Ormas radikal a la Jepang

Sewaktu blogwalking kemarin, aku menemukan postingan tentang suasana lebaran di Tokyo, khususnya di daerah kedubes Indonesia di daerah Meguro. Yang menarik, admin-nya membandingkan suasana perayaan lebaran di Tokyo dengan aksi ormas di Indonesia yang hobi sapu menyapu. Memangnya tak ada ormas anarkis di Jepang? Ada loh, walaupun mereka nggak doyan sweeping atau gampang main pentung dan lempar batu model ormas Indonesia. Tapi jika dibandingkan dengan perilaku orang Jepang pada umumnya, tindakan mereka lumayan meresahkan masyarakat umum.

Pertama kali aku tahu soal Uyoku Dantai lewat berita TV tentang protes terhadap sekolah Korea milik Chongryon yang berada di Osaka. Aku cukup kaget melihatnya karena belum pernah tahu kalau ternyata ada ormas yang bisa bikin ribut seperti itu. Memang sih, tak ada lempar batu ke gedung Chongryon apalagi sampai merangsek masuk bawa pentungan memukuli orang-orang di area sekolah Korea itu. Mereka cuma mengguncang-guncang pagar sekolah sambil berteriak-teriak orasi dengan suara garang pakai speaker dan toa. Orasinya terdengar kasar dengan menggunakan kata-kata dialek kansai yang paling kasar dengan tema anti-komunisme. Waktu itu terlihat satu mobil van milik polisi yang mengawasi sambil membujuk para demonstran pulang.

Bus warna hitam bertulis putih mencolok milik Uyoku Dantai, dengan stempel bunga seruni kekaisaran Jepang dan hinomaru

Pertemuan fisik dengan Uyoku Dantai pertama kali sewaktu berada di Nagoya tahun 2011. Entah mereka sedang mengadakan demonstrasi memprotes masalah apa, namun terlihat jelas Uyoku Dantai memobilisasi massa cukup banyak sehingga bisa disimpulkan mereka sedang demo besar-besaran, berlipat-lipat jumlahnya dibandingkan yang kutonton lewat TV sewaktu masalah sekolah Korea di atas. Kendaraan khas Uyoku Dantai berupa mobil berwarna hitam (baik bus, van, truk maupun gaisensha) dengan tulisan putih mencolok, berdatangan sambil disertai teriakan membahana dan iringan lagu nasional lewat speaker. Ciri khas lainnya adalah kedatangan mereka membawa hinomaru (bendera Jepang) dan kyokujitsu-ki (bendera militer Jepang) bersamaan dengan stempel bunga seruni sebagai lambang kaisar Jepang. Tentu saja polisi yang mengawasi bukan cuma satu van tapi sepasukan polisi anti huru-hara lengkap dengan helm, tameng dan pentungan berjaga di sekitar gerombolan Uyoku Dantai. Aku sendiri tak berani berlama-lama menonton karena khawatir terjadi kekerasan, apalagi polisi segera menghalau pergi orang-orang yang ingin melihat.

Memangnya apa itu Uyoku Dantai? Uyoku Dantai adalah kelompok ultra nasionalis sayap kanan yang keberadaannya lumayan ditakuti oleh masyarakat umum. Bahkan ada orang yang lebih takut Uyoku Dantai dibandingkan Yakuza. Yakuza adalah kelompok kriminal yang bisa ditangkap polisi jika ada laporan masyarakat tentang kejahatan. Masalahnya Uyoku Dantai bukanlah kelompok kriminal, selama mereka tidak melakukan kekerasan fisik, polisi tidak berani menangkap Uyoku Dantai walaupun mereka berteriak-teriak menghina kelompok lain dengan kasar. Karena Uyoku Dantai bisa mengajukan pembelaan atas dasar kebebasan perpendapat. Sering kali Uyoku Dantai mengadakan orasi di tempat umum demi menarik perhatian publik sehingga menyebabkan jalanan macet mendadak, belum lagi jika iring-iringan kendaraan mereka mendadak berhenti di perempatan jalan untuk orasi.

Sebagai pendukung ultra-nasionalis yang konservatif, musuh utama Uyoku Dantai adalah komunis dan persatuan guru Jepang yang anti-konservatif. Mereka menganggap “penjahat perang” (versi sekutu) yang namanya di semayamkan di kuil Yasukuni sebagai patriot martir. Kalau ada pertentangan antara Jepang dengan negara tetangga berkaitan dengan klaim pulau atau batas wilayah, bisa dipastikan demonstrasi akan diselenggarakan oleh Uyoku Dantai untuk mendukung klaim pemerintah Jepang.

Akhir-akhir ini gangster Jepang Yakuza banyak menggunakan gerakan Uyoku Dantai sebagai kamuflase kegiatan Yakuza, bahkan banyak anggota Yakuza ikut masuk ke dalam Uyoku Dantai. Akibatnya pihak kepolisian Jepang jadi serba salah dalam menghadapi Yakuza yang berafiliasi dengan Uyoku Dantai karena posisi yang tidak jelas antara Yakuza dan Uyoku Dantai. Nampaknya kepolisian Jepang harus mereformasi peraturan mereka sendiri untuk menghadapi afiliasi Yakuza bertopeng Uyoku Dantai.

Apakah Uyoku Dantai ini pernah ribut dengan kelompok minoritas agama? Sepertinya belum pernah, setidaknya berdasarkan sepengetahuanku. Mungkin karena agama bukanlah isyu penting yang bisa dianggap Uyoku Dantai sebagai ancaman nasional. Lagipula pemerintah Jepang tak terlalu menganggap kelompok agama sebagai ancaman yang patut diwaspadai, hal yang akan membuat Uyoku Dantai bisa bergerak membela klaim pemerintah atas dasar nasionalisme. Tapi tentu saja hal ini tidak menutup kemungkinan bentrokan Uyoku Dantai dan kelompok keagamaan di masa depan, yang bisa menyebabkan adanya aksi “sweeping” a la ormas Indonesia.

NB.
Kadang kala aku suka membandingkan Uyoku Dantai dengan Front Pemuda Pancasila, karena mereka bergerak atas nama ultra-nasionalisme.

Kalau ingin melihat suasana demo Uyoku Dantai, bisa di lihat di link ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s