Jidaigeki: Sengoku Jidai

Tulisan serial Sengoku Jidai ini adalah rangkuman hasil baca-baca beberapa tulisan sejarah Jepang yang berfokus pada masa pergolakan yang disebut Sengoku Jidai (masa negara berperang). O iya, dengan tulisan ini pula aku menggunakan kategori Jidaigeki untuk tulisan sejarah. Jidaigeki sendiri berarti period drama untuk mengkategorikan film-film yang bersetting dimasa lalu (terutama era samurai). Anggap saja tulisan kategori Jidaigeki layaknya nonton film sejarah:mrgreen:

織田信長 「鳴かぬなら殺してしまえ時鳥」
豊臣秀吉 「鳴かぬなら鳴かしてみしょう時鳥」
徳川家康 「鳴かぬなら鳴くまで待とう時鳥」
Terjemahan:
Oda Nobunaga: “Burung tak mau nyanyi, bunuh saja.”
Toyotomi Hideyoshi: “Burung tak mau nyanyi, bujuk sampai bernyanyi.”
Tokugawa Ieyasu: “Burung tak mau nyanyi, tunggu sampai bernyanyi”

Sebenarnya hitungan masa Sengoku Jidai dimulai sejak semakin berkurangnya pengaruh kekuasaan klan Ashikaga di Jepang sebagai Shogun periode Muromachi. Namun yang menjadi pusat Sengoku Jidai adalah proses unifikasi Jepang dibawah satu penguasa yang dimulai sejak jaman Oda Nobunaga bergerak menyatukan Jepang, dilanjutkan unifikasi penuh oleh Toyotomi Hideyoshi, dan diakhiri dengan pembentukan pemerintahan dan kontrol unifikasi oleh Tokugawa Ieyasu.

Puisi pendek diatas adalah salah satu gambaran sifat 3 penguasa yang menyatukan Jepang berdasarkan gaya mereka memerintah. Oda Nobunaga dikenal kejam setelah membantai penghuni kuil Enryoku sekali bakar dimana di dalamnya termasuk wanita dan anak-anak, Toyotomi Hideyoshi dikenal cerdik penuh muslihat setelah memperoleh kekuasaan melewati jalan berliku dari posisi rendahan, sedangkan Tokugawa Ieyasu dikenal sabar dan penuh perhitungan untuk menikmati hasil yang telah diusahakan oleh mereka bertiga setelah melewati waktu yang panjang.

8 thoughts on “Jidaigeki: Sengoku Jidai

  1. @jensen
    Oh… jenderal utamanya Hideyoshi yah?
    Yukimura memang jenderal hebat, bapaknya juga jenderal hebat, abangnya juga jenderal hebat. Kayaknya keluarga Sanada memang keluarga jenderal hebat yah😆

  2. saya jadi inget postingan awal2 saya di blog😆😛

    kesimpulannya, orang sabar disayang Tuhan😎😛

    btw, yang paling banyak dikenal emang 3 itu ya, kalo lebih ke awal lagi bertebaran nama daimyo hebat macem Takeda atopun Uesugi😉

    • saya jadi inget postingan awal2 saya di blog😆😛

      Ah ya…. ntar saya kunjungi lagi yah, buat mengenang masa lalu😆

      kesimpulannya, orang sabar disayang Tuhan😎😛

      Yah, bukan sabarnya itu loh, tapi Ieyasu emang orangnya penuh perhitungan.

      yang paling banyak dikenal emang 3 itu ya, kalo lebih ke awal lagi bertebaran nama daimyo hebat macem Takeda atopun Uesugi😉

      Sebenarnya alasannya karena bukan yang paling banyak dikenal, melainkan yang paling berhasil dijamannya. Nobunaga hampir berhasil menyatukan Jepang, kalau saja tidak keburu dibunuh. Hideyoshi berhasil menyatukan Jepang. Ieyasu berhasil membentuk sistem pemerintahan utk Jepang g sudah disatukan. Daimyo yg lain emang ada, tapi boleh dibilang gagal dibanding tiga nama diatas..
      Takeda dan Uesugi berada dijaman yang sama loh, bukan diawal jaman mereka bertiga. Takeda Shingen memimpin aliansi anti-Nobunaga pertama dan pernah memukul mundur aliansi pasukan Tokugawa-Oda yg dipimpin Ieyasu. Setelah Takeda Shingen mangkat, Uesugi maju membentuk koalisi yang sama untuk menentang invasi Nobunaga dan aliansi anti-Nobunaga kedua ini cukup sukses membendung ambisi Nobunaga sampai Uesugi meninggal krn sakit.

  3. Takeda dan Uesugi berada dijaman yang sama loh, bukan diawal jaman mereka bertiga

    maksud saya, dari segi umur, Takeda Shingen dan Uesugi Kenshin relatif lebih senior dibanding trio Nobunaga-Hideyoshi-Ieyasu😛
    yang paling muda kalo ga salah Ieyasu kan, dia sempat jadi pangeran sandera di masa mudanya
    emang penuh perhitungan kok si Ieyasu ini, dia tetep ga bermusuhan sama Nobunaga dan baru terang-terangan melawan klan Toyotomi setelah Hideyoshi wafat🙂

    • maksud saya, dari segi umur, Takeda Shingen dan Uesugi Kenshin relatif lebih senior dibanding trio Nobunaga-Hideyoshi-Ieyasu

      OK. Kita cari info lagi, berdasarkan tahun kelahiran
      Shingen: 1521
      Kenshin: 1530
      Nobunaga: 1534
      Hideyoshi: 1536
      Tokugawa: 1543
      Wah, ternyata Takeda Shingen memang relatif lebih senior dibandingkan 4 yang lain, dan Tokugawa memang relatif lebih yunior dibanding 4 yang lain. Kenshin, Nobunaga dan Hideyoshi relatif seumuran alias gak jauh2 amat beda usianya.
      Btw, aku rencananya cm mau nulis trio daimyo itu doang, siapa tau Arm Kai mau ngelanjutin nulis tokoh2 lainnya?:mrgreen:

      tambahan: menurut Tokugawa sih, orang sabar disayang Amaterasu Omikami😆

    • @apratz
      Baru tau kalau ada band bernama Sengoku Jidai. Tadi nyari2 di search engine tapi nggak nemu satupun. Ada info tambahan? nama penyanyi atau lagu hits mungkin?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s