Nara-Kyoto-Osaka 2009 (bagian tiga)

織田信長 「鳴かぬなら殺してしまえ時鳥」
豊臣秀吉 「鳴かぬなら鳴かしてみしょう時鳥」
徳川家康 「鳴かぬなら鳴くまで待とう時鳥」
Oda Nobunaga: Burung tak mau nyanyi, bunuh saja
Toyotomi Hideyoshi: Burung tak mau nyanyi, bujuk sampai bernyanyi.
Tokugawa Ieyasu: Burung tak mau nyanyi, tunggu sampai bernyanyi

————————————————————–

Sambungan dari bagian satu (Nara) dan bagian dua (Kyoto)

Sebenarnya aku agak malas menyambung tulisan bagian ketiga ini. Selain kejadiannya udah agak lama (September 2009), pengalaman di Osaka masih kurang seru dibandingkan jalan ke Kyoto. Walaupun Osaka adalah kota besar di Jepang, malah nomor dua paling besar setelah Tokyo, sayangnya kawasan wisata ke Osaka tak terlalu banyak bila dibandingkan Kyoto yang lebih eksotik. Namun karena aku sudah menulis akan menyambung cerita tentang kunjungan ke kastil Osaka, inilah dia tulisan lanjutannya. Sekedar info, jalan-jalan ke Osaka kali ini adalah yang keempat (tidak termasuk pergi ke Osaka untuk urusan selain main).



Kastil Osaka dari berbagai sudut pandang


Tak perlu aku memberikan info tentang sejarah kota Osaka, toh aku juga tak mau repot-repot repost alias co-pas dari wikipedia. Silahkan baca sendiri deh di link paman Wiki. Tujuan wisata yang paling terkenal ke Osaka sendiri mungkin USJ (Universal Studio Japan) dan Osaka-Jo (Kastil Osaka). Aku sudah pernah ke USJ satu kali tiga tahun yang lalu, berkunjung ke Osaka-Jo sendiri kali ini adalah yang ketiga.


Antrian masuk didepan kastil dan maket kondisi kastil yang dikelilingi 2 parit untuk pertahanan benteng dan kastil

Perjalanan Nara-Kyoto-Osaka 2009 ini memang diakhiri dengan kunjungan ke Osaka-Jo. Letak Osaka-Jo tidak jauh dari tempat kami menginap di manga cafe Shinsaibashi seperti yang telah diceritakan pada bagian satu dan dua. Dengan menggunakan kereta bawah tanah dan disambung dengan Osaka Kanjo-sen milik JR, kami sampai di Stasiun Osaka-Jo Kouen. Dari Stasiun Osaka-Jo Kouen, kami berjalan kaki dengan santai melintasi taman luas Osaka-Jo menuju kastil Osaka.


Papan berseri yang berisi riwayat hidup Toyotomi Hideyoshi. Sewa topi dan seragam untuk sesi foto dengan membayar 300 yen.

Biaya hingga tahun 2009 untuk masuk ke dalam kastil sebesar 600 yen untuk dewasa. Didepan kastil terdapat sumur yang dibawahnya diliputi dengan lempengan emas murni untuk mencegah musuh meracuni air minum untuk penghuni kastil. Didalam kastil, selain 8 lantai yang menampilkan berbagai macam pameran dan museum, pengunjung bisa naik sampai ke tower untuk melihat pemandangan kota Osaka disekitar Osaka-Jo. Bagi yang suka sejarah Jepang, terutama pada masa pemerintahan Toyotomi Hideyoshi, Osaka-Jo menyediakan ruang khusus satu lantai (lantai 7) untuk menampilkan riwayat singkat tokoh pemersatu Jepang berdarah petani dan pendiri Osaka-Jo tersebut (film pendek, diorama, ornamen, hingga pameran barang peninggalan Hideyoshi). Ruangan lain yang menarik bagiku terletak pada lantai 5 yang menampilkan cerita tentang pengepungan Osaka, yaitu pertempuran antara klan Shogun terakhir Jepang Tokugawa dengan klan Toyotomi yang diakhiri dengan musnahnya klan Toyotomi. Pihak penyerang dipimpin sendiri oleh boss besar klan Tokugawa yaitu Tokugawa Ieyasu beserta anaknya Hidetada mengepung Osaka-Jo yang dipimpin oleh anak Hideyoshi yaitu Toyotomi Hideyori. Kalau melihat denah dan tata letak kastil yang dikelilingi oleh 2 parit buatan, wajar saja kalau pasukan klan Tokugawa butuh waktu lama dan banyak pertempuran untuk menaklukkan pasukan klan Toyotomi.


(atas) Pemandangan dari atas tower Osaka-Jo, Osaka-Jo Hall tampak dari atas tower Osaka-Jo, (bawah) Depan Osaka-Jo Hall dan suasana Festival musim gugur Suito Osaka 2009

Pulang dari kastil, kami masih menyempatkan diri main ke Osaka-Jo Hall yang terletak tak jauh dari kastil dan ternyata di taman Osaka-Jo banyak anak-anak yang sedang berkumpul untuk melaksanakan semacam festival musim gugur yang bernama Suito Osaka 2009. Setelah nonton sebentar, barulah kami kembali ke Kyoto untuk berkunjung ke Kyoto Gosho sebelum pulang. Apa mau dikata, kami malah nyasar naik bis kearah berbeda dan menghabiskan waktu yang mepet dengan memutar jalan untuk dapat sampai ke Kyoto Gosho yang ternyata tutup untuk umum dan dijaga polisi patroli (namanya juga tempat tinggal kaisar). Dengan agak kecewa akhirnya kamipun pulang dari perjalanan backpacking selama 3 hari ke Nara-Kyoto-Osaka.

Sore didepan stasiun Kyoto sebelum pulang, bersama Kyoto Tower dan Tetsuwan Atomu.

2 thoughts on “Nara-Kyoto-Osaka 2009 (bagian tiga)

  1. been there…
    jadi pengen ke sana lagi….
    *melamun*
    sayangnya waktu itu saya hanya punya waktu setengah hari untuk jalan ke osaka setelah selesai konferensi di Kobe. seandainya waktu itu saya sebandel sekarang, punya keberanian buat madol gak ikut penutupan konferensi itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s