Over Dosis

Karl Marx bilang agama itu candu bagi masyarakat.
Benarkah demikian?
Mungkin ya kalau dikonsumsi dengan dosis berlebih.
Tapi akan menjadi obat hati jika digunakan dengan dosis yang tepat.

Seperti apakah akibat penggunaan agama yang over dosis?

Bisa menyebabkan pikiran melayang,
tak menghiraukan dunia yang fana,
hanya ingin dekat dengan yang Maha indah,
teler berat dinaungi jubah sang sufi

Bisa pula menyebabkan efek samping,
merasa candunya yang paling bisa bikin teler,
memaksa orang yang belum teler untuk menambah dosis,
gampang mengamuk dipuncak keteleran

4 thoughts on “Over Dosis

  1. @Sweet Martabak
    Kalau over dosis, biasanya sulit disembuhkan. Tapi si over dosis ini biasanya jinak karena tak perduli sama yang lain, kecuali kekasihnya yang Maha indah.

    Tapi kalau over dosis dengan efek samping, sebaiknya direhabilitasi dalam klinik berbentuk pulau bernama Battle Royal. Hanya sesama orang teler yang bisa menyadarkan sesama mereka dari kecanduan.

  2. Wah menurut saya, kalau mau adil sih teks aslinya harus dirunut juga. Sebab pada teks aslinya, masyarakat penganut agama lah yang butuh ‘candu’ itu untuk bertahan hidup. Maka itu, disebut pula sebagai candu.

    Namun kalau mau melihat ulasan yang lebih baik mungkin Agan bisa lihat di link ini http://marxmyths.org/cyril-smith/article2.htm

    Kecanduan itu bukan hanya pada agama, dalam lagu working class hero John Lennon sudah menceritakan bahwa selain agama, ada obat-obatan, sex, dan televisi yang juga dapat membuat manusia ‘lari dari kenyataan’ dan lalu jadi kecanduan.

    • Wah menurut saya, kalau mau adil sih teks aslinya harus dirunut juga

      Waduh, saya bikin postingan dalam bentuk puisi bebas. kalau teks asli dirunut juga bisa panjang lebar jadi prosa dong. Bang Aip kayaknya lebih lihay deh kalau manjang2in yang ini, silahkan dirunut aja.

      masyarakat penganut agama lah yang butuh ‘candu’ itu untuk bertahan hidup.

      Saya mendasari kata-kata diatas mengacu pada problem sosial kemasyarakatan di Indonesia. Kebetulan yang saya tuju adalah kelompok agama yang “terlalu bersemangat” mengamalkan kepercayaannya hingga mengacau dan melukai orang lain. mirip dengan orang setengah mabok, teler sampai pingsan nggak, sadar mencelakai orang lain juga nggak.
      Candu itu menurut saya fungsinya untuk mengalihkan diri (saya lebih suka sebut demikian dari pada lari) dari kenyataan (seperti yang ditulis di paragraf duanya bang aip), bukan untuk bertahan hidup. Toh fungsi agama juga antara lain sebagai wahana penampung kegalauan hati yang tak bisa di selesaikan oleh perangkat kenyataan (aka dunia). Toh kita tau lah kalau Karl Marx mengadopsi teori-terinya berdasarkan rasionalitas, karena itu yang tidak rasional dianggap buang2 waktu dan pikiran. Tapi kalau kita tanya Sigmund Freud, mungkin jawabannya lain lagi:mrgreen:

      Oh ya, ma kasih atas link nya.

      John Lennon sudah menceritakan bahwa selain agama, ada obat-obatan, sex, dan televisi

      Ah… Lennon juga kecanduan dan melarikan diri dari kenyataan dengan candu beneran dan “candu musik” nya. Dia khan cuma ingin orang lain ikut2an membenarkan gaya hidup dan pola pikirnya😆
      btw, saya juga suka koq sama lagu Imagine-nya beliau. tepat banget seperti yang bang aip bilang, Lennon ngayal dan melarikan diri dari kenyataan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s