Libur Musim Panas


Obon yasumi atau hari libur Obon biasanya diasosiasikan dengan natsu yasumi alias liburan musim panas di Jepang, karena hampir seluruh elemen masyarakat libur pada pertengahan bulan Agustus tepat saat musim panas. Awalnya Obon yasumi ditetapkan untuk merayakan Obon dengan cara berkumpul bersama keluarga dan berziarah ke makam leluhur atau setidaknya memperindah altar sembahyang yang ada di rumah untuk menyambut arwah leluhur yang pulang berkunjung untuk berkumpul bersama keluarga. Tapi akhir-akhir ini acara berkumpul bersama keluarga (termasuk diantaranya mudik) sudah menjadi rutinitas liburan tahun baru, boleh dibilang tahun baru adalah lebaran bagi orang Jepang. Obon sendiri sudah mulai kehilangan maknanya sebagai acara kumpul-kumpul bareng keluarga dan beralih fungsi menjadi natsu yasumi (tetap kumpul sih, cuma tujuan utamanya saja berubah).

Natsu yasumi identik dengan liburan jalan-jalan di musim panas. Ada yang pesiar ke luar negeri maupun tempat wisata lokal, ada yang berkunjung ke pantai untuk membakar kulitnya, ke kolam renang, dll. Ujung-ujungnya sih harga tiket pesawat melonjak naik dan lokasi wisata mendadak penuh dengan kerumunan orang-orang yang ingin berlibur.

Tahun ini gelombang panas kembali menyerbu Jepang dan akibatnya cukup parah seperti yang diberitakan oleh link berita ini. Aku sendiri kadang tak tahan dengan kondisi ini dan memilih mendinginkan tubuh dengan mandi 3 kali sehari: pagi, siang dan malam (kontradiksi dengan musim dingin yang mandi hanya sekali di malam hari). Gelombang panas yang menyebabkan kaum muslim di Jepang bagaikan puasa Ramadhan dalam sauna raksasa mau tidak mau mensyukuri liburan ini. Lumayanlah, bisa berleha-leha sejenak selama satu minggu. Tapi ide untuk liburan jalan-jalan? Hmmmm…..

Temanku dan istrinya, hari sabtu kemarin berencana main ke Nagoya-shi Kagakukan alias Museum Sains Nagoya yang baru dibuka untuk umum. Hasilnya? Macet di jalan, parkir mobil di lokasi tujuan sudah penuh, dan pengunjung yang membelundak membuat mereka harus antri hingga tepi jalan. Liburan seperti itu?
Huh…. aku benci dengan hitogomi (literary sampah manusia, ungkapan untuk kerumunan orang ramai). Sepertinya lokasi wisata lain juga tak jauh beda dengan Museum Sains Nagoya sehingga aku tak punya minat untuk menghabiskan masa liburku dengan berdesak-desakan diantara kerumunan orang-orang berkeringat dalam sauna raksasa sambil berkipas-kipas. Museum Sains Nagoya yang berbentuk bola spherical itu memang menarik, terutama keberadaan planetarium-nya. Tapi kukira lebih baik berkunjung di waktu lain saja, menunggu antusiasme pengunjung agak berkurang supaya bisa menikmati fasilitas museum tanpa berdesakan.

Lalu….. bagaimana cara menghabiskan masa liburan musim panas tahun ini?
Belajar?
Yah…. akhir bulan ini aku ikut ujian pengetahuan teknik platting, berhubung pabrik tempat nguli memang bergerak dibidang platting material. Tahun lalu sudah ikut ujian praktek dan lulus, tahun ini aku berencana ikut ujian tulis yang susah minta ampun itu. Bayangkan saja, orang Jepang masih banyak yang mengulang hingga 3 kali. Bagiku belajar untuk ujian ini sama saja dengan belajar ganda. Belajar pengetahuan tentang elektro platting, chemical platting, dll sekaligus belajar bahasa Jepang karena semua istilah teknik termasuk senyawa kimia ditulis dalam bahasa Jepang aka huruf kanji.

Ya sudah. Mari kita isi natsu yasumi dengan belajar!!! \m/
…..eh? @_@

———————————————————————

Ketika Sanso mengganti Oxygen
Ketika Cisso mengganti Nitrogen
Ketika Suiso mengganti Hydrogen
Ketika Tanso mengganti Carbon
Ketika Fusso mengganti Fluorine
Ketika Enso mengganti Chlorine
Ketika Iou mengganti Sulfur
Ketika Rin mengganti Phosphor
Ketika Suisanka mengganti Hydroxide
Ketika Aen mengganti Zinc

Lalu ngapain dulu capek-capek ngapalin rumus kimia di Indonesia?

~ Balada lulusan Kimia nyasar di Jepang ~

13 thoughts on “Libur Musim Panas

  1. ada yang berkunjung ke pantai untuk membakar kulitnya,

    eh, orang Jepang juga suka jemuran ya? Sya pikir mereka lebih suka mempertahankan warna kulit mereka yang cerah, secara orang jepang yang kelamaan di Indonesia kulitnya nggak bagus kalo saya liat, agak abu-abu kusam gemanaaaa gitu.😛

    Huh…. aku benci dengan hitogomi

    kebanyakan introvert tidak suka keramaian sih…😎

    berdesak-desakan diantara kerumunan orang-orang berkeringat dalam sauna raksasa sambil berkipas-kipas.

    kok kayaknya seru ya…. *membayangkan cewek-cewek pakai yukata berkipas-kipas sepanjang jalan*
    Betewe, setelah selesai musim panas, pasti kulitnya sehat banget. Sirkulasi keringatnya bagus soalnya.

    bagaimana cara menghabiskan masa liburan musim panas tahun ini?
    Belajar?

    good Idea! Waktu libur adalah waktu ideal buat belajar! ^-^/
    Ayo semangat. Dengernya di Jepang, kalau non Jepang nggak lulus ujian tulis sampai tiga kali, bakal di deportasi kembali ke negara Asal ya?

  2. @Asop
    Lebih hebat kalau nggak libur dan sibuk kerja, tapi belajar😈

    @Elka
    Loh? Banyak juga koq nama senyawa yang diubah ke bahasa Indonesia.
    Contoh: timbal atau timah hitam (Pb alias Lead) , air raksa (Hg alias Mercury), Tembaga (Cu alias Copper), dan banyak lagi.

    @Akiko

    orang jepang yang kelamaan di Indonesia kulitnya nggak bagus kalo saya liat

    Berarti orang Jepang memang gak cocok jemuran di Indonesia. udaranya jauh lbh kotor gara2 polusi sih😆

    kebanyakan introvert tidak suka keramaian sih…😎

    Kayaknya saya bukan tipe introvert, biasa aja tuh. Emangnya kalau lbh suka ketenangan udah pasti introvert?

    kok kayaknya seru ya…

    Memang lebih seru melihat dan membayangkan daripada merasakannya sendiri sih….

    Betewe, setelah selesai musim panas, pasti kulitnya sehat banget. Sirkulasi keringatnya bagus soalnya.

    Asal nggak tewas dehidrasi kayak 4 orang di link berita diatas aja.

    Dengernya di Jepang, kalau non Jepang nggak lulus ujian tulis sampai tiga kali, bakal di deportasi kembali ke negara Asal ya?

    Eh? Ini ujian apa emangnya? Saya baru tau kalau ada ujian tulis 3 kali dan kalau gagal di deportasi….
    Ujian yg saya ikut sih bebas aja tuh. Mau gagal 100 kali juga gak masalah, yg penting bayar biaya ujiannya aja.

  3. penglihatan ku aja, atau memang headernya berubah-ubah?

    Memang lebih seru melihat dan membayangkan daripada merasakannya sendiri sih….
    Asal nggak tewas dehidrasi kayak 4 orang di link berita diatas aja.

    warukatta ne…

    Eh? Ini ujian apa emangnya? Saya baru tau kalau ada ujian tulis 3 kali dan kalau gagal di deportasi….

    Berarti beda. yang saya denger itu mereka yang ke Jepang untuk kerja seperti jadi nurse di sana, atau yang kerja di rumah tempat merawat orang jompo itu ada ujiannya di sana. Kalau mereka nggak lulus ujian sampai tiga kali, mereka musti pulang.

    Kalau bukan ya udah… cuma mau tau aja kok.

    • @Akiko
      Oh…. Kalau itu namanya kerja kontrak. Mungkin dalam kontraknya sebelum berangkat ke Jepang ada perjanjian harus lulus ujian tertentu kali.
      dan setahuku sih kalau pekerja kontrak memang ada perjanjiannya, bukan cuma di Jepang tapi juga di negara lain. Kontrak perjanjiannya juga kayaknya beda-beda utk tiap profesi, negara, posisi, dll.

      Soal header emang tiap kali klik, header berubah display gambarnya. Aku baru naruh 5 gambar berbeda yg perpindahannya dibuat acak. Ini fitur baru, aku jg baru pakai 1 bulanan.

      NB. Aku bukan pekerja kontrak. Statusku sama dgn karyawan tetap lainnya, toh proses rekruitmen berlangsung di Jepang barengan sama orang Jepang lain koq.

  4. Waktu pertama kali ngelihat foto di dalam artikel ini.. saia pikir itu reaktor biogas… ^_^

    Keren sekali museum nya….boleh, gak, sekali2 ngebahas soal museum nya..🙂

    terima kasih

  5. *penasaran*

    Kalau menyebut DNA dalam bahasa Jepang gimana? “di en ei” seperti lafaz dalam bahasa inggris atau beda lg?
    deoxyribo nucleic acid … nah bahasa jepangnya apa tuh? @_@

  6. @Putri
    Aku belum pernah masuk ke dalam museum itu, belum sempat. Ntar deh kalau masuk, aku cerita ttg fasilitasnya. Soalnya aku juga tertarik sama planetariumnya tuh.

    @Mizzy
    Sasuga yang bergelut sama biotek. Sebenarnya gampang aja sih, tinggal cek wikipedia😈
    DNA ditulis dalam bahasa Jepang dgn huruf yang sama DNA, dibaca di-en-ei (ejaan bahasa Inggris).
    Kepanjangan resminya di baca deokisiribo kakusan – デオキシリボ核酸

  7. asal gak lagi ngantri aja, sebenarnya saya suka kerumunan orang ramai. Terbiasa hidup di hutan sih.😆
    Tapi lokasi publik yang baru dibuka untuk umum emang nyamannya gak buru2 dikunjungi, tunggu antusiasme massa reda dulu, kecuali emang lagi siap tempur. (datang dengan teman2 yang sama gilanya, dan gak lagi puasa).😈

    OK, met belajar. Hati2 ketuker Sanso ama Bakso… #kabur

    • @jensen
      Aku pernah masuk akuarium raksasa di Osaka. Gak bisa menikmati isinya, wong saking padat pengunjung, kita kayak orang baris jalan dari pintu masuk menuju pintu keluar. Gak bisa berhenti sekedar liat fauna laut yg langka, karena orang dibelakang udah mepet pengen maju, didesak orang2 dibelakangnya juga.😦

  8. wah… musti ke sana sepertinya. Nanti deh kalau mendekati November Desember, mungkin bisa doraibu ke sana.

    Kalau Ando mengganti Aica menjadi …… Abon kali ya (Aica Aibon) ;))

    EM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s