Berkenalan dengan beberapa kata dialek Kansai

Apakah penting belajar dialek Kansai? Kalau anda sudah lumayan mahir berbahasa Jepang, tak ada salahnya belajar beberapa dialek. Kalau anda tinggal di Jepang, dialek Kansai adalah dialek yang menarik untuk dipelajari dan dipraktekkan. Kalau anda tinggal di Jepang dan berada di daerah Kansai, mau tidak mau anda terpaksa harus belajar dialek Kansai.
Kalau tak ada satupun kriteria diatas yang anda penuhi, apa salahnya belajar sesuatu yang baru. Iya nggak?:mrgreen:

Pertama-tama, apakah yang dimaksud dengan Kansai? Silahkan baca ulasan panjangnya mbak wiki disini termasuk sejarah panjangnya. Masyarakat daerah Kansai dikenal dengan dialeknya yang selalu saja digunakan jika berbincang-bincang secara non-formal. Terkadang, walaupun lawan bicaranya bukan orang Kansai sekalipun, tetap saja mereka ber cas-cis-cus dengan dialek Kansai. Contoh kasusnya juga kualami ketika kuliah. Di lab penelitianku ada 3 orang Kansai dan mereka selalu bicara dengan dialek Kansai termasuk dengan aku yang mereka tahu dengan pasti bukan orang Jepang. Ada untungnya juga sih, karena aku bisa belajar sedikit demi sedikit. Toh ketika backpacking ke Nara-Osaka-Kyoto di daerah Kansai, dialek Kansai yang kupelajari dari mereka lumayan berguna.

Dialek Kansai sering dipakai dalam acara komedi terutama acara yang menampilkan jenis lawakan Manzai. Kalau kuperhatikan, cara bercanda orang Kansai mirip dengan lawakan Lenong Betawi, ceplas-ceplos ngomong seenaknya, sehingga kadang kala orang-orang di luar daerah Kansai menganggap dialek Kansai sangat kasar dan tidak sopan. Sebab itu pula dialek Kansai tak pernah dipakai untuk acara formal ataupun berbicara dengan orang yang lebih tua/terhormat. Kalau ingin membayangkan dialek Kansai dengan asosiasinya di Indonesia, bolehlah membayangkan Mandra dengan logat Betawinya:mrgreen:

Dialek Kansai (Kansai-ben) sendiri terdiri dari beberapa sub-dialek, walaupun dialek utamanya lebih banyak mengikuti bentuk dialek Osaka (Osaka-ben). Kalau anda suka menonton anime, dalam anime Detective Conan contohnya, tokoh Hattori Heiji menggunakan dialek Osaka ketika sedang berbicara.

Karena dialek Kansai cukup rumit untuk dipelajari secara lebih mendalam, dalam postingan ini hanya ditampilkan beberapa kata yang sering digunakan dalam percakapan orang-orang Kansai.

Aho

Walaupun Aho juga sering digunakan sebagai pengganti kata Baka (goblok) bagi orang-orang non-Kansai, tetapi kata Aho bagi orang Kansai lebih ke arah bentuk guyonan. Orang Kansai merasakan kata Baka terkesan ofensif. Selain Aho, orang Kansai juga kadang menggunakan kata Boke. Boke awalnya berasal dari kata Bokeru (pikun), akan tetapi kata Boke berkembang menjadi arti yang lebih spesifik yaitu sama dengan Aho (goblok). Ada lagi kata lainnya yang jarang dipakai seperti Donkusai dan Dabo yang juga berarti goblok.

Contoh: Honma ni aho ya naa – Hontou ni baka da ne
(benar-benar goblok nih)

Akan

Kata Akan (baca: akang) dalam dialek Kansai adalah padanan dari kata Dame (jelek/tak boleh/jangan)

Chau

Chau merupakan bentuk singkat dari Chigau (bukan/beda) dan dipakai dalam konteks yang sama. Banyak kata-kata dalam dialek Kansai yang merupakan bentuk pengucapan singkat dari kata Jepang standard.

Contoh lainnya:
Choo dari kata Chotto (sedikit)
Omoroi dari kata Omoshiroi (menarik)
Ookini dari kata Ookini arigatou (terima kasih banyak)

-hen, bentuk negatif

Bentuk umum -nai dalam bahasa Jepang standard berubah menjadi bentuk -hen dalam dialek Kansai. Memang di daerah tertentu ada beberapa varisi bentuk -hen, akan tetapi tetap saja bentuk negatif -hen yang paling umum dan sering dipakai dalam dialek Kansai.
Contoh:

Wakaranai -> Wakarahen (tidak mengerti)
Ikanai -> Ikahen/Ikehen (tidak pergi)
Oboenai -> Oboehen (tidak ingat)

H menggantikan S

Banyak kata-kata yang menggunakan S vokalnya disamarkan menjadi H. Misalnya kata -san (panggilan orang) menjadi -han

Contoh:
Tanaka-san -> Tanaka-han
Oba-san -> Oba-han (bibi/tante)
Wakarimasen -> Wakarimahen (tidak mengerti)

Honma

Kalau bahasa Jepang standard menggunakan Hontou (sungguh/benar), padanan dalam dialek Kansai adalah Honma dengan arti dan pemakaian yang sama. Kata lain yang juga sering dipakai oleh orang-orang non-Kansai adalah Maji

Contoh:
Hontou ni ikanai ka -> Honma ni Ikahen ka?
(beneran nggak pergi nih?)
Hontou ka yo? -> Maji ka yo? (beneran nih?)

Meccha/Metcha

Padanan dari kata Totemo (sangat)

contoh:
Ano bangumi wa totemo omoshiroi desu
Ano bangumi wa meccha omoroi ya
(Acara itu sangat menarik deh)

Naiya

Padanan dari kata Nani (apa)

Contoh:
Nani kore? -> Naiya kore? (apa ini?)

Video klip dibawah ini adalah cover version Englishman in New York yang dibawakan oleh Masao Taneura dengan menggunakan lirik berdialek Kansai berjudul Kansai-jin in Tokyo (Orang Kansai di Tokyo).

10 thoughts on “Berkenalan dengan beberapa kata dialek Kansai

  1. kata Aho bagi orang Kansai lebih ke arah bentuk guyonan

    jadi inget kalo di anime2, kalo ada adegan konyol, di belakang ada gagak berkotek “ahooo… ahoo…”😛

    selain itu, “boke kaero” sering kedenger kalo nonton keroro😛

    Meccha/Metcha

    kok kalo ini saya dengernya rada negatif ya artinya😕
    “meccha kuccha” itu artinya apa?
    denger di eroge soalnya
    (ninja)

  2. Hoo, anime Lovely complex kayanya dari Kansai ya? Banyak banget pake -ya dan nyebut Aho😛
    Udah gitu heboh banget kalo ngomong, kaya satu RT denger😛

  3. Wah, baru aja mau nyebut Lovely Complex, udah keduluan sama Grace😀
    Kalo ngga salah, itu emang pengarangnya sengaja pake dialek Kansai waktu nulis manga-nya😛

    • @ Arm-han
      Sorry deh, gak bisa komentar lbh banyak, soalnya gak ngikutin Keroro:mrgreen:

      meccha kucha (dan padanannya) sama dengan mecha-mecha, artinya juga sama koq konteksnya dengan meccha dalam dialek kansai (sangat/teramat). Tapi kalau dalam bahasa Jepang standard, artinya berantakan.
      Erogame? waduh, gak pernah main sama sekali sejak tinggal di Jpg. Banyak orang aslinya yg lalu lalang sih😈

      @Gure-chan & Fe-chan
      Rabu.com?😆
      betul-betul. Itu anime beda sendiri tuh. Kalau anime lain, paling satu dua tokoh yg ngomong kansai. Tapi Rabu.com malah semuanya ngomong kansai-ben (atau tepatnya Osaka-ben). Setting ceritanya aja di Osaka koq, wajar aja semua tokoh ngomong dialek Osaka baik dalam manga maupun anime.

      Dulu pas aku nonton annoyed banget tuh. kebayang khan? umpamanya saja ada orang asing belajar bahasa Indonesia, lalu nonton anime di TV yang semua tokohnya ngomong pake bahasa gaul berlogat betawi. Misalnya saja:

      Gue tuh gak bakalan ngacir kayak elo-elo pade

      Pas diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:
      “Saya itu tidak akan lari seperti kalian semua”

      Nah loh… nggak nyambung khan😆

      @Gure-chan
      Hehehe… sengaja nggak kumasukkan partikel -ya dibelakang kalimat sebagai pengganti -da. Kalau kutulis, berarti harus menjelaskan partikel -nen, -neya, -ten dll yang malah bakalan bikin ribet:mrgreen:

  4. Dialek Kansai ngingetin sama Trio Kyoto (Ryuuji ‘Bon”,Renzou Shima,,Konekomaru) dari manga Blue Exorcist

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s