Random Thoughts

Setsuden vs Seisan – 節電対生産

(Hemat listrik vs Produksi)
Mulai bulan Juli 2011 hingga September 2011, mayoritas perusahaan di pulau Honshu (terutama Jepang tengah) yang bergerak di bidang industri otomotif memulai program mengganti hari libur untuk karyawan, dari yang tadinya libur sabtu-minggu menjadi libur kamis-jum’at. Penyebab utamanya adalah anjuran dari pemerintah Jepang kepada JAMA (Japanese Automotive Manufacturers Association) untuk ikut program hemat energi akibat berkurangnya pasokan listrik setelah PLTA Fukushima rusak dihatam tsunami dan PLTA Hamaoka di Shizuoka dihentikan pengoperasiannya. Mengingat pemakaian listrik pada hari libur sabtu-minggu sangat kecil, pabrik-pabrik industri otomotif menjalanankan produksinya pada hari tersebut agar pemakaian listrik lebih berimbang.

Sebagai kuli yang bekerja di pabrik industri otomotif, mau tidak mau harus ikut kebijakan perusahaan tempatku bekerja. Hanya saja, rasanya agak kurang sreg kalau kerja di hari minggu. Maklumlah, persepsi yang telah tertanam dalam otak ditambah kebiasaan: hari minggu adalah hari libur. Jadi agak malas mau nguli:mrgreen:

Selain itu juga, perusahaan mulai menggiatkan program hemat listrik dalam bekerja. OK lah kalau hanya soal mematikan lampu atau mesin jika tidak sedang digunakan, tapi mengurangi pemakaian AC (Air Conditioner) di siang hari agak menyiksa (panas udara luar rata-rata > 35 derajat Celsius dengan kelembaban tinggi). Barusan keluar surat dari pimpinan perusahaan untuk tidak memakai AC lebih rendah dari 29 derajat Celsius. Yah…. dari pada meleleh berpanas-panas tanpa AC, 29 derajat masih lumayan lah.

Anshin Anzen – 安心安全

(Keamanan dan keselamatan)
Ini kisah jaman kuliah tahun lalu.
Setelah mendapatkan bantuan biaya kuliah, kami yang mendapatkan beasiswa diundang untuk mengunjungi perusahaan chemical yang memberi kami duit gratis untuk kuliah. Tentu saja kunjungan ini ada tujuannya yaitu laporan tentang apa yang telah kami perbuat (penelitian maksudnya) di universitas selama mendapatkan beasiswa tersebut. Ujung-ujungnya sih presentasi hasil penelitian kami di depan beberapa direksi. Dari 8 orang yang mendapatkan beasiswa, 1 orang telah diterima di perusahaan tersebut. Hitung-hitung mereka ngasih beasiswa sekaligus melakukan perekrutan juga rupanya. Yang diterima bekerja disana bernama Jeung, cewek manis asal Korea dari lab tetangga sebelah labku.

Setelah acara presentasi, kami diundang dalam acara ramah tamah alias makan-makan. 1 meja 4 kursi dan kebetulan di mejaku duduk pak direktur, Jeung dan W pelajar asal Indonesia juga. Sambil makan kami ngobrol ngalor ngidul, walaupun sebenarnya kami bertiga lebih banyak menjawab pertanyaan pak direktur. Salah satu pertanyaan beliau adalah mengenai kesan terbaik kami tentang jepang.
Jeung menjawab Jepang sangat mengesankannya dalam hal keteraturan dan kebersihan. Korea juga sebenarnya sudah termasuk cukup bersih dan teratur, tapi menurut Jeung masih kalah dibandingkan Jepang.
Sebenarnya pada saat itu, aku masih belum tahu pasti kesan terbaikku tentang Jepang. Untunglah pertanyaan itu selanjutnya diarahkan ke W dan walaupun aku terkesan membeo jawaban W, aku sadar memang jawaban W itulah kesan terbaikku tentang Jepang hingga sekarang.

Anshin Anzen, itulah jawaban W dan aku tentang kesan terbaik Jepang. Banyak pengalaman di Jepang tentang anshin anzen yang tak terlupakan. Mulai dari melihat cewek Jepang pulang dini hari dengan aman tanpa pernah diganggu anak-anak muda nongkrong, parkir motor dengan belanjaan disampirkan dan ditinggal tanpa ada yang maling, hingga perilaku polisi Jepang yang cenderung sopan (walau kadang matanya penuh selidik kalau berurusan dengan orang asing). Kalaupun aku pulang kampung ke negeri tercinta, mungkin anshin anzen inilah yang bakal kurindukan jika berada di Indonesia.

Motivator yang klise

Beberapa waktu yang lalu aku chatting dengan teman blogger yang bertanya tentang pernak-pernik perkuliahan di Jepang. Awalnya aku cuma menjawab pertanyaan sambil memberi saran berdasarkan pengalaman jaman masih kuliah. Ujung-ujungnya aku malah cerita tentang perjalanan hidup mulai dari datang ke Jepang hingga akhirnya lulus kuliah S2. Walah…. gak pernah aku cerita cukup detail seperti itu, bahkan pada blogger yang cukup sering chatting YM denganku (sekarang sih jarang chatting, karena beliau lagi sibuk nge-troll😈 ). Maksudku sih ingin menunjukkan kalau usaha keras tanpa kenal lelah akan memberikan hasil yang tak mengecewakan. Lalu lewat update status facebook tentang chatting tersebut, tiba-tiba ada yang lewat komen nyeletuk tentang postinganku “Siapa yang pernah menjadi Tom Hansen” yang katanya klise.

Oh, aku nggak marah koq, hanya saja koq aku jadi kepikiran bikin tulisan tentang pengalaman hidup yang ceritanya klise. Kira-kira siapa sih yang punya pengalaman hidup yang ceritanya klise? yang stereotip?
Misalnya saja yang paling gampang: kisah cinta seseorang.
Ada yang pernah pacaran lalu berpisah gara-gara orang tua tak setuju a la Sitti Nurbaya gak? Ada yang mengalami kisah Romeo dan Juliet yang dipisahkan latar belakang berbeda gak? Ada yang mengalami percintaan beda agama a la film cin(T)a gak? Ada yang pernah mengalami kisah cinta malu-malu mau yang terpisahkan jarak seperti Takaki-Akari dalam 5 cm/sec gak? Atau seperti kisah Tom Hansen- Summer Finn dalam (500) Days of Summer?

Ya, sepertinya penjalanan hidup manusia penuh dengan kisah klise, apalagi kalau kita bicara soal asmara. Wuih…. kisah klisenya bisa dibuat sinetron puluhan episode, toh aku sendiri kadang tertawa kalau melihat pengalaman masa lalu. Kadang rasanya tindakan dimasa lalu itu sangat-sangat tolol dan ingin menafikkan kalau itu bukanlah aku.

Tapi sebenarnya, seklise klisenya pengalaman hidup tetap saja hal itu sebuah pengalaman yang bisa dijadikan bahan bakar memotivasi diri untuk menjadi lebih baik atau mendapatkan hal yang lebih baik. Boleh jadi kisah masa lalu itu penuh kebodohan, namun kita bisa mengambil pelajaran dari ketololan dimasa lalu untuk memperbaiki hidup dimasa depan. Hidupku yang sekarang ini ditempuh bukan dengan jalan mulus dan lurus. Banyak kenalanku yang bisa kuliah di luar negeri karena mendapatkan beasiswa penuh sebelum berangkat ke universitas tujuan. Mereka tak perlu susah payah kerja part-time untuk biaya tambahan ataupun minta pengurangan biaya kuliah ke administrasi kampus. Yah, mereka memang memiliki otak brilian untuk mendapatkan full scholarship. Lalu apakah yang punya otak pas-pasan dengan dompet tipis seperti aku tak bisa kuliah ke luar negeri?
Bisa! Asalkan mau berusaha keras karena jalan yang akan ditempuh pasti lebih terjal, berliku dan penuh kerikil. Untuk menggerakkan diri melewati segala rintangan tersebut terkadang dibutuhkan motivasi.

Refleksi cerita Tom Hansen yang kutulis itu juga sebenarnya salah satu motivator yang kupakai untuk menyemangati diri sendiri agar bisa sekolah ke luar negeri. Memang tidak terlalu penting dibanding motivator lain, tapi cukup berpengaruh ketika sedang down. Dendam yang diarahkan pada keinginan untuk menjadi lebih baik lumayan kuat berpengaruh pada saat-saat tertentu, dan itu berasal dari cerita yang klise. Mungkin tak berguna bagi orang lain, tapi cukup berguna untuk memotivasi diri sendiri jika digunakan pada saat yang tepat.

Motivator tebaik bagiku adalah diri sendiri dan itu bisa diambil bahan bakarnya lewat pengalaman, baik pengalaman hidup sendiri maupun pengalaman orang lain yang kita ketahui. Tak perduli pengalaman itu berasal dari kisah klise atau bahkan lebay, jika seandainya berguna mem-boost motivasi diri sendiri, gunakanlah!

Professor-ku pernah berkata:

Dewasa itu bukan didapat dari bertambahnya umur, tapi dari bertambahnya pengalaman dan pelajaran yang diperoleh dari pengalaman itu.

10 thoughts on “Random Thoughts

  1. Anu, sekedar pledoi, seperti sudah saya sampaikan via PM:

    tiba-tiba ada yang lewat komen nyeletuk tentang postinganku “Siapa yang pernah menjadi Tom Hansen” yang katanya klise.

    Beberapa poin:
    – Satu-satunya yang memakai kata “klise” adalah saya, jadinya ini maksudnya tentu saja saya.
    – Yang saya maksud klise adalah istilah “menambah pengetahuan”, karena istilah ini sudah terlalu banyak dipakai.

    Demikian agar menjadi permakluman.😛

    Toh soal klise-klisean saya juga ada. Situ nulis juga kan di situ? :-“

  2. Itu juga kesan saya tentang Jepang. meskipun cuma satu minggu di sana, yang paling berkesan adalah bisa keluyuran jam 12 malam tanpa ada rasa was-was bakal kenapa-kenapa…

  3. @Lambrtz
    pledoi diterima dan terima kasih, karena komen sampeyan itu (walau salah pemahaman) saya malah dapet ide buat nulis😛

    @Tuan Adan
    ah… itu cuma postingan lama tentang hubungan Tom Hansen- Summer Finn dalam film (500) Days of Summers yang jadi inspirasi dan perdebatan beberapa pengunjung blog ini.

    @itikkecil
    Seandainya nanti saya pulang kampung…… jangan2 saya nggak berani keluar rumah bila hari mulai gelap.
    takut ketemu vampire, werewolf, dan tukang todong

  4. Soal klise, persis baru kemarin saya ngobrol sama seorang teman dan dia memberikan nasihat yang sangat klise. Tapi nasihat itu kena banget ke saya. Dia juga bilang “Hal-hal klise itu kalau sedang dialami sendiri dan kita bisa relate kesana, benar-benar mengena lho, dan itu cuma kita yang tahu rasanya”
    Btw soal pengalaman hidup ini, saya punya pendapat sendiri, mungkin nanti bisa jadi bahan postingan tersendiri juga :-p

  5. *tambahan*

    Lalu apakah yang punya otak pas-pasan dengan dompet tipis seperti aku tak bisa kuliah ke luar negeri?
    Bisa! Asalkan mau berusaha keras karena jalan yang akan ditempuh pasti lebih terjal, berliku dan penuh kerikil. Untuk menggerakkan diri melewati segala rintangan tersebut terkadang dibutuhkan motivasi.

    *terharuuuuu*
    Makin termotivasi!!!

  6. Pingback: Cerita « Grace & Frea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s