Kesan Karaoke

Mungkin aku termasuk blogger yang angin-anginan dalam membuat tema postingan yang fresh. Terbukti dengan beberapa tulisan yang mengacu pada tema yang pernah ditulis oleh blogger lain. Dengan kata lain, saya ini blogger yang gampang terpengaruh:mrgreen: Tapi paling tidak aku bisa menulis sisi lain dengan pandangan berbeda untuk setiap tulisan dengan tema yang sama. Contohnya seperti postingan ini, yang juga merupakan tulisan yang terinspirasi dari tulisan JenSen tentang karaoke. Hanya saja yang kuulas disini adalah kesan memilih lagu dari berkaraoke bersama 3 macam kelompok berbeda.

Menyanyi lagu Jepang sewaktu berkaraoke tentu butuh konsentrasi khusus, karena lirik yang tertera banyak menggunakan huruf kanji. Memang sih, diatas lirik huruf kanji tertulis cara baca dengan hiragana yang ukurannya kecil dan agak sulit dibaca cepat. Kalau hapal lirik lagunya, cuek aja nyanyi tanpa liat lirik. Kalau hapal-hapal lupa? Terpaksa ngapalin huruf kanji beserta cara bacanya sebelum berkaraoke. Ini adalah salah satu metode efektif belajar bahasa Jepang untuk cepat membaca dan menghafal huruf kanji😆

Baiklah, inilah pengalamanku menyanyi di karaoke bersama tiga jenis kelompok.

1. Geng orang Indonesia
Tidak ada yang menarik untuk diceritakan ketika berkaraoke dengan teman-teman senegara. Kami memilih lagu dengan cueknya, dan tak ada yang protes satu sama lain dalam hal pemilihan lagu. Lagu yang dipilih biasanya hanya 2 jenis, lagu bahasa Inggris dan lagu Jepang dinyanyikan dengan jumlah relatif berimbang. Berhubung tak ada lagu Indonesia (kecuali pernah lihat satu, bengawan solo), tak ada pilihan lain menyanyi kecuali 2 macam lagu dengan lirik berbahasa Inggris dan Jepang.

2. Geng orang Jepang
Ini dia hal yang menarik. Menyanyi lagu Jepang ketika berkaraoke bersama orang Jepang justru tidak bisa membuat mereka terkesan. Pernah aku mencoba nyanyi lagu enka ketika karaoke bersama teman satu lab penelitian. Mereka tepuk tangan sih, tapi mereka juga tepuk tangan dengan sikap yang sama terhadap yang lain ketika selesai nyanyi. Mungkin mereka sudah biasa mendengar orang menyanyi lagu Jepang, sehingga mempunya pikiran “apa anehnya nyanyi lagu Jepang?“. Atau memang gaya nyanyiku benar-benar gak cocok buat lagu enka😆

Jadi, apa yang membuat mereka memuji? Nyanyi lagu lirik berbahasa Inggris!:mrgreen:
Tentu saja dengan spelling dan suara lumayan. Kalau nyanyi dengan suara kaleng rombeng sih, semua juga bisa. Tentang spelling, mereka kadang suka membandingkannya dengan lirik yang tertera di layar kaca TV. Maklumlah seperti juga huruf kanji, diatas lirik berhuruf latin juga tertera cara bacanya dengan huruf katakana. Pernah aku nyanyi lagu Maroon 5 berjudul This Love dan lagu Jet berjudul Are You Gonna be My Girl, mereka pada teriak “Wuih, keren!” Sebagai gantinya mereka kadang menyanyikan lagu baru yang aku belum pernah dengar, seperti sebuah lagu Ikimonogakari yang berjudul Kimagure Romantic (sampai ikutan belajar gerakan mengepak-ngepakkan telapak tangan dikepala)

Kalau karaoke bersama orang Jepang, aku selalu memilih lagu Monkey Majik berjudul Fly sebagai lagu pertama, buat latihan awal sebelum lagu berikutnya. Lagu Fly memang memiliki lirik setengah bahasa Jepang dan setengah bahasa Inggris, cocok buat penyesuaian lidah dan mata sebelum nyanyi lagu Jepang ataupun lagu barat setelahnya.

3. Geng Gaijin (non Indonesia dan non Jepang)
Kalau nyanyi bareng teman-teman geng beda warga negara (Filipina, Korea, Vietnam, China dan Indonesia), yang muncul justru peraturan khusus. Mengapa? Karena dalam daftar lagu di karaoke bukan hanya ada lagu-lagu berbahasa Jepang dan Inggris saja, melainkan juga banyak lagu yang berbahasa Mandarin, Korea dan Tagalog. Karena nyanyi bukan hanya untuk menghibur sendiri, melainkan juga menghibur teman yang ikutan karaoke, ditetapkanlah suatu peraturan: Diwajibkan menyanyi lagu berbahasa Jepang!😆
Kalaupun ada satu orang nekad menyanyi dengan dengan lagu berbahasa non-jepang, dipastikan yang lainnya akan cuek dan sama sekali tidak menaruh perhatian kecuali nyuruh dia cepat-cepat ngabisin jatah lagunya:mrgreen:

Kadang kalau lagi ngumpul dengan geng ini (kami berasal dari sekolah bahasa Jepang pada angkatan yang sama), ajang karaoke menjadi ajang untuk unjuk kemampuan bahasa Jepang mana yang lebih lihay. Ujung-ujungnya, tentu saja lagu sulit yang bakalan dibawakan (aku curiga mereka sudah latihan karaoke sendiri berulang kali), terutama lagu rap dalam bahasa Jepang seperti lagu dari grup Ketsumeishi. Untuk soal ini aku harus mengaku kalah pada Kim si orang Korea dan Jerick si orang Filipina. Mereka berdua memang saingan unjuk kemampuan nyanyi lagu Jepang dengan tingkat kesulitan tinggi. Aku sendiri cuma sanggup nyanyi lagu dengan kecepatan biasa seperti lagu L’arc en CielDaybreak’s Bell” atau lagu Sukima Switch kayak Nomi ni Konaika.

NB. Karaoke bareng dua kelompok diatas kadang masih dilakukan, tetapi karaoke bareng geng terakhir sudah 2 tahun tak pernah melakukannya lagi. 2 orang teman sudah pulang ke negara masing-masing, si Vietnam kerja di Tokyo, si China entah kemana, kecuali si Filipina yang tinggal di Fuji dan masih kontak denganku lewat telepon dan facebook.


Satu-satunya adegan yang pernah direkam waktu karaoke bareng geng Gaijin

15 thoughts on “Kesan Karaoke

  1. Enaknyaaa…karaoke bareng temen-temen lab…😥
    Kalao kami biasanya outing bukan nyanyi sih. Makan!:mrgreen:

    *jadi terinspirasi untuk ngajak temen lab karaoke*

  2. wah😀 serunya..
    This Love-nya Maroon5? jd pengen denger ;))

    O iya, ralat! mestinya “Bengawan Solo” bkn “beGawan solo”.

  3. Hahaha, benar2 posting tentang karaoke!😀

    […] diatas lirik huruf kanji tertulis cara baca dengan hiragana […]

    Kok tak ada cara baca romaji? Buatku sama rumitnya itu kanji dan hiragana…😐

    Ahem, setelah mendengar beberapa kali masbro posting nyanyi di fesbuk kemaren, saya bener2 susah membayangkan ando nyanyi lagu enka.😆
    *digebuk*

  4. @lambrtz

    Kalao kami biasanya outing bukan nyanyi sih. Makan!

    Oh.. anu, biasanya kalau kami outing, setelah makan baru nyambung pergi karaoke atau main bowling😈
    pas soubetsukai kemarin malah urutannya: makan, makan, minum, minum, karaoke, minum😆
    Kesimpulan: Makan itu acara wajib, karaoke itu sunah:mrgreen:
    NB. outing disini malam maksudnya (dinner), bukan lunch.

    @lumiere
    iya mbak, suara saya lumayan cocok nyanyi this love😳
    *dicekokin microphone*

    ah, N nya jatoh dimana tadi yah🙄
    thanks buat ngingetin, udah diedit

    @JenSen

    Kok tak ada cara baca romaji?

    saya mencoba tabah, apalagi mengingat tinggal di Jepang. Kalau tinggal di Indo, mgkn saja lsg komplen sama menejer karaokenya. Wong lirik inggris dgn huruf latin (romaji) juga dikasih cara baca katakana diatasnya koq 😆
    Soal lagu enka, saya cm pengen pamer kalau saya jg bisa nyanyi enka. Ternyata upaya narsis saya tidak mendapat sambutan hangat.😥
    emangnya menurut mas Jensen, suara saya cocok buat lagu apa? dangdut? keroncong? atw yg lain?😆

  5. saya jarang karaoke-an di tempat karaoke😛

    sekalinya karaoke-an di tempat karaoke malah di tempat “karaoke” mencurigakan yg baru buka jam 11 malem, gara2 tempat karaoke yg “normal” pada habis dipesen😆

  6. @jensen
    suara saya cocoknya buat orkes melayu yah😆
    kayaknya emang gak cocok nyanyi lagu daerah jepun. cengkoknya beda:mrgreen:

    @Arm
    O… karaokenya dimana? rumah? punya mesin karaoke? atau pake VCD yah?

    […] di tempat “karaoke” mencurigakan […]

    jangan2 di-“karaoke”😈

    @Ellious
    rugi dong udah bayar tp gak nyanyi.
    pasti masuknya ditraktir yah!:mrgreen:

  7. @Ellious Grinsant
    Waduh mas, sorry. Lama gak posting di blog yg ini. Jadinya gak liat. Udah lewat seminggu yah. Thanks udah ngasih award. Yang saya paling hargai adalah masbro mau berkunjung ke blog saya dan ngasih komentar. Gak dapat award jg saya sudah senang.

    @itikkecil
    Gak tau juga yah. Mungkin saya udah keseringan ngobrol bareng mereka tiap hari. Jadinya mereka gak aneh dengar saya nyanyi lagu jepun.

  8. Lagu enka bukannya susah ya??? ada cengkok nya gitu kan *sotoy*

    Jadi pingin karaoke-an.. tapi sayangnya lagu jepang di tempat karaoke di bogor gak gitu banyak, tapi masih mending ada beberapa lagu nya shiina ringo dan tokyo jihen sieh😄

    • O iya? Lagu2 Jepang banyak nggak dalam list lagu karaoke? soalnya setauku (kabar dr orang lain sih) lagu Jepang jarang ada, malah lagu mandarin yg banyak.
      btw, liriknya ditulis pake huruf apa? romaji atau hiragana/kanji?

      • Iya memang paling banyak lagu mandarin, tapi di beberapa tempat kayak happy puppy itu udah mayan banyak lagu jepang nya.. liriknya ada yang kanji ada yg romaji .. biasanya klo lagu baru sieh udah pake romaji..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s