Eid Adha Mubarak

Selamat hari raya Idul Adha buat pengunjung blog ini.
Hari ini, kebetulan saya bisa sholat Ied berhubung jadwal kerja memungkinkan saya untuk pergi sholat di pagi hari. Btw, ini postingan pertama yang ditulis via iPhone.

Seperti halnya sholat Idul Fitri sebelumnya, sholat Idul Adha yang diselenggarakan oleh masjid Nagoya kali ini juga dilokasikan di Port Messe Nagoya. Sholat agak terlambat dari jadwal semula karena kedatangan polisi setempat. Rupanya gara-gara masalah mobil parkir sembarangan.

Menurut panitia sholat Ied, ada sekitar 12 mobil parkir di tepi jalan sehingga mengganggu lalu lintas dan semuanya dimiliki oleh para jama’ah sholat Ied. Padahal sudah diumumkan oleh panitia masjid Nagoya sebelumnya agar para jama’ah yang membawa mobil untuk memarkir mobil di tempat parkir yang disediakan. Entah karena gak ngerti, ingin parkir gratisan gak mau bayar atau malah ignorant tak perduli, tetap saja parkir seenaknya. Rupanya masalah parkir sembarangan ini sudah terjadi sejak tahun sebelumnya, sehingga kali ini pihak masjid Nagoya mendapat teguran keras dan ada kemungkinan tak akan mendapat ijin meminjam tempat yang sama untuk sholat Ied dikemudian hari.

Kejadian parkir sembarangan jama’ah seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi dan bukan hanya di masjid Nagoya, melainkan juga masjid lain. Hal ini terus terang saja memberikan imej buruk bagi nama Islam. Terkesan kaum muslim suka seenaknya dan tidak taat peraturan pemerintah setempat. Kalau sudah mengemudi mobil, berarti sudah memiliki SIM Jepang dan itu berarti sudah mengerti peraturan.

Jika polisi datang hingga mengadakan pertemuan dengan pihak masjid Nagoya dan pengelola Nagoya Port Messe, itu berarti sulit untuk memperoleh ijin dikemudian hari dan ada kemungkinan sholat Ied Adha tahun ini adalah yang terakhir kali di Port Messe. Pihak masjid Nagoya tampaknya harus berusaha mencari lagi tempat lain untuk penyelenggaraan sholat Ied di kesempatan mendatang, ketika semakin hari semakin sulit menemukan tempat yang cukup luas menampung jama’ah.

20121026-113312.jpg

4 thoughts on “Eid Adha Mubarak

  1. Kejadian parkir sembarangan jama’ah seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi dan bukan hanya di masjid Nagoya, melainkan juga masjid lain. Hal ini terus terang saja memberikan imej buruk bagi nama Islam.

    eh… jadi kalau begitu sebenarnya ini fenomena yang umum berlaku di seluruh Jepang juga?😕

    penasarannya sih ya itu… kok bisa. kalau udah punya SIM Jepang itu bukannya berarti sudah bisa ditilang dan harus sidang, lah terus kok masih banyak aja. apa untungnya, gitu.😐

    btw, sekalian nanya. konon katanya prosedur tilang/sidang di sana tergolong lebih ribet daripada di banyak negara, benarkah?

    • sebenarnya ini fenomena yang umum berlaku di seluruh Jepang juga?

      Maksudnya apa? muslim yang bawa mobil di Jepang suka parkir sembarangan?
      Tergantung orangnya juga lah, toh masih banyak muslim yg bawa mobil parkir di tempat parkir koq.

      kalau udah punya SIM Jepang itu bukannya berarti sudah bisa ditilang dan harus sidang, lah terus kok masih banyak aja. apa untungnya, gitu.

      Lah, emang iya. Yang 12 mobil itu semuanya kena tilang dan harus bayar tilang sekitar 15 ribu yen (hampir Rp. 2 juta) untuk mobil biasa.
      Gak ada untungnya tuh, mungkin mereka ngarep polisinya tidur kayak di Indonesia😛

      konon katanya prosedur tilang/sidang di sana tergolong lebih ribet daripada di banyak negara, benarkah?

      Ah iya, di Jepang kayaknya nggak ada sidang tapi langsung bayar ticket di bank atau kantor pos, mirip kayak sistem tilang yang sebenarnya di Indonesia. Dulu aku pernah kena tilang naik motor ngebut😈 dan cuma dicatat data SIM dan motor, lalu dikasih ticket utk dibayar di bank/kantor pos. Gampang banget. Aku bayar di bank sebelum tenggat waktu bayar habis (sekitar 1 bulan sejak kena tilang), kalau nggak bakalan kena denda tambahan. Di Jepang gak bisa lari dari tanggung jawab bayar beginian karena data pribadi semuanya lengkap tercatat, paling kalau mau kabur yah ke luar negeri (dengan catatan gak bakalan balik ke Jepang lagi)
      Sejak tahun 2011, SIM Jepang pakai chip yg ditanam di dalam kartu SIM. Polisi tinggal menggesek kartu SIM di alat mereka di mobil patroli kayak credit card, langsung keluar data kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s