Hiatus, pindah dan sakura, the other side of story

Kijou Park alias Kijou Koen

Sebenarnya status hiatus masih tetap berlanjut karena belum mendapatkan sambungan internet hingga bulan Mei, namun berhubung dengan permintaan bung Jensen dan Zephyr tentang foto apartment dan sepeda motor gentsuki, saya putuskan melanjutkan cerita postingan sebelumnya. Seperti juga postingan sebelumnya, postingan ini diupload lewat jaringan internet di rumah teman pas lagi main ke apato-nya.

Bagian dalam apato yang cukup lapang

Apato (apartment model Jepang) yang kutempati sekarang merupakan apato yang paling bagus yang pernah kutempati, dan tentunya yang paling menguras tabungan. Kenapa tidak mencari apato dengan harga sewa miring? Sudah lumayan capek berputar-putar mencari apato untuk penyewa single dengan harga maksimal 30 ribu yen, tapi boro-boro ketemu malah menghabiskan ongkos bolak-balik Shizuoka-Aichi. Atas bantuan seorang teman yang juga tinggal di Aichi, akhirnya aku berhasil juga mendapatkan apato yang sekarang kutempati ini dengan luas kamar sekitar 4 x 7 meter, berlantai kayu, dapur kecil, kamar mandi (shower dan bathub buat ofuro) serta toilet lewat jalur fudoya-san (agen sewa menyewa rumah, apato, gedung, tanah, lahan parkir dan sejenisnya). Harga 40 ribu yen per bulan plus 5 ribu yen untuk parkir memang setara dengan kondisi apato, untung saja sisa uang beasiswa yang kudapat sebelumnya masih bisa menutupi biaya sewa 2 bulan, ditambah dengan biaya membeli mesin cuci dan kulkas bekas (keduanya menghabiskan biaya hampir 30 ribu yen).

Motor gentsuki (50 cc) merek Yamaha Aprio

Apato tempat tinggalku lumayan strategis, tak jauh dari stasiun densha alias kereta listrik (sekitar 100 meter), cukup dekat dengan Jusco department store (naik motor gentsuki sekitar 5 menit), hanya berjarak 20 meter dari kombini, dan yang paling penting tak jauh dari tempat kerja. Lucunya, apatoku kali ini juga seperti 4 apato yang pernah kutinggali sebelumnya selama tinggal di Jepang: tak jauh dari sungai. Mungkin memang dari sananya jodoh apatoku dekat dengan dewa sungai.:mrgreen:

Shinmei Jinja, tetangga sebelah apato

Yang agak istimewa mungkin baru kali ini aku tinggal di apato yang bersebelahan dengan tempat ibadah. Bukan Gereja, apalagi Masjid. Tetanggaku adalah sebuah Jinja (kuil Shinto) bernama Shinmei Jinja. Aku sempat mengambil beberapa foto, lengkap dengan pohon sakura disekitarnya (kebetulan sedang musim semi pas bunga sakura mekar). Selain itu juga aku sempat main ke taman Kijou, tak jauh dari Jusco untuk hanami (melihat bunga sakura). Semoga semuanya ini membuatku betah untuk tinggal dalam jangka waktu yang agak lama.

17 thoughts on “Hiatus, pindah dan sakura, the other side of story

  1. Astaga, motor kaya gitu buat transportasi antar prefektur -_-

    Tapi kamarnya enak juga ya. Lapang.😀
    Kamarku sekarang sih udah agak gedean ketimbang asrama kampus dulu. Tapi tetep lebih kecil dari punyamu…
    Buatku sih dulu lapang juga, tapi setelah kemasukan barang-barang, jadi sempit juga -_-

  2. Di Jayapura motor minimal musti 110cc. Dibawah itu pasti performanya payah karena daerahnya bergunung2.:mrgreen:

    Apartemenmu bagus, cukup lapang tuk bisa berlatih kenjutsu (kalo sendirian) atau salsa (kalo tinggal dengan pacar). Dan saya suka lantai kayunya.

    Makasih dah memenuh rikues. Taman serta kuilnya keren. Betulan, apalagi pas hanami gitu. Laen kali foto juga sungai2 disitu. Apa memang sekeren (bersih) seperti yang di komik2?

  3. きゃああああ。。。。。公園と桜の写真 は かわいい ね。。。。 ^_^
    好きです。

  4. kamarnya bener-bener luas, bisa latihan samurai/wushu di dalamnya🙂

    foto yang di gentsuki, mirip Kotaro Hanami (bukan minami) dengan capung tempur, bukan belalang tempur…🙄

  5. @lambrtz
    namanya jg asrama mahasiswa. Murah meriah, walaupun kecil dan sempit. Harganya juga jauh berbeda.
    Lagian duit beasiswa situ lbh banyak dr sayah, bisa beli banyak barang buat nyempitin kamar:mrgreen:

    @itikkecil
    khas apato orang jepang lah, wajar aja. Emangnya sinetron Indonesia yg main digedung mewah, padahal orang kebanyakan tinggal digubuk gang sempit.

    @jensen
    latihan kenjutsu pasti sendirian (gak tertarik main pedang sesama jenis).
    SIM untuk mengendarai Motor 50cc lbh mudah didapat, kalau diatas 50cc perlu ikut ujian SIM yg lbh ribet lagi.

    sungai? ok deh, ntar ditunggu tulisannya kalau ada waktu luang.

    @snowie
    sangkyu sangkyu (mewakili pemda jepang)

    @arm
    nggak tau jg. Ntar liat pas tahun baru deh, kalau rame aku bikin tulisannya.

    …. dan cowo2 dikehidupan nyata😀

    @zephyr
    oooo…. kamen rider cicada😛

    @felicia
    anu…. nggggg….. jinja girl?😆

  6. Lagian duit beasiswa situ lbh banyak dr sayah, bisa beli banyak barang buat nyempitin kamar

    …yang nyempitin kamar saya itu keranjang baju 2, ember agak besar 1, rak makanan, sama barang-barang titipan temen saya yang sudah lulus dan balik ke Indo. -_-a
    sama amplifier bass

  7. Ahhhhh suka kamarnyaaa..terlihat menyenangkan ya, sebelahnya kuil pula, klo aku dah pasti bakalan sering2 hunting foto😀

    Btw ini pindahan dalam rangka kerja kah??

    Udah bosen difoto-foto, sampai pas malem gelap jg udah pernah dipotret:mrgreen:
    iya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s