Tokyo Kopdar Story

Judul postingan kali ini ngembat dari judul drama TV Jepang yang ngetop di pertengahan tahun 90-an yang diubah-suaikan dengan isi postingan. Minggu kemarin tanggal 22 dan 23 September 2012, aku berkunjung ke Tokyo dan mengadakan double kopdar dengan 2 blogger. Seandainya si penganten baru Aprats tidak sedang riset-honeymoon di Indonesia, mungkin aku bisa 3 kali kopdar dalam sehari.


Seminggu sebelum ke Tokyo, aku berencana untuk pergi bersama PGKN mengunjungi museum Ghibli yang berada di daerah Mitaka-shi Tokyo. Kebetulan museum Ghibli terletak tak jauh dari tempat tinggal mbak Imelda empunya blog Twilight Express, jadi aku sekalian menghubungi beliau untuk rencana kopdar. Dari mbak Imelda, aku baru tahu kalau peminat museum Ghibli sangat banyak dan tiket masuk museum untuk hari libur sabtu-minggu bisa habis dipesan hingga 2-3 minggu sebelumnya. Segera aku ke tempat pemesanan tiket di konbini Lawson dan memang benar seperti kata mbak Imelda, tiket masuk museum Ghibli untuk sabtu-minggu sudah habis dipesan untuk 4 minggu ke depan😦
Karena tujuan utama berkunjung ke Tokyo untuk jalan-jalan dan main bersama PGKN, rencana ke Tokyo tetap diteruskan walau tiket masuk museum Ghibli gagal diperoleh. Tentu saja rencana kopdar dengan mbak Imelda tetap jalan yaitu hari minggu siang di stasiun Kichijoji.

Ketika membicarakan rencana jalan-jalan di Tokyo dengan PGKN, rupanya dia janjian kopdar dengan Ivan, blogger yang tinggal di daerah Chiba pada hari sabtu siang di Tokyo Sea Life Park. Jadilah di pagi hari, kami main terlebih dulu ke daerah Kitanomaru Park yang terletak di tengah kota Tokyo. Agak kaget juga melihat taman kota seluas itu penuh dengan pohon-pohon hijau karena terletak di tengah kota metropolitan seperti Tokyo. Tokyo gitu loh, lebih megah dan lebih modern dibandingkan Jakarta. Atau jangan-jangan Jakarta tidak termasuk metropolitan ya? Pokoknya gara-gara ke Kitanomaru Park, aku jadi mendapatkan kesan betapa pemerintah daerah Tokyo benar-benar terlihat berusaha menjaga keseimbangan tata kota. Di Kitanomaru Park ini kami melewati gedung megah bernama Nippon Budokan yang sering digunakan sebagai tempat konser artis-artis besar dalam dan luar negeri Jepang sejak jaman dulu hingga sekarang. Hari itu rupanya TOKIO sedang mengadakan konser 3 hari di Nippon Budokan, jadilah foto-foto sedikit di depan hall sambil dilihat beberapa fans TOKIO yang mulai berkumpul untuk nonton konser. Agak aneh memang. Maklumlah, saat itu aku sedang pakai baju bertulis band lain yaitu L’Arc~en~Ciel dan foto-foto di depan tulisan besar TOKIO LIVE TOUR hehehehe….

Setelah makan siang, barulah kami berangkat menuju Tokyo Sea Life Park alias Kasai Rinkai Suizokuen. Di depan gerbang, kami berdua bertemu dengan Ivan yang datang berdua bersama kawannya Reza. Tiket masuk Tokyo Sea Life Park termasuk murah, hanya 700 yen untuk orang dewasa. Bandingkan dengan tiket aquarium yang pernah kukunjungi seperti Osaka Kaiyukan dan Nagoya-ko Suizokukan yang berharga 2000 yen. Tapi memang harus diakui, Tokyo Sea Life Park tak punya pertunjukan khusus seperti atraksi Orca si killer-whale di Nagoya-ko Suizokukan. Tapi koleksi aquarium-nya lumayan juga dan cukup memuaskan untuk tiket seharga 700 yen.

Ketika sedang main di Tokyo Sea Life Park, aku mendapat SMS dari mbak Imelda kalau mereka berencana makan malam di restoran Indonesia Cabe yang terletak di kawasan Meguro dan mbak Imelda menawarkan untuk sekalian kopdar di sana saja sekalian makan malam bareng. Setelah kuhitung-hitung waktu perjalanan, ternyata masih ada sisa waktu 2.5 jam sebelum jadwal makan di restoran Cabe. Akhirnya aku setuju untuk mempercepat jadwal kopdar menjadi malam minggu instead minggu siang. Kupikir sisa waktu 2.5 jam itu bisa dipakai untuk mampir ke tempat lain dan kupilih Tokyo Tower yang tak terlalu jauh dan ada di pertengahan antara Tokyo Sea Life Park dan Meguro. Rombongan kami dan Ivan berpisah karena mereka mau langsung pulang ke Chiba dan kami berdua menuju Tokyo Tower. Di Tokyo Tower, kami hanya sempat foto-foto dan duduk-duduk sekitar 1 jam. Tentu saja tak ada waktu lebih untuk naik ke observation deck Tokyo Tower karena kami harus mengejar waktu menuju Meguro. Lagipula aku sudah 2 kali naik ke observation deck Tokyo Tower.😀

Di restoran Cabe akhirnya untuk pertama kali aku bertemu dengan mbak Imelda setelah berkali-kali bertegur sapa di dunia maya. Bonus kopdar berupa Gen (suami mbak Imelda) dan dua anak mereka Riku dan Kai turut serta makan malam bersama. Riku terlihat mengantuk dan agak pendiam disepanjang makan malam sambil sesekali ribut dengan Kai yang mengganggunya. Kebalikan dengan Riku, Kai malam itu super genki dan energik sekali, maklumlah baru umur 5 tahun (waktu ditanya umurnya, Kai cuma mengacungkan lima jarinya ke depan).

Sesekali aku ngobrol dengan mas Gen dengan bahasa Indonesia. Mas Gen terlihat mengerti omonganku tapi sepertinya agak kesulitan menjawab dengan bahasa Indonesia. Ketika mas Gen mulai ngomong campur-campur dengan bahasa Jepang, akhirnya aku jadi nggak enak dan mulai ngomong pakai bahasa Jepang, barulah pembicaraan mulai lumayan lancar. Yah lumayan lancar, karena mas Gen ngomong pakai bahasa Jepang sopan dan aku agak kaku kalau ngomong pakai bahasa Jepang versi sopan. Kalau dijawab pakai tata bahasa non-formal, nggak enak juga kalau lawan bicaranya pakai tata bahasa sopan. Kesannya kurang menghormati lawan bicara😛

Ngobrol dengan mas Gen ternyata enak juga dan aku lumayan surprise pas tahu kalau mas Gen punya hobi sama denganku yaitu nonton film di bioskop. Maklumlah, selama ini aku punya bayangan mas Gen kurang suka nonton film karena mbak Imelda sendiri sering cerita kurang suka nonton film, apalagi di bioskop. Sewaktu ngobrol, mas Gen ngajak untuk ikutan Tokyo International Film Festival (20-28 Oktober). Ajakan yang menggiurkan, namun sayangnya aku tidak tinggal di Tokyo dan minggu malam aku harus pulang ke Nagoya.😦

Pulang dari Meguro, kami melewati stasiun shibuya dengan Shibuya crossing yang selalu ramai. Bayangkan saja, sudah pukul 12 malam tapi sepertinya orang-orang di Shibuya-crossing masih sibuk dengan urusannya masing-masing. Padahal sebelumnya jam 11 malam, Harajuku yang kami lewati sudah mulai sepi.

Dan hari minggu, hujan lebat turun dari pagi hingga malam. Beruntung sekali mbak Imelda mengajak kopdar dipercepat malam minggu. Kalau rencana tetap sama kopdar minggu siang, wah…. bakalan basah kuyup dan judul postingan ini bisa berubah menjadi Tokyo Rain Story. Benar-benar blessing in disguise.

Thanks buat Ivan atas kopdarnya, walau yang bikin janji sebenarnya PGKN dan aku cuma ikutan.😆
Thanks buat mbak Imelda dan keluarga atas makan malam yang mengesankan. Lain kali kalau aku main ke Tokyo, jangan kapok direpotin ya😛

10 thoughts on “Tokyo Kopdar Story

  1. hehehe GHIBLI itu kudu bikin rencana 2 bulan sebelumnya kalau weekend, dan 1 bulan sebelumnya kalau hari biasa. Dan musti chek sekitar tgl 10-12 tiap bulannya utk reservation bulan depannya

    Terima kasih juga sudah mengubah rencana, yang memang akhirnya “yokatta” sudah bertemu di hari Sabtunya ya…. Kasih tahu lagi kalau mau datang ke Tokyo ya😀

  2. @Imelda
    Kali ini memang belum jodoh sama museum Ghibli. Nggak nyangka juga sih bakalan sengetop itu, sampai2 tiket habis untuk 1 bulan ke depan.

    Ma kasih kembali. Untung mbak Imelda nawarin ketemu malam minggu, kalau nggak kopdar minggu siang bisa basah kuyup hehehehe…
    Jangan khawatir mbak, ntar kalo ke Tokyo lagi bakalan dihubungi deh.

    @itikkecil
    Ayo dong mbak Ira, datang lagi ke Jepang. Dulu pas datang kita khan belum kenalan *eh*

    @PGKN
    Wuokey Beibe
    Eh tapi di Chiba Seaworld emangnya ada apa sih? koq ngebet ke sana?

    @Aprats
    Cieeeehhh…. Penganten baru mainnya udah beda, nggak doyan batu lagi tapi doyan kolor😉
    Boleh.. boleh… sekalian dijamu yah tamu dari jauhnya, aheum…

  3. Aku masih penasaran lokasi syutingnya One Litre of Tears yang pas scene pergi ke Aquarium/sea world gitu. Bagus dan kayanya wah banget. Ceritanya sih di Tokyo, tapi mungkin syutingnya bukan di Tokyo kali ya.😛
    Ya udah berikutnya piknik aja, gak jadi mulu mau piknik xD

  4. Pingback: Made in Tetangga | Toumei Ningen – Personal Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s