Mudik [2]: Bayar pulsa seharga BlackBerry

Sambungan dari tulisan Mudik [1]

Sewaktu sampai di Jakarta, iPhone yang kubawa rencananya mau kupakai. Tadinya aku ingin mengganti kartu sim card Jepang (aku pakai softbank) dan diganti memakai kartu telepon Indonesia (eg: telkomsel atau XL) selama berada di Indonesia. Ketika sampai di rumah, adik bungsuku mengutak atik iPhone-ku dan dia bilang, “ini ada sinyal, bisa dipakai koq!” Memang sih bisa dipakai, tapi ada peringatan roaming yang pembayaran pulsanya dihitung berbeda dengan pemakaian pulsa ketika aku berada di Jepang. Sambil menunggu adikku mencari gevey sim card yang besarnya sesuai dengan locket sim card iPhone yang kubawa, aku tetap memakai iPhone (ber-sim card Jepang) untuk menerima dan baca email, kadang-kadang untuk liat fesbuk juga walau aku tak mau memakai untuk menelpon yang pasti pulsa roaming-nya mahal.

Butuh 4 hari untuk mendapatkan gevey sim card, karena adik bungsuku ngelayap tak pulang ke rumah sampai 2-3 hari. Selama 4 hari itu pula aku terus memakai iPhone (sim card Jepang) karena kupikir kalau tak dipakai untuk menelpon, tak akan mahal-mahal amat lah. Dengan sedikit modifikasi pakai gunting, sim card telkomsel akhirnya bisa dipakai dalam iPhone-ku selama kira-kira seminggu hingga aku balik lagi ke Jepang. Karena adikku menginginkan sim card telkomsel-ku, sebelum berangkat ke bandara Soeta terlebih dahulu sim card telkomsel kutukar dengan sim card Jepang, dan sim card telkomsel kuserahkan pada adikku. Sesaat sebelum masuk pesawat, aku sempat menelpon ibuku dengan menggunakan sim card Jepang (ada peringatan roaming) kurang dari 1 menit.

Sampai di Tokyo, sim card Jepang dan iPhone tidak mengalami masalah dan bisa dipakai dengan lancar. Tapi entah kenapa setelah 3 hari kemudian, iPhone tak bisa dipakai. Padahal tanda sinyal tertera cukup kuat di layar iPhone. Setelah kubawa ke counter sofbank terdekat, ternyata softbank memutuskan layanan kepadaku karena pembayaran pulsa sudah melebihi 30 ribu yen (sekitar Rp. 3 juta). Agar teleponku bisa dipakai lagi, aku harus membayar cash terlebih dahulu. Karena waktu liburan sudah habis dan harus kembali kerja, yang berarti aku butuh telepon, mau tidak mau aku membayar harga pulsa roaming yang berjumlah 33.332 yen (sekitar 3 juta 3 ratus ribu rupiah).

Tagihan pembayaran sebanyak 33.332 Yen

Menurut mbak Imelda, ketika beliau pulang ke Jakarta, beliau sengaja membeli hand phone BlackBerry seharga Rp. 2 juta khusus untuk dipakai selama berada di Indonesia. Kalau tahu urusan bakal begini, mendingan aku beli hand phone BlackBerry baru seharga Rp. 3 juta, toh nantinya bisa selalu dipakai kalau mudik ke Indonesia. Daripada bayar pulsa seharaga 3 juta rupiah sekali bayar, itupun cuma dipakai menelpon sekali dan tak sampai 1 menit.

Bagi anda yang tinggal di Jepang dan memakai telepon seluler softbank, sebaiknya matikan saja telepon anda ketika berada di Indonesia. Bahkan menerima email atau text message sekalipun, tetap saja bayar pulsa roaming. Jangan sampai dikagetkan tagihan membengkak ketika pulang ke Jepang lagi.

Bersambung ke Mudik [3]

11 thoughts on “Mudik [2]: Bayar pulsa seharga BlackBerry

  1. Pingback: Mudik [1]: Culinary, Kopdar, Metromini and other stuff | Toumei Ningen – Personal Blog

  2. 3 juta? *pengsan*

    tapi si pacar beberapa kali nelpon pake nomor telkomsel dari singapura gak kena roaming tuh
    tapi nelponnya dari atas singapore cable car yang di sentosa island

    • @itikkecil
      Oh… kartu lokal Indonesia kalau dipakai di Singapore gak kena roaming yah.
      Si pacar pernah nelpon itik pake kartu singapore gak? yang begituan bayar roaming gak yah??

  3. Pingback: Mudik [3]: Sebungkus pisang sale dan 4 orang Jepang | Toumei Ningen – Personal Blog

  4. hihihi S*ftbank gitu loh… selalu bermasalah dgn tagihan. hehehe. Dulu aku pernah pake 5 th sbg cadangan, abis itu aku kaiyaku deh.
    Kalau tidak dipakai di Indonesia pun SIM cardnya HARUS DICABUT. Ada yang sama sekali tidak pakai tetep harus bayar 30.000 yen.
    Makanya aku cinta AU, murah dan begitu naik pesawat matikan terus. email tinggal diforward ke gmail. Dan di jkt tinggal beli sim card Indonesia utk BB.

    • @Imelda
      Ntar kalau mudik lagi, kayaknya cara mbak Imel itu lbh hemat.
      Dulu aku pakai AU selama 5 tahun, baru 4 bulan terakhir pakai s*ftbank. Nyesel juga sih.
      Eh? SIM CARD harus dicabut? Astaga, kalau gitu sih kemarin aku pakai atau nggak, tetap bayar 30.000 yen dong?😮

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s