Shinjitsu to Gensou to

Apa itu shinjitsu (真実)? Apalagi itu gensou(幻想)? Itu judul lagu yang dibawakan oleh L’Arc~en~Ciel yang berarti Nyata dan Maya. Aku hanya pinjam judulnya saja sih, sebagai pembuka topik yang ingin kutulis kali ini yaitu pertemanan di dunia nyata dan dunia maya.


Akhir-akhir ini aku suka memperhatikan hubungan pertemanan antara dunia nyata berbanding dengan dunia maya, baik dari sisi pandang diri sendiri maupun orang lain. Awal dari perhatianku berangkat dari socmed bernama pesbuk karena di sana aku membuat akun khusus untuk teman di dunia maya. Maklumlah, kadang kala status yang kubuat kurang bisa diterima pendapat umum, atau malah berbau sarkastik sehingga aku tak merasa nyaman berbagi isi pikiran “non-mainstream” bersama teman-teman di dunia nyata yang cenderung kaku. Pernah beberapa kali aku memasukkan link non-mainstream, hasilnya malah datang komentar yang bernada membujuk atau menasehati supaya jangan begini begitu. Lah? Emangnya kalau pasang link itu berarti aku setuju 100% isi tulisan/video yang dipasang itu?

Ada hal menarik yang baru kusadari dan kuperhatikan belakang ini. Teman-teman di dunia maya sudah mulai berubah status menjadi teman dunia nyata, dan itu terjadi gara-gara acara yang bernama kopdar. Tentu saja hal ini terjadi bukan hanya pada diriku melainkan juga beberapa teman dunia maya yang lain (kebanyakan blogger sih). Dan kecenderungan ini terus berlanjut karena aku sendiri memang tertarik untuk bertemu langsung dan ngobrol ngalor ngidul sampil ngopi bareng beberapa blogger, apalagi setelah melihat foto-foto kopdar yang baru-baru ini dilakukan oleh mbak Imelda dan Kris. Selain itu juga aku makin merasa hubungan dengan teman dunia maya justru semakin akrab lewat saling berbalas komentar di status pesbuk (bukan cuma nge-like doang).

Dilain pihak, anehnya hubungan dengan teman-teman di dunia nyata justru semakin renggang. Bayangkan saja, ketika teman dunia maya yang tinggal berbeda negara saja masih ada keinginan untuk bertemu muka, ini malah teman di dunia nyata yang tinggalnya hanya beberapa kilometer justru semakin malas bertemu. Bahkan untuk berkomunikasi satu sama lain justru menggunakan perangkat socmed bernama inbox message dibandingkan tatap muka satu sama lain. Teman di dunia nyata ini ada yang tinggal satu kota, ada juga yang tinggal beda kota, tapi toh masih satu negara dan prefekturnya juga tetanggaan. Mau reuni kayak cerita mbak Imelda? Kayaknya punya niat aja rada susah tuh.

Ujung-ujungnya aku mendapatkan kesan teman dunia maya mulai menjadi teman dunia nyata gara-gara bertemu secara fisik lewat kopdar. Sedangkan teman dunia nyata malah sepertinya mulai menjadi teman dunia maya karena satu sama lain justru lebih suka berkomunikasi via perangkat dunia maya, dan itu gara-gara socmed.
Jangan-jangan nanti terjadi pertukaran posisi antara teman di dunia nyata dan dunia maya😕
Ah… Yang penting khan masih berteman😛

6 thoughts on “Shinjitsu to Gensou to

  1. Yah, kalau bisa diseimbangkan sajalah antara teman dunia maya dan nyata. Kalau situasinya saat ini memang jauh dari teman dunia maya, agaknya akan sulit kalau cuma bergantung pada mereka dan ga punya teman nyata. Kecuali kalau teman dunia maya ternyata juga tinggal satu kota (kayak saya dan beberapa blogger lain, you know them). Memang asik jadi bisa ngumpul bareng dan melakukan kegiatan bersama. Akhirnya batas nyata dan maya pun lebur.
    Jadi intinya, punya teman yang banyak! *halah*😛

    • Jadi intinya, punya teman yang banyak!

      Setuju! Punya banyak teman itu menyenangkan, baik nyata maupun maya. Cuma yah, ndak bisa maksa orang buat berteman lah. Kalau temannya cuma mau stay contact lewat socmed tanpa ketemu langsung, masa harus dipaksa?

    • @Arm Kai
      Betul gan. Kata seseorang sih, teman itu buat direpotin, buat dimintai bantuan kalau lagi ada perlu.
      Jadinya selama masih dianggap teman, baik nyata maupun maya, ndak papa deh selagi masih diperlukan😈
      *sarkas mode on*

  2. ada juga beberapa jenis orang yang sulit untuk berteman (terutama dengan orang baru), maksudnya benar-benar berteman, tidak hanya sekedar teman. taruhlah seorang yang introvert yang memang “agak” sulit menjalin pertemanan baru, jadinya…. prinsipnya, teman ga seberapa banyak gapapa, yang penting nyaman dengan teman yang sudah ada. *bercermin*

    ah ya… yang penting kan masih berteman🙂

    • @Zeph
      Mungkin bagi yang introvert, lebih nyaman berteman secara online. Toh tak ada salahnya mengubah status teman online jadi teman dunia nyata. Malah mungkin bisa dapat jodoh lewat kopdar *eh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s