Meiji Mura

Libur tahun baru di Jepang dimulai setelah Natal berakhir (Natal bukan hari libur nasional), karena masyarakat Jepang tidak mengenal sistem libur hari raya keagamaan. Rata-rata waktu libur tahun baru sekitar 1 minggu untuk memberi kesempatan para karyawan mudik dan pulang kampung mengunjungi sanak saudara. Kalau dipikir-pikir, tahun baru di Jepang mirip dengan Lebaran di Indonesia, hanya saja suasananya lebih sepi dan kusyuk tanpa ada suasana hura-hura (kalaupun ada, hanya di kota-kota besar yang terpengaruh budaya tahun baru ala barat)

Tanggal 30 Desember kemarin, aku dan temanku memanfaatkan waktu libur ini untuk berkunjung ke Meiji Mura (kampung Meiji). Sebetulnya aku punya rencana untuk backpacking ke kota Kobe, sayangnya tiket Juuhachi Kippu yang murah meriah itu tak berhasil kuperoleh. Jadinya plan B untuk ke Meiji Mura yang dilakukan. Kunjungan ke Meiji Mura ini merupakan yang kedua kalinya buatku, setelah pertama kali berkunjung sekitar tahun 2008. Dulu masih sempat naik kereta api uap yang dioperasikan untuk mengantar para pengunjung berkeliling Meiji Mura, sayangnya kali ini lokomotifnya sedang diservis sampai bulan Februari sehingga kami berdua terpaksa menggunakan bis untuk berkeliling sambil jalan kaki (tentunya untuk menikmati secara penuh lebih baik berjalan kaki).

Meiji Mura adalah museum khusus dengan lokasi mirip kota kecil yang menampilkan segala macam pernak pernik jaman Meiji (1867-1912) hingga awal jaman Showa. Yang menjadi keunikan tersendiri adalah, yang ditampilkan dalam lokasi museum ini bukan hanya benda-benda bersejarah biasa, melainkan juga bangunan-bangun yang didirikan jaman Meiji. Uniknya, bangunan-bangunan ini bukan sekedar replika melainkan bangunan asli yang dipindahkan dan dibangun ulang di kawasan Meiji Mura.

Kunjungan kali ini agak terganggu dengan hujan gerimis, sehingga beberapa foto yang kuambil kurang bagus kualitasnya akibat gangguan hujan. Walaupun demikian, kunjungan ke Meiji Mura lumayan mengobati rasa kecewa gagal backpacking ke Kobe. Mungkin dalam liburan selanjutnya aku akan melanjutkan rencana backpacking ke arah barat Jepang.

Link album foto pribadi
Link resmi Meiji Mura

3 thoughts on “Meiji Mura

    • @Ellious Grinsant
      Tentunya nggak mungkin langsung diangkat utuh semuanya lalu dipindahkan:mrgreen:
      Kalau bangunan dari kayu tentu lebih mudah membayangkannya, papan di preteli satu persatu lalu dibangun ulang seperti bentuk semula.
      Kalau bangunan dari batu bata, batanya dipreteli juga satu persatu lalu disusun ulang di Meiji Mura. Tentunya tidak seluruh detail bangunan asli, karena tentu ada bagian yang sudah aus dimakan usia (atau bisa juga ada batu bata yang sudah rusak) sehingga ketika dibangun ulang ada bagian2 tertentu yang menggunakan bahan bangunan baru.

      Bangunan dari kayu setahuku asli, tapi karena dimakan usia (terutama bangunan dimasa awal era Meiji) pengunjung dilarang masuk ke dalam ruangan tertentu, hanya boleh melihat dari luar. Untuk beberapa bangunan bertingkat, pengunjung dilarang naik ke atas loteng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s