My Jazz Files [2] – Krakatau vs Karimata

Krakatau Band tahun 80-an
Kayaknya musisi Jazz di indonesia identik dengan idealisme dan pengabdian. Orang bilang, musik Jazz nilai komersilnya kecil dan sulit diterima pasar. Kalaupun ada musisi yang berani menjual album Jazz-nya secara komersil, biasanya hal ini disiasati dengan trik menyisipkan unsur Jazz kedalam lagu pop agar lebih gampang diterima pendengar. Salah satu grup yang cukup sukses melakukannya pada jaman sekarang adalah Mocca (aku sendiri lumayan suka dengan lagu-lagu yang dibuat dan diaransemen oleh Mocca). Walaupun demikian, tetap saja band Jazz fushion Indonesia nomer satu dan nomer dua bagiku hanya Krakatau Band dan Karimata Band (kebetulan nggak yah kalau mereka memilih nama berdasarkan nama pulau/selat). Krakatau tetap menjadi nomer satu karena mereka masih eksis sampai sekarang dan terus berkarya, walaupun secara musikalitas Karimata tak kalah hebatnya. Kedua band ini tidak hanya memasukkan unsur Jazz ke dalam musik Pop saja melainkan juga mem-fushion-kan Jazz dengan genre lainnya seperti musik etnik, terutama dari daerah di sekitar Indonesia. Sebenarnya masih ada Jazz fushion band bagus lainnya yang eksis jaman tahun 1980-an seperti Bhaskara Band, Emerald Band (masih ada hingga sekarang) sampai Indonesia 6. Tapi yang paling dahsyat kayaknya memang tetap Krakatau dan Karimata Band.

Banyak lagu-lagu lama yang dibawakan oleh Krakatau (jaman Trie Utami dan Indra Lesmana) cukup ngetop pada masa lalu dan masih belum lekang dari ingatan. Bagiku lagu La Samba Primadona memiliki tempat tersendiri karena keunikan dan sangat berbeda dibandingkan lagu-lagu Indonesia pada umumnya, terutama gaya permainan bass Pra Budi yang asyik. Lagu Krakatau lain yang juga mempunyai tempat tersendiri bagi kupingku adalah lagu Sekitar Kita dengan aransemen karya Dwiki yang keren banget.

Lalu ada lagi garapan Indra Lesmana yang dicampur dengan musik klasik berjudul Kembali Satu (pernah dijadikan lagu tema acara Indonesian Idol). Biasanya Krakatau sering mengkolaborasi antara Jazz dengan sentuhan karawitan sunda, masuknya Ubiet sebagai vokalis menggantikan Tri Utami membawa pengaruh nuansa etnik Aceh dalam lagu-lagu mereka.

Jika Krakatau menggunakan vokalis tetap untuk membawakan lagu-lagu mereka, tidak demikian halnya dengan Karimata. Karimata Band cenderung memainkan musik instrumental. Kalaupun mereka membawakan lagu berlirik, penyanyi yang menyuarakannya adalah vokalis undangan. Tercatat Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya hingga Dian Pramana Putra pernah membawakan lagu-lagu milik Karimata. Lagu milik Karimata yang pernah ngetop gara-gara acara kuis Gita Remaja adalah lagu Jangan Salah yang dibawakan oleh grup vokal Trio Belel (nggak tau nih siapa aja anggotanya). Sedangkan lagu Karimata Band yang menjadi favorit ku adalah Masa Kecil dengan vokal Ruth Sahanaya. Lagi-lagi yang membuatku senang dengan lagu ini adalah bass yang dimainkan Erwin Gutawa.

Lalu lagu instrumental favoritku adalah Take off to Padang yang menampilkan permainan saxophonist Ernie Watts sebagai musisi tamu. Lagu inilah yang membuatku terkesan pertama kali pada Karimata dalam hal mengolah musik Jazz dengan cita rasa etnik tradisional Indonesia.

Sulit kiranya mencari band seperti Krakatau dan Karimata akhir-akhir ini, apalagi ditengah serbuan band-band tiga jurus yang memenuhi pasaran. Bagaimana menurut anda?

*tulisan ini terinspirasi dari tulisan blog milik Kris disini*

14 thoughts on “My Jazz Files [2] – Krakatau vs Karimata

  1. Ah, La Samba Primadona. Dulu band saya pernah punya ide untuk main itu, tapi karena basslinenya susah, saya nyerah. Ehabis sayanya bisa dikit-dikit, malah ndak jadi😆

    apalagi ditengah serbuan band-band tiga jurus yang memenuhi pasaran

    Tiga jurus tu apa toh? Tiga chord maksudnya? :-“

  2. Tahukah anda kalau Mocca lebih terkenal di Korea dibanding di negara asalnya sendiri?
    *pernah kaget denger lagu2 Mocca dipake jadi OST di sebuah reality show Korea*
    *agak lospokus yak, maap ^.^;

  3. Dulu lumayan sering dengar Krakatau dan Karimata di TV, ntah tahun brapaan itu. Tapi karena gak punya rekamannya satupun, jadi gak inget lagi lagu2nya apa.😛

    Yang lebih keinget malah musisi2 yang alumnus Krakatau seperti Donny Suhendra, Budhy Haryono juga Indra & Gilang:mrgreen:

  4. Krakatau dan Karimata emang keren banget! Menurutku, sampai sekarang belum ada band baru yang menyaingi mereka deh. Atau jangan2 karena seleraku “jadul” ya? Hihihi…

    • @lambrtz
      Masbro emang keren! Kalau saya malahan belum nyobain aja udah nyerah. Maklumlah, amatiran😦
      btw, Pra Budi emang main bass-nya keren koq. lagian bassline jazz style emang rumit tuh.

      tiga jurus = silahkan pilih 3 chord acak diantara: C, F, G, A minor, D minor, E minor
      NB. 3 chord terakhir dianjurkan untuk lagu mendayu-dayu.

      @Felicia
      Wah, saya malahan nggak tau soal Mocca lbh ngetop di Korea sana. Beneran nih beritanya?

      @jensen
      Akhir tahun 80-an/awal 90-an
      Kalau alumnus Karimata gimana? Chandra Darusman, Erwin Gutawa dan Aminoto Kosin.

      @Kris
      Bukannya Kris bilang diblog sendiri kalau lagu2 jadul emang lbh berkualitas😈

  5. Cuma kesimpulan sendiri sih gara2 lagu Mocca yang dipake buat soundtracknya itu ada beberapa, ngga cuma 1 doank… hehe…
    Ntarlah, saya coba cari tahu lagi😀

  6. Penemuan sementara
    #1

    Very strangely/ironically/weirdly, the band is not very popular in their homeland. However, they’re so popular in countries like South Korea their songs feature in CFs (commercials for products) and TV shows so prominently they got invited onto radio, TV programmes and even held multiple concerts there.
    http://hellobeautifulday.wordpress.com/2009/09/07/this-pitifully-underrated-indonesian-band-is-something/

    .
    #2

    Mocca became more popular in Korea after six of their songs – I Remember, Happy, The Best Thing, Me & My Boyfriend, Sing, and Buddy Zeus were used in Korean TV commercials and shows. A collaboration was also made between Peppertones and Mocca’s vocalist Arina for the compilation album 남과여 그리고 이야기 with the title ABC.

    In 2008, they were invited to perform at the Grand Mint Festival. They proved that they have been marking their part in Korean music since they had fans that came to see their performance. They also recorded gigs in Street Sound Take 1 and EBS Space. Mocca proved to swing fans in Korea even more by having a solo concert in June 2009 in Mapo Art Hall and got invited to perform in SBS Kim Jung Eun Chocolate.
    http://indiefulrok.blogspot.com/2010/04/indonesian-indie-lessons-part-1-swing.html

  7. @Felicia..iya aku juga dikasi tau temen yg lagi di korea klo mocca terkenal disana, fans2nya banyak juga dan heboh2 loh..😀 Trus lagu2nya banyak yg jadi backsound iklan disana ..

    @Ando-kun..aku gak tau Karimata band sama skali hu3, thx link nya😄 .. klo Krakatau aku baru denger sekitar taun 2000an hahahah telat ya..tapi memang keren banget sieh mereka..masih idup gak sieh band2 ini?? :3

    Oia soal Mocca..aku liat di server lokal ada yang upload live performance mereka di korea.. pingin donlod tapi koq rapidshare hu3

    Krakatau masih ada koq, cm genre nya udah agak berubah jadi musik kontemporer. Ini alamat websitenya:
    http://www.krakatau.net/
    Kalau Karimata udah ilang kabarnya. Lagian, masing2 membernya udah jalan sendiri2.

  8. menarik sekali ulasan tentang karimata khususnya, sedikit koreksi, tersebut lagu salah langkah dari karimata, yang tepat sebagaimana termuat di album ke 4 karimata, track 1 adalah jangan salah, dibawakan trio belel, tak lain adalah personil karimata sendiri, ada mas candra, mas denny, mas budhi waktu itu, ada group penggemar karimata band, dengan alamat http://www.facebook.com/jatiutomo#!/group.php?gid=69810015883, matur nuwun

  9. Hai. Seneng deh baca post ini. Kebetulan gue lagi nyoba “mendekatkan diri” sama jazz karya anak negeri. Jadi gue banyak dapet referensi dari sini. Thanks ya!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s