Minamoto, Taira, dan Shogun

Istana Nijo (Niji-jo), residen resmi shogun Tokugawa di Kyoto

Shogun sendiri merupakan singkatan dari jabatan bernama panjang sei-i-tai-shogun yang berarti jenderal besar penakluk orang barbar. Jabatan ini sebenarnya mulai dikenal sejak jaman Nara (710-794) dan jaman Heian (794-1185), akan tetapi jabatan shogun pada jaman Nara dan Heian tidaklah memiliki kekuasaan penuh sebagaimana jaman Kamakura hingga jaman Edo (era Tokugawa), shogun jaman Nara/Heian hanya bertindak sebagai jenderal perang. Selain itu juga jabatan shogun Nara/Heian masih dipegang secara bebas tanpa melihat keturunan. Barulah sejak jaman Kamakura (1192-1333) jabatan shogun hanya diperuntukkan keturunan klan Minamoto dan memiliki kekuasaan penuh pemerintahan, dengan kaisar bertindak hanya sebagai simbol. Siapakah klan Minamoto?

Klan Minamoto dan klan Taira

Pada jaman Heian ketika kaisar masih memiliki kekuasaan penuh, penguasa ke-52, kaisar Saga memiliki banyak istri dan selir dalam haremnya. Hampir 50 orang anak resmi berhasil dilahirkan oleh sekitar 30 wanita dari hubungan mereka dengan sang kaisar. Karena kondisi keuangan rumah tangga kekaisaran tidak mampu menjamin kehidupan anggota keluarga kaisar yang jumlahnya membengkak pesat, kaisar Saga memutuskan untuk tidak memasukkan sebagian anaknya kedalam lingkaran status keluarga kaisar melainkan hanya memberikan status kebangsawanan (yang dengan demikian bisa dipelihara diluar istana). Anak-anak kaisar Saga yang berstatus bangsawan ini dianugerahkan marga baru yaitu marga Minamoto. Bukan hanya kaisar Saga saja yang beranak banyak, kaisar berikutnya yaitu kaisar Seiwa, kaisar Murakami, kaisar Uda, dan kaisar Daigo juga mengikuti jejak kaisar Saga dengan menempatkan anak-anak yang menyebabkan pengeluaran rumah tangga kekaisaran melebihi budget ke dalam klan Minamoto. Mulai dari sinilah klan Minamoto terbentuk, walaupun masih berdarah keluarga kaisar, status mereka hanyalah bangsawan biasa.

Ternyata jejak kaisar Saga ini juga diikuti oleh keluarga kekaisaran yang lain. Cucu dari kaisar Kemmu (ayahanda kaisar Saga) melanjutkan gaya kaisar Saga untuk mengirit pengeluaran rumah tangga kekaisaran dengan cara yang sama. Beberapa cucu kaisar Kemmu dianugerahkan marga baru yaitu Taira, karena marga Minamoto sudah cukup banyak. Kaisar Nimmyo, anak kedua kaisar Saga, juga menggunakan cara yang sama agar dapur kekaisaran tetap ngebul dan hal ini diikuti oleh kaisar lainnya kaisar Montoku dan kaisar Koko yang menempatkan anak keturunannya ke dalam klan Taira.

Karena kedua klan Minamoto dan Taira masih merupakan keturunan keluarga kaisar, tentu saja mereka mendapatkan perlakuan dan penghargaan lebih tinggi dibandingkan keluarga bangsawan lainnya. Alhasil posisi dan pengaruh mereka dalam waktu singkat mulai menyaingi 2 klan senior lain yang sudah memiliki pengaruh besar pada jaman Heian yaitu klan Fujiwara dan klan Tachibana. Pada tahun 1156 terjadi pemberontakan Hogen yang dimenangkan oleh pihak pendukung kaisar Go-Shirakawa yang didukung oleh para samurai pimpinan Taira no Kiyomori dari klan Taira dan Minamoto no Yoshitomo dari klan Minamoto. Akibat peristiwa ini, kekuatan dan pengaruh klan Minamoto dan Taira meningkat pesat melebihi 2 klan lain dan tentu saja terjadi persaingan sengit antara keduanya.

Persaingan klan Minamoto dan Taira berlanjut 4 tahun kemudian ke pemberontakan Heiji dimana klan Taira pimpinan Taira no Kiyomori berhasil mengalahkan klan Minamoto pimpinan Minamoto no Yoshitomo. Yoshitomo terbunuh beserta 2 anak sulungnya, harta dan tanah klan Minamoto disita oleh klan Taira. Hampir seluruh tokoh penting klan Minamoto yang terlibat pemberontakan Heiji dieksekusi, hanya ada 3 sisa keturunan Yoshitomo yang dibiarkan hidup yaitu anak ke-3 Yoritomo diasingkan ke Izu (daerah kekuasaan klan Hojo), anak ke-6 Noriyori dan anak ke-9 Yoshitsune dipaksa masuk kuil Zen menjadi pendeta. Klan Taira dengan pimpinan klan Kiyomori memulai bentuk pemerintahan militer dengan kasta samurai sebagai penguasa negara menggantikan sistem insei.

Dengan penghapusan sistem insei, kaisar tak lebih hanya sekedar simbol dan boneka klan Taira sehingga membuat banyak keluarga kaisar mulai mencari dukungan untuk menjatuhkan kekuasaan klan Taira, termasuk kaisar yang tersingkir Go-Shirakawa. Tentu saja kesempatan ini tak mau dilewatkan oleh klan Minamoto untuk membalas kekalahan mereka. Dipimpin oleh Minamoto no Yoritomo (anak ketiga dari Yoshitomo) dan didukung mertuanya dari klan Hojo, klan Minamoto mulai menggalang kekuatan untuk melawan klan Taira pimpinan Taira no Munenori (anak kedua Kiyomori). Dimulailah perang Genpei antara klan Minamoto dan klan Taira. Yoritomo sendiri dibantu dua adiknya sebagai jenderal dalam banyak pertempuran yaitu Minamoto no Noriyori dan Minamoto no Yoshitsune.

Perang Genpei berlangsung selama 5 tahun dengan kemenangan mutlak klan Minamoto. Klan Taira sendiri boleh dibilang habis kekuasaan dan tanahnya yang diambil alih oleh klan Minamoto. Pimpinan penting klan Taira seluruhnya tewas, baik dalam perang maupun dieksekusi klan Minamoto. Sisanya yang tak memiliki pengaruh dilepaskan dan mereka kebanyakan mengganti nama marga mereka. Didalam klan Minamoto sendiri terjadi perselisihan antara Yoritomo dan sepupunya Minamoto no Yoshinaka yang berakhir dengan tewasnya Yoshinaka ditangan adik Yoritomo, Minamoto no Yoshitsune.

Shogun sebagai warisan klan Minamoto

Sebelum Yoshinaka tewas, Yoshinaka terlebih dahulu berhasil memaksa kaisar Go-Shirakawa untuk mengangkatnya sebagai sei-i-tai-shogun. Jabatan shogun hanya dikuasai Yoshinaka dalam waktu pendek karena tak lama kemudian Yoshinaka tewas ditangan sepupunya Yoshitsune dalam pertempuran Awazu.

Minamoto no Yoritomo (sumber: wikipedia)

Setelah memenangkan perang Genpei, Minamoto no Yoritomo khawatir adiknya Minamoto no Yoshitsune akan mengangkat senjata merebut kekuasaan klan Minamoto dari tangannya. Maklumlah, sebagian dari kemenangan klan Minamoto dalam perang Genpei berasal dari keberhasilan pasukan pimpinan dua adiknya Noriyori dan Yoshitsune dalam memenangkan pertempuran demi pertempuran. Akhirnya Minamoto no Yoshitsune sendiri dipaksa bunuh diri bersama istri dan anak-anaknya. Kakaknya Minamoto no Noriyori sendiri tewas dalam kecelakaan berburu tak lama setelah menolak perintah Yoritomo untuk menangkap Yoshitsune. Rumor mengatakan Yoritomo juga khawatir kalau Noriyori memberontak jika Yoritomo menghabisi adik mereka berdua Yoshitsune, sehingga Noriyori juga harus disingkirkan.

Setelah Yoritomo tak punya saingan lagi untuk menguasai klan Minamoto, Yoritomo diangkat menjadi shogun kedua dari klan Minamoto sekaligus shogun pertama jaman Kamakura. Yoritomo melanjutkan sistem yang dipakai rival ayahnya, Taira no Kiyomori, dengan menetapkan kekuasaan tertinggi pemerintahan berada ditangan kasta samurai dengan kaisar sebagai simbol. Mulai sejak itu pula ditetapkan, gelar shogun hanya diberikan kaisar untuk keturunan klan Minamoto.

Catatan:
– Pengganti Yoritomo yang mangkat sebagai shogun kedua adalah anak sulungnya Minamoto no Yori’ie. Ibu Yori’ie adalah Hojo Masako yang berasal dari keluarga Hojo. Setelah shogun Yori’ie tewas, adik kandungnya yang juga anak Hojo Masako, Minamoto no Sanetomo diangkat menjadi shogun Kamakura ketiga.
– Kaisar Jepang diberlakukan sebagai simbol oleh klan Minamoto yang berkuasa sebagai shogun. Ironisnya, shogun setelah mangkatnya Yoritomo (dimulai dari Yori’ie) tak lebih dari shogun boneka dengan kekuasaan utama berada ditangan keluarga Hojo. Dan lebih ironis lagi, keluarga Hojo adalah keturunan klan Taira yang dikalahkan klan Minamoto dalam perang Genpei.
– Hanya ada 3 orang dari klan Minamoto yang menjadi shogun Kamakura yaitu shogun pertama Yoritomo, shogun kedua Yori’ie (anak sulung Yoritomo) dan shogun ketiga Sanetomo (anak kedua Yoritomo, adik kandung Yori’ie). Sisanya 2 orang bermarga Kujo (cabang klan Fujiwara) dan para pangeran dari keluarga kaisar yang menjadi shogun boneka klan Hojo.
– Oda Nobunaga adalah keturunan keluarga Taira, mengingat klan Oda berasal dari keturunan Taira no Chikazane, cucu buyut Kiyomori. Karena itu Oda Nobunaga menganggap remeh jabatan shogun dan ingin menciptakan jabatan berbeda.
– Akechi Mitsuhide berasal dari keturunan klan Minamoto. Ketika Mitsuhide berhasil menjatuhkan Oda Nobunaga, orang-orang mengingat leluhur Mitsuhide (klan Minamoto) menghancurkan leluhur Nobunaga (klan Taira) dalam perang Genpei.
– Tokugawa Ieyasu berasal dari klan Matsudaira dan Ieyasu mengklaim bahwa klan Matsudaira adalah keturunan klan Minamoto. Meskipun tak ada cacatan resmi alur keturunan klan Matsudaira berasal dari klan Minamoto, tak ada yang berani membantah Ieyasu yang pada saat itu berkuasa penuh. Tokugawa Ieyasu akhirnya diangkat menjadi shogun Tokugawa yang pertama dan memulai jaman Edo.

4 thoughts on “Minamoto, Taira, dan Shogun

  1. wohohoho… akhirnya suheng ando nulis jaman klasik juga ^ : ) ^

    keluarga Taira disebut juga klan Heike, sedangkan Minamoto disebut juga klan Genji
    nasib Yoshitsune emang tragis, udah berjasa banyak, disingkirin ama kakaknya yang berkuasa, tipikal penguasa labil hasil aliansi yang suka parno

    ngomong2 klan Minamoto ini begitu berkuasa langsung dapet ancaman dari luar yaitu invasi bangsa Mongol, atas nama Dinasti Yuan pimpinan Kubilai Khan😀
    invasi ini gagal karena berbagai faktor, salah satunya “angin dewa” mendadak memporak-porandakan armada Mongol

    ngomong2, kalo denger “Minamoto” pasti inget Shizuka-nya Doraemon😛

    ngomong2 lagi, orang jaman dulu perhatian banget ama yang namanya keturunan ya ^^ makanya Hideyoshi termasuk membuat gebrakan, ga berasal dari “keluarga bangsawan” tapi bisa menyatukan Jepang😀

  2. @Arm

    keluarga Taira disebut juga klan Heike, sedangkan Minamoto disebut juga klan Genji

    Itu sebenarnya cuma sebutan alternatif dari nama klan mereka berdasarkan pengucapan onyomi dan kunyomi doang. Klan Taira atau dalam bahasa Jepang disebut Taira-shi (平氏) kadang juga disebut Heishi (平氏) atau Heike (平家). Huruf kanji Taira (berarti: datar, rata) bisa dibaca secara onyomi menjadi Hei. Sama halnya dengan klan Minamoto yang dalam bahasa Jepang Minamoto-shi (源氏) dengan huruf kanji yang sama dibaca Genji alias klan Gen. Huruf kanji Minamoto (berarti: sumber, inti) bisa dibaca secara onyomi menjadi Gen. Karena itu nama perang Genpei diambil dari cara baca onyomi huruf kanji nama kedua klan yaitu Gen (dari huruf kanji Minamoto) dan Hei/Pei (dari huruf kanji Taira)

    nasib Yoshitsune emang tragis, udah berjasa banyak, disingkirin ama kakaknya yang berkuasa, tipikal penguasa labil hasil aliansi yang suka parno

    Kalau baca sejarahnya sih, Yoshitsune memang nggak cocok sama Yoritomo dan bergabung dengan kaisar Go-Shirakawa untuk menyingkirkan kakaknya setelah perang Genpei. Masalahnya Yoritomo sudah berkuasa sebagai shogun dan sudah bisa menebak langkah Yoshitsune lebih dulu., dan bergerak mendahului.

    Tapi Yoritomo memang keliatan banget paranoid, bukan hanya Noriyori dan Yoshitsune aja yang disingkirkan, malah saudara-saudaranya yang lain (yang gak punya power dan pasukan sekuat Noriyori dan Yoshitsune) juga dieksekusi. Hal ini tak terlepas dari pengaruh klan Hojo yang dari awal berada dibelakang Yoritomo semenjak masa pengasingan hingga meletusnya perang Genpei.
    Dan Yoritomo juga terlampau dogol untuk membiarkan keluarga istrinya dari klan Hojo untuk mendapatkan kekuasaan sangat besar. Hasilnya, keturunannya sebagai shogun Kamakura akhirnya jadi boneka klan Hojo (yang notabene turunan klan Taira)

    ngomong2 klan Minamoto ini begitu berkuasa langsung dapet ancaman dari luar yaitu invasi bangsa Mongol, atas nama Dinasti Yuan pimpinan Kubilai Khan😀

    Oh nggak koq. Invasi mongol yang pertama tahun 1274 dan kedua 1281, waktu itu kekuasaan shogun Kamakura sudah berada ditangan klan Hojo dengan jabatan shogun cuma sebagai boneka.
    Unik yah… kaisar jadi boneka shogun, dan shogun sendiri cuma boneka klan Hojo😆
    Bahkan ketika invasi mongol, shogun Kamakura sendiri sudah tidak bermarga Minamoto

    ngomong2 lagi, orang jaman dulu perhatian banget ama yang namanya keturunan ya

    Emangnya orang jaman sekarang nggak? Lihat aja terutama orang Jawa di negara sendiri. Emangnya yang megang tampuk kekuasaan sultan Jogja dan Solo siapa? Lalu pendukung partai banteng berjuang masih silau dengan nama bapak revolusi dan akhirnya dengan suka cita mendukung anak beliau😆
    btw, namanya juga jaman feodal, yaahhhhhh gaya regenerasinya juga bergaya feodal gitu…

    Hideyoshi termasuk membuat gebrakan, ga berasal dari “keluarga bangsawan” tapi bisa menyatukan Jepang😀

    Lebih tepatnya: yang membuat gebrakan adalah Nobunaga. Ntar deh dibahas pas aku nulis ttg Nobunaga.

    .

  3. ketika invasi mongol, shogun Kamakura sendiri sudah tidak bermarga Minamoto.?
    padahal kan jabatan shogun hanya bisa diberikan kepada klan minamoto
    bahkan sampe tokugawa mengklaim dia keturunan dari klan minamoto..

    • @arshield
      Betul. Pada saat invasi Mongol pada tahun 1274 dan 1281, yang menjadi Shogun adalah Pangeran Koreyasu yang notabene cucu kaisar Jepang saat itu Go-Saga.
      Masalahnya, nama Shogun Kamakura setelah jaman Minamoto no Yoritomo, tak lebih dari sekedar jabatan boneka karena kekuasaan sesungguhnya dipegang penuh oleh keluarga Hojo sebagai Shikken (semacam kepala administrasi pemerintahan).
      Ketika Shikken pada saat itu Hojo Sadatoki ingin mengganti Shogun, Koreyasu lari tunggang langgang ke Kyoto dan buru-buru masuk kuil jadi biksu supaya nyawanya selamat. Hojo Sadatoki menunjuk Pangeran Hisaaki sebagai Shogun baru pengganti Koreyasu.
      Kebayang khan mengapa mulai dari shogun ke-4, shogun Kamakura tak lagi bermarga Minamoto?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s