Mushi Atsui

Kalau suka nonton anime atau baca manga, bicara musim panas pastilah langsung teringat dengan zemi alias cicada yaitu hewan yang mengeluarkan suara khas ketika musim panas datang. Kadang memang terasa rindu mendengar suara zemi ketika sedang mengalami musim dingin, tapi tetap saja itu tak cukup membuatku suka dengan musim panas di Jepang. Dari 4 musim di Jepang, terus terang saja musim panas menempati urutan terbawah dari tiap musim yang kusukai. Kenapa?

Penyebabnya adalah mushi atsui 蒸し暑い (artinya: panas lembab) yang membuatku merasa tak betah berkeringat dan badan sering kali lengket akibat keringat yang mengucur deras. Dulu sebelum datang ke Jepang, aku menyangka panas di Jepang masih kalah sangar dibandingkan panas di Indonesia. Ternyata dugaanku salah besar. Kalau melihat tinggi rendah temperatur rata-rata, Jakarta (sekitar 30-an derajat Celsius) masih kalah dibandingkan dengan Nagoya (rata-rata sekitar 25 derajat Celsius), tapi jika melihat kelembaban Jakarta (paling tinggi sekitar 70-an persen) jauh berada dibawah Nagoya (90-an persen). Bahkan kelembaban rata-rata di daerah Tokyo masih sekitar 80 hingga 90 persen. Aku baru sadar setelah baca-baca sedikit tentang geografi dan musim di Jepang, bahwa daerah Jepang tengah (tempat tinggalku di Prefektur Aichi berada di Jepang tengah) ternyata memiliki perbedaan paling besar antara panas-dingin dan lembab-kering untuk musim panas dan dingin. Itu semua disebabkan perbedaan ekstrim tinggi-rendah dataran di daerah Jepang tengah dan besarnya curah hujan. Makanya di daerah Jepang tengah pernah terjadi panas paling ekstrim hingga 40 derajat Celsius. Bayangkan panas 40 derajat dengan kelembaban 95 persen. Fiuuuhhhh….. Terpikir sauna raksasa.

Seorang teman baru pulang dari tugas ke cabang perusahaan di Indonesia (tepatnya Bekasi). Dia bilang kalau soal panas sih masih lebih panas Jabotabek, tapi kalau soal “panas yang dirasakan” masih lebih menyengat Jepang. Maklumlah, rata-rata panas di Indonesia adalah panas kering karena kelembaban di Indonesia tidak setinggi di Jepang. Jika pada musim panas curah hujan di Jepang meningkat, jadilah mushi atsui di Jepang sangat menyebalkan.

Kebetulan pula saat aku menulis postingan ini, umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Puasa di musim panas benar-benar ujian berat karena keringat lebih cepat ngocor dan membuat badan lemas akibat dehidrasi. Tapi tetap saja itu bukan alasan untuk tidak berpuasa. Ah, rasanya baru saja aku membahas soal puasa di musim panas di postingan tahun lalu. Baca saja kesana yah, aku mau pasang eakon alias AC dulu dan tidur sambil menunggu sahur.

12 thoughts on “Mushi Atsui

    • @lambrtz
      Khan udah kutulis diatas, panas lembab –> keringat ngocor deras –> dehidrasi
      yah, setidaknya bikin badan lengket-lengket karena keringatan melulu.

      • @lambrtz

        kesanku sih mirip sama panas kering

        Dulu juga kukira sama aja, tapi ternyata beda pas dirasain sendiri. Wong diem doang pas mushi atsui barang 5-10 menit, keringat udah bisa ngocor dan bikin baju basah sama keringat koq.
        Mau nyoba panas-lembab? sampeyan cobain masuk sauna barang 5 menit gih.

  1. panas lembab itu bukan yang seperti berada di sebuah ruangan yang tidak ada ventilasi udaranya ? jadi kalau pakai kipas angin, malah tambah gerah

    • @Elkha
      Sebenarnya kalau mau pakai pengandaian, ya masuk aja ke ruangan sauna, itu dia panas-lembab. Tapi emang iya, pakai kipas angin justru angin yang ditiupkan kipas itu rada panas dan ujung2nya bikin gerah.
      Salah satu cara supaya adem, pakai AC. Itupun ada resiko sakit kalau terlalu sering. Orang Jepun bilangnya エアコン病 (Eakon Byou) alias sakit gara-gara eakon (Air Conditioner aka AC)

  2. yah, kalau pengandaiannya sauna saya tetap tidak tahu soalnya belum pernah masuk situ. hmm, Eakon Byou ya istilahnya. akan saya ingat. terima kasih mas Ando

  3. Hei, Ando. Izin kisah ini saya print dan tempel di mading sekolah, ya.. Biasalah pas puasa gini anak-anak, khususnya kelas kecil (1-3 SD) bawaannya ngeluh mulu. Poanas.. Hauuuusss.. Jadi kebetulan saya lagi ngumpulin kisah-kisah puasa di negeri lain yang lebih panas dan lebiih panjang durasinya🙂

  4. Pingback: Puasa, Kerja dan Manja | Toumei Ningen – Personal Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s