Obrolan Singkat

Semenjak berada di lingkungan kerja, percakapan yang terjadi dengan orang-orang di lingkungan sekitar tidaklah semenarik percakapan dengan orang-orang dalam lingkungan akademik. Kebanyakan dari topik pembicaraan tak jauh dari soal pekerjaan, sehingga kadang agak membosankan dan hampir tak ada hal yang menarik untuk diceritakan. Hanya saja kadang-kadang aku terlibat obrolan singkat dengan sesama rekan pekerja di luar kerjaan, baik itu dengan karyawan Jepang maupun pekerja asing. Dibawah ini ada beberapa obrolan singkat yang kukira cukup menarik untuk diceritakan

  • Cepat kaya

Obrolan ini terjadi setelah rombongan kami puas karaoke dan beberapa rekan diantaranya mengajak untuk menghabiskan malam dengan minum di kedai sake. Aku menolak dengan halus karena memang tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. Lucunya salah satu rekan nyeletuk bercanda:

Wah….. Kamu nggak minum sake, nggak main pachinko (berjudi maksudnya), nggak ngerokok, nggak main perempuan. Duit gaji kamu sebagian besar utuh dong! Kayaknya kamu bakalan cepat kaya deh! Hahahahaha…..

Catatan: Jadi teringat obrolan dengan orang lain dalam waktu yang berbeda:mrgreen:

  • Bukan pacar

Kali ini obrolannya terjadi ketika pulang kerja. Seorang rekan kerja bernama Kimura ngobrol denganku tentang pacaran.

Kimura: Waktu kamu kencan dengan pacarmu jaman SMA, kamu berhubungan seks dengan dia berapa kali?
Aku: Apa? Kita nggak pernah nge-seks koq, sekalipun nggak pernah.
Kimura: Kanojo to sekusu sinai to koibito janai yo! (Kalau nggak nge-seks dengan cewekmu bukan pacar dong!)
Aku:😐

Catatan: Ngobrol dengan orang beda pola pikir memang nggak nyambung.

  • Tetangga

Kejadian ini berlangsung pada minggu pertama aku masuk kerja sebagai karyawan baru. Sangat jarang ada orang asing (non-Jepang) dengan status karyawan tetap dalam perusahaan, sehingga keberadaanku sebagai satu-satunya karyawan baru asal Indonesia menarik perhatian yang lain. Selain karyawan tetap, masih ada 3 status pekerja lain yaitu karyawan kontrak, karyawan asing yang magang (kenshuu-sei) dan pekerja sambilan (arubaito). Selesai makan siang, ada 3 orang dalam ruangan istirahat yang tersisa yaitu aku sendiri, seorang Nikkei Brazil (Orang Brazil turunan Jepang) bernama Fujita dan seorang karyawan kontrak asal Filipina dipanggil CJ (baca: See Jay). Aku baru tahu dibelakangan hari kalau ibu CJ yang janda, menikah dengan orang Jepang dan membawa CJ untuk tinggal bersama di Jepang. Dua tahun yang lalu, CJ yang masih kelas 1 SMA di Filipina ogah menyambung pendidikannya di Jepang dan memilih untuk mencari uang dengan bekerja sebagai karyawan kontrak. Berhubung CJ yang masih usia anak kelas 3 SMA, dia mencoba sok akrab denganku si karyawan baru.

CJ: Hey, kamu karyawan baru yah? Asal dari mana?
Aku: Eh… iya, saya dari Indonesia.
CJ: Ooooh….. Indonesia, yang di sebelah Pakistan itu!

…. hening sejenak karena aku bingung mau bilang apa, hingga Fujita tiba-tiba menyela

Fujita: Baka! Indonesia tuh tetangga negaramu tau! Masa kamu gak tau negara apa aja yang ada di sekitar Filipina? Aku aja yang orang Brazil tau kalau negara kalian ada di Asia Tenggara!
Makanya, sekolah lagi sana! Bukannya lanjutin sekolah, malah nyari duit. Pantesan otakmu kosong, isinya duit melulu!

dan akupun jadi serba salah………
dan CJ pun ngeloyor keluar dengan muka merah menahan malu……

Catatan: Memangnya di Filipina tidak ada pelajaran Geografi? Atau emang CJ tukang tidur di dalam kelas😈

  • Hayaguchi

Obrolan yang ini juga melibatkan Kimura yang diatas, hanya saja kejadiannya di waktu yang berbeda. Ketika itu kami berdua sedang membahas musik Jepang dan ketika Kimura menanyakan grup musik favoriteku,

Kimura: Tokyo Jihen? Koq bisa? Lagu-lagu mereka khan aneh-aneh!
Aku: Bagi kupingku sih enak-enak aja.
Kimura: Pasti gara-gara Shiina Ringo kawai (cute) yah!
Aku: Enak aja, emangnya Tokyo Jihen jualan tampang kayak Morning Musume?
Kimura: Apa? Ngomongnya perlahan dikit dong, kupingku nggak nangkep?
Aku:😐

(thinking: Lha? yang orang asing itu emangnya siapa?)

Catatan: Hayaguchi adalah panggilan untuk orang yang bicaranya cepat sehingga lawan bicaranya sulit menangkap kalimat yang diucapkan.

10 thoughts on “Obrolan Singkat

  1. Hanya saja kadang-kadang aku terlibat obrolan singkat dengan sesama rekan pekerja di luar kerjaan, baik itu dengan karyawan Jepang maupun pekerja asing.

    Missing academic life already? Come on apply for PhD!:mrgreen:

  2. Halah salah quote. Maksudnya ini.

    Semenjak berada di lingkungan kerja, percakapan yang terjadi dengan orang-orang di lingkungan sekitar tidaklah semenarik percakapan dengan orang-orang dalam lingkungan akademik.

  3. CJ: Ooooh….. Indonesia, yang di sebelah Pakistan itu!

    yang ini saya asli ngakak😆

    hmm… di semifinal Piala AFF Indonesia ketemu Filipina lho… dan karena di Filipina tidak ada stadion yang memenuhi syarat FIFA, kemungkinan bakal digelar di Malaysia partai home Filipina-nya:mrgreen:😀

    eh tapi yang logika cepet kaya betul juga lho.. kan relatif utuh duitnya:mrgreen:

    • @Arm
      Saya ngerti sih kalau yang dimaksud itu India. Tapi, astaga….. tetangga sendiri gak tau letak Indonesia?
      Bukan cuma itu doang, aku malah pernah ditanya orang Filipina lain, “Di Indonesia ada musim dingin nggak?”😯

      *Kalau musim banjir sih sering*

  4. kyahaha, saya.suka.komen Fujita.*diucapkan dgn penekanan tiap suku kata*
    .
    .
    Btw, untuk percakapan di atasnya, apa mungkin memang karna si jepang ndak pernah ketemu sama orang yg pacaran biasa-biasa aja ya sebelumnya.

    • @snowie
      Si Fujita itu emang orangnya suka ngomong langsung tembak😆

      Jepang yang diatas itu emang pikiran orangnya rada beda. Kadang kalau ngobrol dgnku rada nggak nyambung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s