Golden Week 2012: Niigata

Libur Golden Week 2012 untuk kalender perusahaan tempatku bekerja dimulai sejak hari sabtu 28 April hingga 6 Mei minggu lalu. Biasanya liburan seperti ini kuhabiskan dengan backpacking keliling tempat-tempat wisata sambil memuaskan hobi jalan-jalanku. Tapi kali ini liburan Golden Week kuhabiskan agak berbeda, karena aku berjanji mengunjungi PGKN sekaligus merayakan hari ulang tahunnya di tempatnya bermukim Minami Uonuma, Niigata.

Memangnya Niigata itu seperti apa sih? Kalau membaca info tentang Niigata sih, Niigata itu terkenal sebagai salah satu prefektur utama penghasil beras di Jepang. Yang ada dalam bayangan pastilah kampung yang penuh dengan petakan sawah, apalagi Minami Uonuma termasuk kota kecil penghasil beras koshihikari dalam prefektur Niigata. Hal lain yang membuat Minami Uonuma terkenal adalah saljunya di musim dingin yang sekali turun sering kali berupa badai, sehingga musim dingin di Minami Uonuma berarti harus berhadapan dengan gundukan salju tebal setinggi kira-kira 2 meter. Kalau bersuasana kampung, pastilah aku terkenang dengan Fujinomiya yang pernah kutinggali selama 2 tahun dan kuanggap sebagai kampung halamanku di Jepang. Tapi untuk kasus salju, kayaknya aku tak punya bayangan untuk menghadapi kondisi ekstrim seperti yang digambarkan oleh PGKN. Untunglah liburan Golden Week berlangsung di musim semi, sehingga aku tak perlu berhadapan dengan salju yang lebih tinggi dari manusia.

Aku berangkat malam hari agar bisa sampai di Niigata keesokan paginya dengan menggunakan bis tujuan kota Niigata dari depan stasiun Nagoya. Karena tujuanku ke Minami Uonuma, aku turun sebelum bis mencapai kota Niigata yaitu di halte bis Tsubame-Sanjo. Aku memang sudah mempertimbangkan kalau ingin pergi ke Minami Uonuma, ada 2 rute paling gampang dan agak murah dengan menggunakan bis yaitu:
1. Bis Nagoya St. – Tokyo St., disambung dengan bis Ikebukuro St. (Tokyo)- Muika Machi (Niigata)
2. Bis Nagoya St. – Niigata (turun di hatle Tsubame-Sanjo), disambung naik kereta ke arah Urasa. Sta.

Karena aku memilih rute nomer 2, setelah turun di halte Tsubame-Sanjo aku berjalan kaki menuju stasiun kereta Tsubame-Sanjo yang berjarak sekitar 300 meter. Sasiun Tsubame-Sanjo sendiri menyediakan dua jalur kereta yaitu jalur Shinkansen dan jalur kereta lokal Yahiko. Dengan menaiki kereta lokal, aku menuju stasiun Urasa.

Ada hal yang membuatku cukup kaget. Memang stasiun Shinkansen yang terletak di sebelah stasiun kereta lokal cukup modern, tetapi stasiun kereta lokal Tsubame-Sanjo terlihat cukup tua dan hanya memiliki satu rel. Mesin penjual tiketnya juga berbeda dari yang biasa kulihat karena bentuknya kecil dan mirip dengan mesin kupon beli makanan di restoran soba/udon dan cuma ada satu mesin. Ditambah lagi ketika kereta datang, pintunya hanya terbuka sedikit dan harus dibuka manual dengan tangan. Lucu juga ketika aku menunggu pintu kereta terbuka lebar secara otomatis tapi ternyata hanya terbuka beberapa sentimeter. Lalu beberapa lama kemudian karena aku tak masuk juga karena kebingungan si masinis teriak, “Harap buka pintunya dengan tangan!” Ternyata masih ada juga kereta listrik lama yang pintunya masih dibuka secara manual dengan tangan.


Perhatikan gambar di atas, si ibu sedang membeli tiket lewat mesin penjual otomatis. Mesin penjual tiketnya cuma ada satu mesin dan mirip mesin kupon beli makanan di restoran soba/udon khan? Selain itu juga, tak ada penjaga satu orangpun. Gambar diambil dari sini

Selama 1 jam perjalanan naik kereta listrik menuju stasiun Urasa, kanan kiri menyajikan pemandangan gunung yang masih bersalju dan sakura yang sedang mekar. Ya! Bunga sakura di Niigata ternyata memang telat mekar karena musim dingin yang lebih panjang dibandingkan Jepang tengah dan selatan. Tentunya menjadi pemandangan menarik jika melihat betapa pohon sakura yang bunganya sedang mekar dikelilingi tumpukan salju.

Singkat kata sampai di Urasa, keinginan pertama telah menanti yaitu foto-foto di jejeran pohon sakura yang berada di belakang kampus PGKN dengan latar belakang gunung Hakkai alias Hakkai-san. Tentu saja model yang diambil pacar sendiri lah (pakai yukata alias kimono sederhana)😀 Untung saja kami segera mengabadikan pemandangan sakura karena besoknya bertiup angin kencang sejak pagi yang merontokkan dan membuat kelopak sakura berterbangan gugur dari pohonnya. Boleh dikatakan, di sore hari kami melihat jejeran pohon sakura yang sudah setengah gundul dengan kelopak bunga sakura yang masih tersisa di pohonnya. Tak ada pilihan lain, aku meminjam sepeda dan berkeliling kampung kecil tersebut dan mendapatkan kenyataan kalau tak ada yang bisa dilihat kecuali sawah… sawah… sawah… dan gunung. Ternyata kampung Fujinomiya-ku masih kalah kampung dibandingkan Minami Uonuma😆

Hari berikutnya di Niigata diisi dengan jalan-jalan ke Nagaoka-shi, tepatnya Echigo Hillside National Government Park yang menawarkan pemandangan tulip pada saat sedang mekar-mekarnya. Mumpung hari cerah, kami berangkat dan menghabiskan waktu seharian disana hingga sore hari.

Pulang dari Nagaoka dalam keadaan lelah, aku diajak PGKN mandi air panas di onsen tak jauh dari stasiun Urasa. Bagi yang tidak biasa mandi di onsen maupun sento, tentunya merasa malu mandi telanjang beramai-ramai. Dulu aku juga masih malu mandi di onsen, tapi setelah beberapa kali akhirnya terbiasa juga mandi rame-rame sambil ikut pamer pedang (walaupun tetap saja aku masih merasa sedikit malu dan menutupi perabotanku dengan handuk kecil). Untunglah hari itu isi onsen bagian pria hanya ada 2 orang, sedangkan onsen bagian wanita kosong. 1 jam mandi di onsen membuat tubuh yang lelah menjadi nyaman dan rileks sehingga bersiap untuk beristirahat.

Karena harus kembali bekerja, aku pulang ke Nagoya pada hari Sabtu 5 Mei. Tiket pulang sudah kupesan berbarengan dengan sewaktu membeli tiket pergi (pesan tiket round-trip). Berbeda dengan tiket pergi yang mengambil rute bis Nagoya-Niigata, aku mengambil tiket pulang dengan rute Niigata (naik di Muika Machi) – Tokyo (turun di Ikebukuro) lalu disambung naik bis Tokyo (naik di Shinjuku) – Nagoya. Alasannya sangat klasik: tiket Niigata-Nagoya sudah habis dipesan sejak jauh hari, maklumlah namanya juga libur panjang.

Memperhitungkan macet di jalan antara Niigata-Tokyo akibat arus balik hari libur, aku memesan tiket bis Tokyo-Nagoya dengan jadwal keberangkatan 1.5 jam dari jadwal kedatangan bis (dari Niigata) di Tokyo. Menurut perhitunganku kalau ditambah telat karena macet, paling telat satu jam dan aku masih ada waktu setengah jam untuk menunggu keberangkatan bis Tokyo-Nagoya.

Ternyata perhitunganku meleset jauh! Perkiraan telat akibat macet 1 jam malah molor hingga 2 jam. Macet di ruas jalan tol daerah Gunma dan Saitama (dua prefektur di antara Niigata dan Tokyo) benar-benar parah. Tadinya bis dari Niigata dijadwalkan tiba di Tokyo jam 4 sore, macet parah membuat jadwal molor dan bis telat tiba jam 6 sore. Tiket bis Tokyo-Nagoya otomatis hangus dan tak bisa diminta kembali uangnya. Hilanglah uang 4000 yen yang kupakai untuk membeli tiket bis Tokyo-Nagoya.

Berhubung tiket bis di musim libur (arus balik) sudah sulit didapat pada hari H dan aku juga kepepet harus tiba hari itu juga di Nagoya, aku tak punya pilihan lain kecuali naik Shinkansen. Dengan berat hati uang 10 ribu yen ditukar dengan selembar tiket Shinkansen agar bisa tiba hari itu juga di Nagoya. Tadinya mau berhemat, malah akhirnya isi dompet jadi bolong.😦

Liburan di Niigata menurutku mengesankan karena berbeda dengan liburanku biasanya. Selain karena ketemu pacar, Niigata juga membuatku rileks dengan suasana kampungnya yang tenang dan natural. Mungkin dilain waktu aku ingin liburan lagi ke sana, terutama musim dingin. Apalagi yang diincar kalau bukan main ski dan onsen di musim dingin hehehehe…😛

16 thoughts on “Golden Week 2012: Niigata

  1. Awalnya saya kira PGKN itu nama tempat.:mrgreen:
    Ihiiiiy, yang udah punya pacar… nanti kalo resepsinya di jepang saya di undang ya…
    undangannya harap melampirkan tiket PP Padang-Tokyo ya… *ngarep*
    *ditimpuk pohon sakura* xD

  2. I’m so sorry that by mentioning me, people starting to care only about your personal issue, and less about your actual content of the post. I really am sorry.
    But, thanks for promoting my blog there, dear!😀

  3. Whew, enak bener ada golden week gitu. Apa setiap perusahaan punya golden week sama atau beda-beda? Kebayang kalo sama rusuhnya jangan-jangan kayak arus balik-mudik di sini, ya?
    Baidewei, PKGN-nya kagak dipajang potonya?

  4. @Frea
    Wah… masih eksis juga yah mbaksis Frea😛
    Mari saling menggosok punggung :-”

    @Akiko
    Ihiiiiy, yang baru punya suami…. kemarin resepsi ngundangnya pakai virtual, gak sekalian tiket pp Tokyo-Padang😈

    @PGKN

    Love means never having to say you’re sorry.
    (Erick-Segal – Love Story)

    @Bu AL
    Liburan di Indonesia banyak yang tersebar harinya karena dihitung berdasarkan hari libur perayaan agama. Di Jepang, agama diangap urusan personal jadinya gak ada hari perayaan agama yang dijadikan hari libur nasional. Golden Week biasanya libur tanggal 29 dan 30 April lalu disambung tanggal 3 dan 4 Mei. 2 Hari kejepit biasanya cuti supaya bisa liburan panjang seminggu. Tapi itu untuk pegawai pemerintah dan libur nasional (termasuk libur sekolah).
    Untuk perusahaan, biasanya punya kalender tersendiri. Tiap perusahaan paling beda libur Golden Week cuma 1-2 hari, rata-rata liburnya bersamaan.
    Wajar aja pas libur panjang, ada arus mudik dan arus balik yang bikin macet,
    Foto PGKN? Minta sama yang bersangkutan aja😛
    terut?ama kota besar kayak Tokyo.

  5. Baca tulisan ini jd rindu berat sama kampung urasa dan kampus biru plus mancing di kali uono..nggak tahu simbah penjual soba di stasiun urasa masih jualan atau tidak.

  6. @Yan To:

    Soba nenek masih ada lho! Itu Soba legendaris yang enak dan murah..hehe
    Oya, saya belum pernah mancing di Uono River, memangnya boleh ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s