Blogger dan Facebooker

Apakah teman blogger mesti masuk friend list facebook?


Sebenarnya pertanyaan ini sudah lama kuajukan pada diri sendiri. Dulu aku ikut facebook hanya untuk berhubungan dengan keluarga dan teman-teman sekolah (dari TK, SD sampai kuliah), intinya sih facebook dengan private friend list. Seiring berjalannya waktu, beberapa teman blogger menanyakan alamat facebook milikku, dan kutolak halus. Tapi karena beberapa teman blogger yang mempunyai pola pikir cocok denganku meng-add account facebook-ku, jadilah ku-approve. Lama kelamaan bagaikan MLM, merambat ke teman blogger lain dan semuanya ku-approve. Tapi koq privasiku dalam ber-facebook jadi sangat berkurang, mungkin itu alasan denmas sora yang beranonim dalam ngeblog dan ber-facebook. Jadinya langkah selanjutnya, aku men-deaktivasikan account sambil memilih blogger mana yang kira-kira lebih enak diajak berteman lewat blog daripada facebook. Setelah aktif kembali dan meng-unfriend puluhan nama (termasuk banyak nama teman-nya teman yang teman aja gak kenal). Hasilnya ada yang rada tersinggung dan ada juga yang tetap main ke blog (terutama blogger penggemar film), cuek dengan unfriend di facebook. Terus terang saja aku rada menyesal juga sih, tahu begitu aku bikin mode hidden aja untuk profil-profil tertentu.

Akhirnya aku memutuskan tidak akan menambah daftar teman, kecuali bagi yang kenal langsung. Sedangkan daftar teman blogger dalam facebook yang sekarang, tetap kupertahankan tanpa menambah nama baru. Entahlah sampai kapan, tapi mungkin kebijakan teman blogger dan facebooker seperti ini akan tetap berjalan hingga aku tidak perduli lagi dengan privasi. Atau mungkin juga dengan cara kopi darat, teman blogger yang tadinya tak kenal langsung bakalan menjadi teman yang kenal langsung.

Ngomong-ngomong soal privasi, aku akhirnya buka account baru khusus untuk berhubungan dengan kerabat dekat (berhubung dengan kondisi jauh di seberang pulau). Selain mencoba untuk membagi antara privasi dan non-privasi dengan 2 account, kupikir tak ada salahnya memberikan batas antara teman blogger dan teman facebooker.

Bagaimana dengan anda? Kira-kira alasannya apa? Sudilah kiranya berbagi pendapat dan pengalaman.:mrgreen:

15 thoughts on “Blogger dan Facebooker

  1. kalo saya sih, tadinya facebook emang cuma buat temen dunia maya

    tapi semakin ke sini kok di list saya malah banyakan temen di dunia nyata😆

    prinsip saya sih, facebook bukan sesuatu yang kudu diserius-seriusin amat, seperti halnya blog, buat main-main aja😀

    dan sebisa mungkin (kalo ga direquest duluan) ga nambah friend😛

    apalagi temen (baca: atasan :P) di kantor, ga bakal saya add kecuali terpaksa😛

  2. Yah semua nya teman lah~ Mau temen FB temen twitter temen blog, kan semua teman dan semua senang \\(^o^)//

    Duh gua jangan di-remove ya Ndo. Sumpah saya anak baik2 koq😥

  3. Tapi koq privasiku dalam ber-facebook jadi sangat berkurang, mungkin itu alasan denmas sora yang beranonim dalam ngeblog dan ber-facebook.

    Sebenarnya memang begitu alasannya.😛 Saya dari awal ngeblog udah merasa, bakal gimanaa gitu kalau IRL dan internet tercampur-baur. Prinsip saya sih “tidak semua hal mesti diceritakan ke seluruh dunia”. Bayangin aja urusan keseharian/masalah keluarga bocor ke 100+ teman FB. Beuh. x(

    Plus, antara IRL dan maya pergaulannya beda. Cara berpikirnya beda, value-nya juga beda. Harus hati2 mengatur interaksi keduanya IMHO.😕

  4. Ya, tergantung fungsi FB nya juga sih…di FB saya nyampur semua, temen sekolah, saudara, blogger, bahkan murid. xP
    Karena bagi saya FB fungsinya berbagi kabar suka rela, dan kebetulan juga temen-temen blogger yang masuk ke FB friend saya adalah mereka yang udah kenal lama di blog juga, jadi saya mah ndak masalah…

    Tapi emang nggak enak juga si temenan sama yang nggak kenal, atau nggak deket, itu juga alasan saya jarang-jarang nge-add friend, dan sering me-ignore friend request dari yang ndak dikenal.
    tapi, di ignore saat meng-add ngak enak juga rasanya ternyata. Karma kali ya…😛

    jadi kesimpulannya, ndak mesti juga temen di blog jadi temen di FB. Apa lagi kalau kita berpendapat FB itu sesuatu yang privasi.😉

  5. Kalo saya sih emang punya dua akun FB. Yang satu khusus buat temen2 dan keluarga yg satu untuk kenalan di sekolah yaitu anak-anak dan ortu mereka yg kepengennya aja tersambung sama guru anaknya kapanpun dimanapun (namanya juga ortu anak SD). Maksudnya dipisah biar di akun yg pertama bisa bebas gua-elo tanpa diprotes anak-anak. Tapi dua-duanya gak gitu aktip, sih, hehe..

  6. saya malah sudah lama gak buka-buka facebook serius gitu. paling kalau sedang main virtual flyer untuk booking penerbangan *serius amat mbak*
    tapi soal FB saya memang pilih-pilih. kalau tak kenal ya tak diapprove, intinya gini saya tak mencari teman baru di sana.
    tetapi memang awalnya malah FB malah banyakan bloggernya, wong teman-teman saya di dunia nyata malah baru-baru saja pada punya FB.
    dan blogger yang saya add atau approve adalah blogger yang saya suka komen di blognya atau sebaliknya…
    kalau saya sih pasrah saja. tidak digusur dari daftar teman ya syukur.. kalaupun iya, tak apa-apa. itu kan hakmu…
    saya sendiri pernah juga meng-unfriend orang hanya karena yang bersangkutan selalu mentag barang jualannya di wall saya…

  7. Tadinya aku juga berpikir, toh sudah berteman di blog, buat apa lagi sih berteman di FB. Tapi karena ada beberapa blogger yang memang akrab, jadilah masuk ke dalam kelompok “blogger”. Lalu mulai ada juga pembaca blog (yang tidak punya blog) minta add, dan masuk ke kelompok TE Reader. Kemudian mulai temannya blogger yang aku add minta add. Karena pernah membaca blog dia ya sudah aku add juga. Nah yang susah yang seperti kamu bilang, si temennya temen blogger merasa bahwa semua blogger harus diapprove. Biasanya aku lihat kalau memang dia aktif ngeblog dan tulisannya bagus, aku add, kalau tidak ya ogah! Apalagi kalau dia juga tidak pernah sekali pun berinteraksi baik di blog maupun FB. FB ku sih selain foto yang lainnya hampir sama dengan blog. Bahkan aku lebih menulis terbuka di blog drpd di FB😀 (takut ketahuan saudara-saudara malahan😀 hihihi)

    Well, sekali kita sudah pasang nama (biarpun nama palsu) di jagat maya ini kedok kita akan terbuka di mana-mana kok. Skr tinggal kitanya siap atau tidak.

    Soal unfriend teman di FB itu aku juga sering kok😀 Masa bodoh lah! Yang aku juga sebal sebetulnya kalau ditag pada setiap post atau foto yang dipublish org tertentu.

    EM

  8. @Arm Kai

    facebook emang cuma buat temen dunia maya

    Walah, kebalikan dari saya dong.🙂

    prinsip saya sih, facebook bukan sesuatu yang kudu diserius-seriusin amat, seperti halnya blog, buat main-main aja

    wew… mainan anak sekarang… facebook dan ngeblog. emangnya gundu😆


    @Aprets

    Sasuga seleb facebook
    *lirik temen Aprets 1500-an vs temenku 197*😯

    Duh gua jangan di-remove ya Ndo.

    Lah, kan udah dibilang nggak bakalan ngurangi jumlah teman yg sekarang, walau kayaknya jadi sulit buat nambah daftar dgn nama baru yg gak kenal langsung.

    @sora9n

    Bayangin aja urusan keseharian/masalah keluarga bocor ke 100+ teman FB. Beuh. x(

    Dulu beberapa kali aku nulis note dgn gaya sarcasm di facebook ttg hal ini. Berantem sama pacar nulis status, baikan sama pacar nulis lagi, kalau pas lagi selingkuh juga jangan2 ditulis diupdate status😆

    antara IRL dan maya pergaulannya beda. Cara berpikirnya beda, value-nya juga beda.

    Setuju denmas! Untuk kasus blog emang udah kubedakan, tapi yah… yang facebook jadinya sekarang malah campur baur

    @Akiko

    di ignore saat meng-add ngak enak juga rasanya ternyata. Karma kali ya…😛

    Maap uni, kalau saja uni nge-add lebih cepat beberapa bulan sebelumnya. Kalau saya bedakan perlakuannya, ntar keliatan banget pilih kasih. Eh, kalau kopdar khan statusnya jadi kenal langsung. Kapan ke Jakarta? ntar kalau pas saya pulang bisa kopdar kali yah:mrgreen:

    @AL

    Yang satu khusus buat temen2 dan keluarga

    Bu AL nggak punya account khusus buat blogger yah? maksudnya teman2 yg sekarang disitu khan nyampur antara teman maya dan dunia nyata.
    Walah ntar malah jadi 3 account yah? Tambah jarang aktif dong😆

    @itikkecil

    kalau saya sih pasrah saja. tidak digusur dari daftar teman ya syukur.. kalaupun iya, tak apa-apa. itu kan hakmu…

    Santai aja mbak itik, yang daftar fb sekarang kayaknya gak bakalan berkurang, walau kemungkinan besar nggak nambah (kecuali dgn ketentuan diatas)

    saya sendiri pernah juga meng-unfriend orang hanya karena yang bersangkutan selalu mentag barang jualannya di wall saya…

    😆
    Yang ini pernah kubahas di blog😆

    @Mbak Imel

    Bahkan aku lebih menulis terbuka di blog drpd di FB😀 (takut ketahuan saudara-saudara malahan😀 hihihi)

    Lah, emangnya saudara2 mbak Imel nggak ada yg ngikutin blog TE? Padahal cerita perkembangan Riku dan Kai banyak disana, di fb paling cm foto2 mereka beranjak dewasa tanpa cerita2nya yg lucu dan seru.😀

    Well, sekali kita sudah pasang nama (biarpun nama palsu) di jagat maya ini kedok kita akan terbuka di mana-mana kok. Skr tinggal kitanya siap atau tidak.

    Betul mbak. Jaman sekarang sih udah banyak intelnet yg kalau iseng nyari2 detail info orang sampai ketemu lengkap, walaupun kita udah pakai nama samaran. Aku tadinya pakai nama blog review dgn nama asli, tapi koq lama2 ada aja troll numpang lewat mengganggu. Jadinya kukurangi demi privasi, eehhhh malah nanggung. private nggak, anonim juga nggak. Boleh dibilang anonim malu-malu kucing lah:mrgreen:

    Soal unfriend teman di FB itu aku juga sering kok😀 Masa bodoh lah!

    Wow… kayaknya aku mesti belajar bersikap cuek sama mbak Imel nih:mrgreen:

  9. Kapan ke Jakarta?

    Belum tau, jadwal paling mungkin di waktu-waktu libur sekolah… tapi yang jelas nanti kalo mau ke Jawa saya update di status FB sih..😎

    Eh, kalau kopdar khan statusnya jadi kenal langsung. ….ntar kalau pas saya pulang bisa kopdar kali yah:mrgreen:

    apa ini maksudnya undangan kopdar? Wha, atas undangannya terima kasih sebelumnya… ^^

  10. pada awalnya… saia juga pilih2 kalo meng-approve teman FB… Tapi, setelah saia berpikir baik-buruknya… akhirnya memang saia makin selektif meng-approve teman di FB…*tetap makin selektif..

    sekarang2 ini.. malah ada yang saia remove dari list teman FB.. bukan karena apa-apa.. tapi karena memang saia sama sekali tidak kenal dgn si empunya akun… plus tidak pernah sama sekali berinteraksi via FB..
    Rasanya itu toh sah-sah saja..
    Memang, sih.. FB sekarang lebih bisa di setting lebih private… tapi tetap saja bisa bocor dan kita merasa tidak nyaman…

    Makanya.. akhir2 ini Friendlist saia bukannya nambah.. tapi malah berkurang.. he.. he…😀

  11. apa ini maksudnya undangan kopdar?

    Anu… emangnya kopdar itu harus pake undangan? Wah saya nggak tau, gak pernah kopdar sih. pengennya pulang pas bisa kopdar doang sama blogger lain, dan kayaknya gak perlu undangan… kali yah?
    *nanya sama yg sering kopdar*

    @putri

    FB sekarang lebih bisa di setting lebih private… tapi tetap saja bisa bocor dan kita merasa tidak nyaman…

    Yah seperti kata mbak imelda diatas, “Well, sekali kita sudah pasang nama (biarpun nama palsu) di jagat maya ini kedok kita akan terbuka di mana-mana kok. Skr tinggal kitanya siap atau tidak. ”
    Makanya sekarang upload foto, data diri lengkap, dll yg sangat privasi sudah banyak kuhapus. Kadang tag foto oleh teman, ku-untag karena males dimunculkan di profil depan (kecuali foto2 jadul)

  12. Apakah teman blogger mesti masuk friend list facebook?

    Tidak. Masa itu telah berlalu.. *halah*

    Sama seperti Arman, awalnya facebook saya isinya teman-teman yg kenal online. Jadi isinya ya rata-rata blogger. Begitu facebook ngetop, bermunculan lah teman dari SD SMP SMA, keluarga, alumni, entah siapa. Awalnya coba dipisah-pisah listnya sambil mikir yang di list keluarga-sejawat-teman masa lalu cuma kebagian beberapa info saja. Lama-kelamaan capek juga, terlalu riuh, banyak “drama kehidupan” yg saya tidak mau tau. Ya sudah. Dibiarkan saja terbengkalai. Pindah taman bermain ke layanan sebelah.

    Lagipula, namanya blogger bermainnya di blog dong *eh*

    Kalau soal pemisahan teman maya-IRL, sudah terlambat di saya.😐

    • @Takodok
      Sepertinya kita berangkat dari start yang berbeda tapi terdampar di finish yang sama:mrgreen:
      Emang ribet sih misah2in si ini masuk list ini, si itu masuk list itu. Ujung2nya malah aku jadi strict gara2 kebingungan.

  13. Kyaa.. Kalo tiga tambah pusing, dong, ya.. Tambah males nanti. Gak masalah sih orang dunmay dengan nyata nyampur. Saya kira, toh kebanyakan gak gitu mau tau dengan kehidupan yang lain. Kecuali ada hal-hal tertentu. Cuma menurut saya kalo anak-anak bagaimanapun memang harus dipisahkan. Guru itu kan di gugu dan ditiru. Apalagi guru SD yang bagi anak-anak itu orang yang HEBUAT banget. Gak mau jadi pengaruh yang buruk untuk mereka aja.

    Tapi kalo unfriend (atau unfollow dan bahkan block) itu biasa aja, deh. Mungkin bisa dipake tricknya temenku, dia bikin akun baru lalu mengabarkan pada orang-orang yg dia mau unfriend untuk pindah ke sono. Bikin alasan. Kemudian, nongol di akun yg satu lagi itu jaraaaaaang…

    • @AL

      kalo anak-anak bagaimanapun memang harus dipisahkan

      Eh, saya malah banyak meihat orangtua yang memasukkan fb anak2nya kedalam list family loh. Bukankah orangtua juga sosok yang di gugu dan ditiru anak2nya? memang sih alasan orangtua biasanya, agar bisa memantau fb anak2nya. Tapi khan kalau orangtua tsb bikin update status yg “kurang baik utk anak2”, walaupun tujuannya mungkin untuk teman2 orangtua, jadinya gimana gitu😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s