Berpuasa di musim panas

Akhir-akhir ini, aku menemukan berita di surat kabar online Indonesia tentang adanya perintah pimpinan pejabat untuk memberikan hukuman bagi pegawai negeri yang ketahuan tidak puasa atau makan di tempat umum pada bulan Ramadan. Belum lagi perintah konyol untuk menutup usaha restoran yang buka di siang hari selama bulan Ramadan. Sungguh lucu untuk negeri yang katanya menganut sistem demokrasi tapi dalam kenyataannya ada pejabat bertindak layaknya negara berlandaskan agama, bertindak selayaknya negara agama tapi melakukan praktik korupsi bagaikan ibadah berpahala besar. Saya mengerti sih, para pejabat di Indonesia identik dengan politik pencitraan alias harus kelihatan baik, terhormat dan alim bagaikan ustad/biarawan di mata masyarakat walaupun sosok asli dibaliknya tak jauh beda dengan begundal copet ataupun preman pasar ikan. Lalu apa hubungannya dengan tulisan ini? Mungkin tidak ada, karena ini tulisan cuma buat ngedumel sendiri

Aku cuma ingin mengingatkan para muslimin dan muslimat di Indonesia, baik yang Islam beneran ataupun Islam terdaftar, kalian menjalankan ibadah puasa di Indonesia dengan sangat-sangat mudah dibandingkan muslim yang tinggal di Jepang tahun ini dan 4-5 tahun mendatang. Tanpa turut campur pemerintah yang memberikan instruksi konyol diataspun, kalian masih bisa beribadah puasa di bulan Ramadan tahun ini dan 4-5 tahun ke depan dengan sangat-sangat mudah dibandingkan kami yang tinggal di Jepang. Sadarlah betapa beruntungnya kalian. Tapi ingatlah betapa kemudahan yang kalian dapatkan justru menurutku bisa menurunkan makna puasa Ramadan, karena semakin sulit beribadah puasa Ramadan aku justru merasa kemuslimanku diuji dan merasa benar-benar seorang muslim sejati jika mampu menjalankannya dengan baik.

Puasa Ramadan di Jepang, tahun lalu, tahun ini dan 4-5 tahun kedepan berada dipertengahan musim panas. Seperti apa yang kuungkap dalam postingan sebelumnya, panas jepang tidaklah seperti panas di Indonesia yang panas kering. Panas di Jepang ketika musim panas, mirip dengan suasana dalam sauna raksasa dengan suhu tinggi dan lembab. Keringat dengan sangat cepat bercucuran berlomba untuk keluar dari tubuh, dimana pori-pori kulit sepertinya melepaskan diri dari hukum alam sistem kapiler dan tegangan permukaan. Belum lagi waktu puasa yang lebih panjang karena waktu siang di musim panas lebih panjang, contohnya saja hari ini aku berpuasa dari sekitar pukul 3 dini hari hingga sekitar pukul 7 magrib. Tahun depan yang 11 hari lebih cepat jadwal puasanya dari tahun ini akan menandai pertengahan puasa berada di puncak musim panas, dan itu berarti puasa dari sekitar pukul 2:30 hingga 7:30. Belum lagi urusan sahur dan berbuka puasa yang tentu saja lebih mudah jika dilakukan di Indonesia. Malah di Indonesia banyak orang-orang ketiduran untuk bersahur dibangunkan oleh aksi grebek sahur, dibandingkan aku yang dibangunkan sayup-sayup suara weker yang kadang malah tak mempan membangunkan kesadaran.

Beribadah puasa di bulan Ramadan pada saat musim panas di Jepang benar-benar ujian raga, mental dan spiritual bagi seorang muslim. Disini aku benar-benar merasa bahwa menjadi seorang muslim adalah pilihan pribadi! Menjalankan puasa sebagai seorang muslim adalah urusan individu dengan sang Maha Pencipta, bukan karena takut penguasa, bukan karena gengsi, bukan pula karena politik pencitraan. Aku tak perlu capek berpura-pura puasa karena memang tak ada yang perduli dengan puasaku, toh tempat tinggalku sekarang hampir tak pernah bertemu dengan kenalan muslim lain. Sungguh beruntung aku bisa berpuasa dengan ujian sifat riya’ yang jauh lebih berkurang dibanding dengan berpuasa di Indonesia ataupun tempat lain yang komunitas orang muslimnya banyak.
Aku berpuasa karena memang aku ingin puasa!
Semoga Allah melimpahkan ridho-Nya agar aku dan muslim berada di Jepang lainnya bisa dipermudah menjalankan ibadah Ramadan di musim panas.

12 thoughts on “Berpuasa di musim panas

  1. Hi salam kenal..
    Bole minta alamat emailnya? Saya ingin omongin sesuatu tentang blog community.
    Kalo berkenan, tolong kirimkan email ke email saya ya🙂

    Thx…

  2. Lho, ada mas DV disini! *kaget*😛

    Met puasa bro. Salut banget sama orang yang menjalankan puasa emang dari hati, cukup Tuhan yang tau. Semoga lancar sampai Idul Fitri nanti.😉

  3. Saya selalu salut dengan orang-orang yang mampu tetap menjalankan ibadahnya (puasa) dalam keadaan sulit sekalipun. Salah satu teman saya yang kebetulan bekerja di kapal pesiar pernah berpuasa dari pukul 4 pagi hingga 10 malam saat musim panas di Norwegia. Menjalankan puasa dari hati, senang melihatnya. Semoga puasanya om Ando sukses hingga Idul Fitri tiba😉

    • @DV
      Salam kenal juga. Oke mas.

      @jensen99
      Amen to that:mrgreen:

      @rukia

      Salah satu teman saya yang kebetulan bekerja di kapal pesiar pernah berpuasa dari pukul 4 pagi hingga 10 malam saat musim panas di Norwegia.

      Saya pernah baca ttg muslim yg tinggal di negara skandinavia yg pada musim panasnya, panjang malam hanya sekitar 4-5 jam saja. Beberapa2 diantara mereka menyikapinya dgn pindah sementara ke daerah yg lebih panjang waktu malamnya.
      Semoga puasa tante rukia juga lancar hingga lebaran😉

  4. Saya kira puasa di Jepang pas musim panas itu menuntut keteguhan iman, karena banyak pesta pantainya.

    ehem. Oke, maaf deh…😛

    tapi, puasa itu AFAIK ibadah yang bener-bener istilahnya ibadah langsung “untuk Allah”. Karena ndak seorang pun yang tau kita puasa atau tidak, kecuali kita dan Allah itu sendiri. Puasa itu ibadah paling jujur kalau boleh saya bilang.

    • Saya kira puasa di Jepang pas musim panas itu menuntut keteguhan iman, karena banyak pesta pantainya.

      pesta pantai? lalu yg tinggal di daerah pegunungan? lagian pantai di Jepang jarang banget ada yg bagus buat dibikin ala film Baywatch, kecuali daerah Okinawa.
      soal keteguhan iman sih…….. kalau tinggal dikota gede, siap2 aja nonton pameran cewek berpakaian seksi. Panas gitu loh, HOT😆

      Puasa itu ibadah paling jujur kalau boleh saya bilang

      Yup, dgn catatan nggak diomongin puasanya dan nggak dicampuri urusannya oleh orang lain.

  5. Indonesia emang diberkahi dengan kondisi cuacanya yg netral yak.. aku ada kenalan yg dulu kuliah dijerman.. dia sampai gak puasa loh karena saking gak sanggupnya puasa lebih dari 14jam..

    Salam kenal🙂

  6. @niee
    Itulah untungnya penduduk di negara yg dilintasi garis katulistiwa.
    soal kesanggupan puasa sih tergantung individu yg bersangkutan.

    salam kenal juga😀

  7. Aku tahu bagaimana beratnya musim panas di Jepang
    bagaimana bisa dehidrasi tanpa minum 1 jam saja
    sehingga saya selalu melarikan diri ke Indonesia pada musim panas.
    Dan kaum muslim harus berpuasa dalam kondisi begitu….. ampun deh…
    Hebat dan salut dengan kalian semua, kaum muslim di Jepang

    EM

  8. Pingback: Mushi Atsui | Toumei Ningen – Personal Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s