Berdiri Sendiri

Suasana bulan Februari di Port of Nagoya memang kurang menyenangkan. Temperatur udara sekitar nol derajat disertai angin pantai yang dingin memang bikin tubuh makin menggigil. Sepasang suami istri Jepang dengan seorang anak mereka yang masih berusia 1-2 tahun sedang berjalan di depanku. Tampaknya mereka baru saja pulang jalan-jalan dari Port of Nagoya Public Aquarium. Sang anak berjalan sendiri mengikuti ayah ibunya yang berjalan di depan. Dia berjalan tertatih-tatih sambil diawasi oleh orang tuanya.

Tiba-tiba sang anak jatuh tertingkap.

Sambil meringis menahan sakit, sang anak mulai menangis. Kedua orang tuanya menghampiri tapi tak membantunya berdiri, apalagi menenangkan sang anak agar tangisnya reda. Ayah dan ibunya malah berkata pada anak mereka,

Ayah: Jibun de tatte! (Ayo berdiri sendiri)
Ibu: Ganbatte! (Berusahalah)

Sang anak menangis makin keras, tapi dia berusaha berdiri.

Ayah: Tatte! (Ayo berdiri)
Ibu: Ganbare! (Ayo berusaha)

Setelah berusaha berkali-kali, akhirnya sang anak berhasil berdiri sendiri dan berjalan menuju kedua orang tuanya. Ayah ibunya memeluk sang anak sambil berulang kali memuji. Lalu mereka bertiga berjalan kembali seperti semula, ayah dan ibu berjalan di depan diikuti sang anak berjalan sendiri tertatih-tatih.

… dan aku merutuk kesal karena kameraku ada di dalam ransel. Lewat sudah momen terbaik hari itu.

One thought on “Berdiri Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s