Berapa harganya

Panggil saja namanya dengan May. Gadis bertubuh mungil ini baru saja pulang ke Indonesia setelah tinggal di Jepang selama 4 tahun. 2 tahun dihabiskannya di sekolah bahasa Jepang dan 2 tahun terakhir untuk menyelesaikan program extension S1. May sebenarnya berasal dari keluarga yang cukup berada, sehingga kalau dipikir-pikir dia tak perlu susah payah kerja sambilan (arubaito) untuk membayar uang sekolah dan biaya kehidupannya sehari-hari ketika masih tinggal di Jepang. Tetapi May memutuskan untuk menolak dikirim uang oleh ibunya di Indonesia dan melakukan arubaito tak beda dengan teman-temannya siswa Indonesia yang lain untuk mencukupi kebutuhannya sendiri.

Setelah pulang, di Indonesia May tinggal bersama orang tuanya. Ketika abangnya berkunjung, May dan abangnya ngobrol ngalor ngidul. Hingga pada suatu ketika terjadilah percakapan dibawah ini:

Abang: 4 tahun di Jepang, apa saja yang kamu dapatkan?
May: Maksudnya?
Abang: Lihatlah aku. Ketika kamu berangkat ke Jepang, aku mulai membuka usaha sendiri, ber-wiraswasta. Setelah 4 tahun, hasilnya rumahku sekarang sudah ada 2 buah plus 3 mobil di garasi masing-masing rumah. Kamu sendiri selama 4 tahun, apa saja yang kamu hasilkan?
May: Oh….. itu….
Abang: Jadi?
May: Ilmu dan pengalaman. Ilmu dan pengalaman yang kudapatkan selama 4 tahun tinggal di Jepang tak akan pernah mau kutukar dengan rumah dan mobil yang abang miliki.

Jika menurut lagu Omoide wa hyakusenman (kenangan seharga seribu seratus juta yen), berapakah harga ilmu dan pengalaman hidup?

11 thoughts on “Berapa harganya

  1. pengalaman itu tak ternilai harganya… buat saya lho ya…
    tapi memang ada saja orang yang menganggap, ngapain buat duit buat jalan-jalan ke luar negeri misalnya. padahal pengalaman selama jalan-jalan itu tak bisa dinilai dengan apapun. oleh karena itu beruntunglah anak-anak yang orangtuanya suka mengajak mereka jalan-jalan ke tempat yang berbeda.

  2. Wah, inget temen yang udah punya banyaaak dan saya kepikiran. Okeh, 4 tahun kerja dapet apa, hiks….
    Tapi, saya gak mau bertukar pengalama saya saya sebagai guru SD selama empat tahun dengan apa yang didapat temen saya itu. Walaupun, emang kebanyakan orang gak memahaminya, ya (curcol)

    Ini blog yang bukan rievew, yah? Rada pangling kok sama layoutnya.

    • @Al
      Iya bu, kebanyakan orang emang punya pola pikir hidup hedonis seperti kata lambrtz. Yang dipikirin tuh hanya duit melulu sebagai hasil.
      Iya, layout nya mau di ubah lagi rencananya:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s