Mudik [1]: Culinary, Kopdar, Metromini and other stuff

Mudik pulang ke negara asal tentunya punya banyak cerita bagi orang-orang yang tinggal di luar negeri dan sudah lama tak pulang. Belum lagi re-adaptasi terhadap kondisi di Indonesia yang sudah agak asing bagi orang yang telah menyesuaikan diri dengan lingkungan di tempat tinggalnya di luar negeri. Postingan kali ini hanya sekedar mengenang hal-hal yang kulakukan dan yang kualami sewaktu mudik akhir Desember 2011 hingga awal Januari 2012 kemarin.

Family
Tujuan nomor satu mudik bagiku adalah bertemu keluarga, my getting older father, my tough mother, my hard working sister and my rebellious stubborn brother.

Culinary for Coolie
Tujuan nomor dua mudik bagiku, apalagi kalau bukan kuliner. Semenjak tinggal di negeri orang, jadi pelajar hingga sekarang jadi kuli, masakan Indonesia sudah jarang kucicipi. Kalaupun ada restoran masakan Indonesia di Jepang, rata-rata rasa masakannya sudah diadaptasi agar mudah diterima oleh lidah orang Jepang sehingga orisinalitasnya sudah berkurang. Mudik bukan berarti makan di restoran, justru aku lebih sering makan masakan ibuku di rumah karena masakan ibuku masih nomor satu di lidahku. Lagipula banyak masakan kesukaanku tak dijual di restoran kebanyakan. Contohnya saja Gangan laut dan Gangan darat, Tekwan, lalu Mie rebus Belitung. Walau Mie rebus Belitung buatan ibuku menggunakan mie biasa (bukan mie Bongpin seperti di Belitung), rasa kuahnya masih tetap enak. Makan di luar memang ada tapi tak banyak. Kemarin aku makan ayam tulang lunak H*y*m W*r*k bareng keluarga, juga sop buntut, pecel lele, bakso dan mie ayam. Pokoknya yang namanya mudik sama saja dengan wisata kuliner makanan lokal Indonesia.:mrgreen:

Tekwan buatan emak


Sop buntut plus baso dan sambal nanas

Kopdar
Walaupun rencana kopdar sudah jauh-jauh hari direncanakan, belum adanya kepastian jadwal membuat rencana kopdar agak terkatung-katung. Apalagi mengingat kesibukan masing-masing blogger menjelang tahun baru. Dari 5 orang yang sudah dihubungi, akhirnya 4 orang menyatakan kesediaan untuk datang yaitu: Yudi, Felicia, Dnial, dan mbak kupu-kupu. Satu blogger Arm tak bisa datang karena beliau sedang pulang kampung demi persiapan masa depan dan momongan. Kopdar di SK dalam Margo City ternyata lumayan hangat, diisi dengan makan siang plus obrolan-obrolan santai. Moga-moga bisa kopdaran lagi dilain waktu.

Mie Goreng pesanan Yudi

Satu lagi, kalau dibilang kopdar sih bukan. Mungkin lebih tepat disebut reuni, karena Oni ini memang teman sekelasku dari SMP hingga SMA di Belitung. Bersama istrinya Kris, Oni main ke rumahku dan seperti biasanya ngobrol ngalor ngidul tentang macam-macam hal hingga sore.

Movies
Yang namanya tukang nonton film, pastinya bakalan menyisihkan waktu untuk sekedar berkunjung ke bioskop untuk nonton film. Karena kakakku juga hobi nonton, jadi kami berdua nonton bareng. Sebenarnya ada film Indonesia yang ingin sekali kutonton ketika mudik yaitu The Raid alias Serbuan Maut. Sayangnya penayangan film yang bersangkutan diundur ke bulan Maret😦
Akhirnya ada 3 film yang kutonton di Indonesia yaitu: M:I – Ghost Protocol, Sherlock Holmes: A Game of Shadows dan kolaborasi terakhir Tsui Hark-Jet Li, Flying Swords of Dragon Gate. Sebenarnya aku ingin nonton Flying Swords of Dragon Gate secara 3D, sayangnya penayangannya malam hari dan tak cocok dengan jadwalku. Jadilah aku cukup puas nonton 2D.

Metromini
Satu pengalaman paling mendebarkan di jalanan Jakarta yang baru pertama kali kurasakan. Pulang nonton dari PS, aku dan kakakku naik metromini nomor 75 menuju Pasar Minggu. Seperti biasanya macet di sepanjang jalan dan si sopir metromini rupanya tiba-tiba merasa tertantang untuk unjuk kebolehan mengemudi dan nekad masuk ke jalur busway ketika bus TransJakarta barusan lewat di samping kanan metromini. Tepat dibelakang bus TrasJakarta, metromini ngepot memepet bus hingga kira-kira jarak bus-metromini hanya sekitar setengah meter. Dengan kecepatan 50 km/jam, aku yang duduk di belakang supir metromini sempat sport jantung. Kalau misalnya bus ngerem mendadak, bisa dipastikan tabrakan tak akan bisa dihindari. Supir metromini tampaknya santai saja ketika aku komentar. Sudah biasa katanya, lagi pula bus TrasJakarta tak akan berhenti di halte yang letaknya memang sudah dihapal si sopir metromini luar kepala. Rupanyanya metromini sengaja mepet di belakang bus TransJakarta supaya polisi lalu lintas tak bisa langsung mengenali metromini masuk ke jalur busway. Kukira aku akan lebih cepat sampai Pasar Minggu dengan cara begini, nyatanya di pertengahan jalan Mampang kami para penumpang dioper ke metromini lain. Sudah dibikin deg-degan, dioper lagi. Huh… lagi-lagi terjebak macet di Mampang, dasar metromini!😆

Bersambung ke Mudik [2]

11 thoughts on “Mudik [1]: Culinary, Kopdar, Metromini and other stuff

  1. 1] mie Bongpin itu apa ya bro?
    2] congratz, jumlah blogger yang dikopdari dah nambah.
    3] link ke blognya Oni rusak tuh.
    4] nonton di PS itu dimana? Metromini 72 itu kan dari Blok M ke Lebak Bulus, jadi ya emang gak sampai Pasar Minggu.😀
    *bekas anak Jakarta*

  2. @Asop
    iyas bro. kayaknya kalau jarang pulkam, sekali mudik pastilah menyenangkan:mrgreen:

    @jensen
    1] Bongpin itu nama orang China yang punya usaha bikin mie di Belitung. Sekarang yang ngelanjutin anaknya. Kekenyalan dan kelenturan mie-nya agak beda dibanding mie biasa, lebih enak.
    2] Mudah2an nanti bisa kopdaran sama jensen juga:mrgreen:
    3] Udah diperbaiki
    4] Ah… typo, yang bener 75. udah diperbaiki, thank atas pemberitahuannya.
    PS = Plaza Senayan. Pulangnya naik 75 dari Blok M ke pasar minggu.

  3. masakan ibumu memang top deh. hehe. masih kebayang rasanya nih…🙂 resepnya mesti diturunkan tuh.

    kalau soal metromini, itu sih biasa di jakarta. hehe. ajaib kan? makanya banyak orang yang tidak mau naik kendaraan umum, soalnya ajaib begitu sih.

  4. Pingback: Mudik [2]: Bayar pulsa seharga BlackBerry | Toumei Ningen – Personal Blog

  5. Pingback: Mudik [3]: Sebungkus pisang sale dan 4 orang Jepang | Toumei Ningen – Personal Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s