Mudik [3]: Sebungkus pisang sale dan 4 orang Jepang

Sambungan dari Mudik [1] dan Mudik [2]

Orang Jepang yang barusan pulang jalan-jalan hampir selalu membeli omiyage (oleh-oleh) dari tempat yang dikunjunginya buat rekan-rekannya. Rata-rata omiyage yang dibeli biasanya berupa makanan kecil khas daerah yang dikunjungi semacam kue, keripik dan sejenisnya. Pulang dari mudik tentunya gak enak kalau tidak membawa oleh-oleh untuk rekan-rekan di tempat kerja, terutama grupku yang berjumlah 4 orang. Oleh karena itu aku membeli oleh-oleh berupa keripik pisang sale untuk mereka karena setahuku orang Jepang tak terlalu suka makanan yang manis. Sebenarnya keripik pisang sale menurutku omiyage yang lumayan menarik untuk orang Jepang, sayangnya kemasannya itu kurang menarik. Berikut ini tanggapan 4 orang rekan kerja terhadap sebungkus keripik pisang sale.


Gambar diambil dari sini

Tomi
A (Aku): Tomi, ini omiyage dari Indonesia. Silahkan cicip yah!
Tomi: Oh… terima kasih banyak, tapi gak usah lah.

Sebelum kutawarkan, Tomi sudah memperhatikan kemasan keripik pisang sale yang kubawa. Mungkin menurutnya kurang hygienis, sehingga tidak mau makan.

Taki

Aku belum sempat menawarkan, tiba-tiba Taki datang bertanya.

Taki: Ini omiyage dari kamu yah? khas Indonesia?
A: Iya, cobain aja makan satu, kalau menurutmu enak silahkan ambil lagi.
Taki: Oke, aku coba satu dulu yah.

kriuk…. kriuk……

Taki: Oishiiiii……. Enak…. aku belum pernah makan yang beginian.
A: Makan aja lagi kalau mau
Taki: Ma kasih ya!

Hiro

A: Hiro-san, ini omiyage dari Indonesia.
Hiro: Ntar yah…….

Hiro cuek, cuma melirik tapi kayaknya tak tertarik makan. Sampai Taki datang mengambil lagi satu potong keripik pisang sale dan memakannya.

Hiro: Emangnya enak?
Taki: Enak koq, cobain aja satu dulu.
Hiro: Oke deh, kucoba satu.

Hiro mengambil satu potong lalu makan. kriuk… kriuk…..

Hiro: Woah…. umai… enak.. padahal tampilannya aneh gitu yah.

Maru

Orang yang terakhir datang adalah Maru, dan dia adalah orang yang paling reseh dan menyebalkan diantara semua.

Maru: Apaan nih? Omiyage yang kamu bawa dari Indonesia yah?
A: Iya, cobain aja makan satu potong.
Maru: Ngapain nyuruh-nyuruh aku makan? Jebakan yah?
A:👿

Maru tidak makan, cuma melihat dan meletakkan bungkusan berisi keripik pisang sale. Ketika aku meleng sedikit, rupanya Maru mengambil satu dan makan.
kriuk… kriuk…..

A: Gimana?
Maru: Mazukatta…. Gak enak!
A: Gimana sih? Taki dan Hiro tadi bilang enak, cuma kamu yang bilang gak enak.
Maru: Aahhh… itu khan karena mereka gak enak hati mau bilang “gak enak”
A:👿

Satu jam kemudian, aku kembali berpapasan dengan Maru yang sedang makan keripik pisang sale.
kriuk… kriuk….

A: Loh? Katanya gak enak? Koq makan lagi?
Maru: Habis penasaran, pas kumakan kedua kali rasanya ternyata makin lumayan. Mungkin efek enaknya lama kali yah?
A:😐

Pas pulang kerja, kulihat plastik pembungkus keripik pisang sale di tempat Maru sudah kosong tak berisi.

A: Loh? Siapa yang ngabisin?
Maru: Aku, habis sayang…. daripada dibuang gak ada yang makan, kuhabisin aja.
A: GRAAAAHHHHHH👿👿👿👿👿

Pesan Moral:
Kalau mau bawa omiyage buat orang Jepang, lain kali beli saja omiyage Jepang buat mereka.
Kalau nanti aku pulang mudik lewat Bandara Narita, bakalan kukasih omiyage khas Tokyo aja.

11 thoughts on “Mudik [3]: Sebungkus pisang sale dan 4 orang Jepang

  1. Pingback: Mudik [2]: Bayar pulsa seharga BlackBerry | Toumei Ningen – Personal Blog

  2. Kopiko << laku Nano-nano << mayan
    Wafer Tango << laku
    kacang garuda putih yg kecil-kecil seorang satu<<< laku
    ting-ting kacang p*cn*ic, dodol, kue lapis legit << kagak laku
    kopi toraja/ teh/ Indocafe sachet <<<mayan

    emang susah sih cari yang cocok,
    Dan jangan batik2 yg hiasan dinding deh. Yang perak aja pasti dibuang😀
    batik sebesar saputangan atau table mat boleh lah

  3. @Asop
    kejadian yang mana?

    @AL
    wadoh… mereka bisa diare 7 hari 7 malam😆

    @Imelda
    Dulu aku pernah ngasih oleh-oleh wayang golek gatotkaca buat profesor pembimbing. beliau suka tuh, malah ditaruh di meja pajangan di kantor beliau.

    Kalau hiasan dinding emang iya, bakalan dibuang.
    Ma kasih mbak atas sarannya. Yang makanan kecil itu boleh juga, ntar kucoba deh.
    Emang susah ngasih omiyage buat orang jepang.
    Kayaknya yang paling cocok sama selera mereka, yaaahhh makanan dan oleh2 khas Jepang doang:mrgreen:

  4. @honeylizious
    Ide bagus, patut dicoba! hahahaha…

    @syelviapoe3
    Kalau ketemu orangnya, mungkin situ bakalan ngelempar si Maru pakai sandal jepit hehehehe….

    @Arm Kai
    Tergantung orangnya sih. Aku pernah ketemu orang Jepang yg paling gak setahun sekali pergi ke Pulau Bali buat wisata. Gila tuh Jepun, Rendang yg bikin aku ngerasa pedas aja disikat habis sama dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s