  4. Hoo, ada sekuelnya toh.:mrgreen:

    Tapi, saya masih tetap penasaran, menurut Ando-kun, mana yang lebih bagus, cinta yang manusiawi atau yang ilahiah?

    BTW, saya udah lama penasaran, “Ando”tte, nan to imi wa?
    Maksudnya, kadang saya menemukan nama itu masuk di tokoh pelajaran bahasa Jepang.

    P.S

    Jangankan melihat sang mantan berpose dengan anaknya. Menyadari orang yang disuka menikah dengan wanita lain, rasanya tak enak.😛

    Human love relationship, is so complicated.😛

    P.S 2
    Adakalanya, soulmate dan future husband adalah orang yang berbeda.:mrgreen:

    • mana yang lebih bagus

      Menurut saya sih tak ada yg lebih bagus atau jelek. Cinta ilahiah lebih gampang dijalani karena tak perlu repot, toh sudah takdir, tapi terlihat membosankan:mrgreen: cinta manusiawi lebih menarik, penuh pernak pernik perjalanan hidup. Tapi yah itu, capek. dan kalau sakit rasanya sampai ke tulang sumsum🙂

      kadang saya menemukan nama itu masuk di tokoh pelajaran bahasa Jepang

      Kalau anda belajar bahasa Jepang tentu tahu kalau nama orang, dan nama tempat kadang tak memiliki arti khusus. Apalagi nama keluarga Jepang biasanya diambil dari nama tempat asal (nenek moyangnya)nya. Kalau hanya arti literal saja sih ada.
      安 An = gampang, murah
      藤 Do = tanaman dgn bunga berwarna ungu
      *Saya bukan orang Jepun asli, itu cuma nama panggilan koq:mrgreen:

      Jangankan melihat sang mantan berpose dengan anaknya. Menyadari orang yang disuka menikah dengan wanita lain, rasanya tak enak.😛

      Human love relationship, is so complicated.😛

      Anda betul.😆
      Tapi saya sadar kalau hal itu sudah berlalu dan jadinya rasa gak enak itu hanya berkesan beberapa menit sebelum akhirnya hilang begitu saja.
      *lagian ketemu gambarnya gak sengaja koq😈

      Adakalanya, soulmate dan future husband adalah orang yang berbeda.:mrgreen:

      Wah gak kepikiran soal yang ini…..
      *catet….*

  5. Kalau anda belajar bahasa Jepang tentu tahu kalau nama orang, dan nama tempat kadang tak memiliki arti khusus.

    Itu kayaknya berlaku untuk nama semua negara khan? lagian pengetahuan saya tentang Bahasa dan budaya jepang masih sangat minim😛

    Tapi, saya itu yakin, para blogger pasti punya alasan tertentu dalam memilih namanya untuk di publikasikan, nah makanya saya nanya sama Ando-kun, bagi Ando-kun nama “Ando” itu sendiri bermakna apa? Dan bedanya dengan nama-nama yang saya temukan itu apa.:mrgreen:

    *lagian ketemu gambarnya gak sengaja koq😈

    kalaupun sengaja kayaknya juga gak papa deh.😛

    Belajar dari pengalaman yang saya lihat, terkadang, untuk menyempurnakan kesehatannya, sebuah bekas luka musti di uji dulu, udah benar-benar sembuh atau masih menyimpan kuman.😈

    • @Snowie

      para blogger pasti punya alasan tertentu dalam memilih namanya untuk di publikasikan,

      Alasannya sederhana koq, itu memang namaku yg dipanggil sama orang Jepun:mrgreen:

      *orang Jepun kalau akrab kadang manggil nama kita dengan plesetan nama Jepang. Contohnya: Imran jadi Imura, Tri jadi Tori (ayam)😆 *

      sebuah bekas luka musti di uji dulu

      Oooo… sepertinya dokter yg ngobatin luka saya dulu lihay.

  6. curcol… curcol…😀

    aku menonton film ini dengan sangat mengantuk. maklum sudah malam. yg pertama nonton okuribito, dan masih sangat terkesan dengan film itu. dan film ttg summer dan tom ini mulai kutonton sekitar jam 9 malam. atau malah lebih ya? soalnya seingatku aku selesai nonton jam 11 atau malah jam 11.30 malam. dan aku rasanya nggak tahan utk merem sambil mengenang okuribito. tapi di antara rasa kantukku, aku masih bisa mengingat garis besar film ini.

    memang kesannya si summer ini rada kurang ajar ya. meninggalkan tom begitu saja. tapi kupikir2 lagi, kesanku si tom ini begitu memuja summer, sedangkan summer bersikap biasa2 saja thd tom. ini yg mnrtku kurang imbang. tapi ya, itu tadi penilaian dari penonton yang mengantuk… hehe.

    tapi, btw sudah dapat pengganti DS belum? hihihi.

    • @kris
      pesan moral: jangan nonton film bagus secara berurutan langsung. film terakhir jadinya kurang menarik krn pengaruh film pertama.:mrgreen:
      Kalau diperhatikan lebih detail, Tom bukan hanya memuja summer tapi juga sangat menuntut. Summer yg dari awal bilang gak mau ada hubungan spesial malah ngasih perhatian berlebihan dibanding perhatian seorang teman biasa. Dua2nya salah sih menurutku, tapi yah yang namanya manusia gak ada yg sempurna.

      sudah dapat pengganti DS belum? hihihi.

      belum tuh, sedang berburu DS yang lain…… Nintendo DS😆

  7. Ijin ikutan ikutan nimburng ya…
    komen saya kayaknya udah aga telat nih…sebulan setelah last post…
    saya lagi selancar aja di dunia maya, ketemu blog ini…

    Jujur sebenernya saya juga suka nonton ini film…
    sejak pertama kali nonton bulan januari yang lalu, saya udah ngulang beberapa kali nonton filmnya…

    mungkin buat menengahi percakapan seru di atas, saya perlu ngingetin juga cerita narator yang di awal:

    “this a story boy meet girl, and this is not a love story”

    nah, disini kuncinya…film ini tuh pengen nyeritain sebenernya dalam hidup ini kita akan menemukan perjalanan yang terus berganti..seperti yang dibilang di atas bahawa kehidupan real manusia itu selalu berputar kayak roda..kadang-kadang berjalan manis, indah, dan seperti yang dibilang tom “like anything is pssible, like life is worthed”, kadang-kadang juga berjalan menyakitkan, boring, dan rasanya pengen bunuh diri…

    pesan yang saya dapat dari film ini tuh bahwa setiap orang yang hadir dalam kehidupan kita itu membawa kita pada kejadian-kejadian yang kita ga akan pernah duga sama sekali…nantinya tergantung pada kita buat menyikapinya…mau ambil positifnya atau negatifnya…

    di akhir film, tom and summer sama-sama ngambil sisi positif dari hubungan mereka yang ga berlanjut..summer belajar tentang komitmen berhubungan dari tom..sementara tom belajar untuk tetap menjalani hidup walaupun udah ditinggal summer…mereka berdua mengambil sisi positifnya…

    sekian dulu nih…
    salam buat semua penggemar 500 days of summer…
    ditunggu kelanjutannya di 500 days of autumn…
    hohoho…

  8. @Nebukadnezar
    Gak papa koq, lagipula topik postingan sebenarnya untuk menunjukkan betapa universalnya kisah film (500)DoS.

    Sebenarnya, apa yang anda tulis sudah tersirat dari “debat” komentar diatas. Hanya saja anda menuliskannya dengan kata-kata yang lebih nyata. Terima kasih atas komentar tambahan anda untuk menambah semarak komentar di postingan ini.

    (500) Days of Autumn?
    Sepertinya bisa dilanjutkan dengan kisah hidup masing-masing penonton seperti kita2 ini:mrgreen:

  9. Kedampar disini gara-gara random blogwalking :p

    Ngulang pertanyaan mbak Kris ah~
    “Jadi sudah ketemu Autumn belom?”
    Soalnya gara-gara postingan ini, dari dulu kayanya saya kalo ngasih doa ultah buat bang Ando mesti supaya ketemu Autumn :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s