Mereka Bilang Saya Jorok

Judul postingan memang mirip dengan judul koleksi cerpen cerpen dan film yang dibuat oleh Djenar Maesa Ayu, tapi tulisan ini tidak berhubungan dengan produk Djenar Maesa Ayu itu koq. Ini cerita tentang orang-orang Jepang yang bilang saya jorok.😀

Pagi ini saya mendengar gosip mingguan yang paling hangat di tempat saya bekerja. Gosipnya berbunyi, “Ada karyawan orang Indonesia jorok, dia membersihkan alat kelaminnya setelah kencing di wastafel dalam toilet.”
Hah?😮
Karyawan orang Indonesia yang kerja di pabrik tempat saya kerja sekarang ya cuma satu, itu saya sendiri!
Koq bisa-bisanya digosipin kayak gitu?

Memang sih setiap kali habis kencing, aku selalu membersihkan bagian urinary meatus (ujung lubang kencing) untuk membersihkan sisa-sisa urine (air kencing) yang masih ada di bagian urinary meatus. Alasannya cuma satu: kebersihan. Soalnya saya merasa perlu melakukannya karena:
1. Sebagai muslim, saya mempunyai kewajiban sholat lima waktu. Sewaktu sholat diharuskan memakai pakaian yang bersih dari najis. Air kencing adalah najis dan jika saya tidak membersihkan bagian urinary meatus, sisa air kencing di sana akan menempel dan terserap oleh kain celana dalam aka kolor. Kalau mau sholat dan kolor dalam keadaan kotor bernajis, tentunya repot kalau harus buka pasang kolor segala.

2. Celana dalam yang kena air kencing (walaupun kencing sendiri) itu kotor, dan saya merasa tidak nyaman hilir mudik seharian kerja memakai kolor kotor seperti itu. Dan saya juga malas tukar kolor 2 sampai 3 kali dalam sehari sewaktu sedang bekerja. Jadinya mendingan membersihkan urine setelah kencing dibandingkan merasa tidak nyaman sepanjang hari.

Biasanya sebelum kencing, air keran di wastafel saya buka dan saya membasuh tangan kiri untuk membersihkan bagian urinary meatus nanti setelah kencing. Berhubung letak wastafel dan urinal berdekatan, kadang sehabis kencing saya langsung membasahi tangan kiri yang kemudian digunakan untuk membersihkan urinary meatus. Posisi badan saya ketika membersihkan urinary meatus tentunya masih menghadap urinal, bukan ke arah wastafel. Setelah selesai dibersihkan dan merapikan celana, barulah saya membersihkan tangan kiri yang kotor kena urine di wastafel dengan air.

Koq bisa-bisanya yang begini digosipin menjadi “membersihkan alat kelamin di wastafel?”
WatDeFak?
Memangnya mereka nggak jorok hilir mudik dengan memakai kolor belepotan air kencing? Setiap hari lagi!

Saya tahu sih, definisi “bersih” itu kadang berbeda tergantung sudut pandang budaya.
PGKN pernah cerita tentang kenalannya orang Jepang yang bilang membersihkan hadast setelah Buang Air Besar (BAB) dengan air itu jorok. Aku juga pernah cerita pada teman orang Jepang tentang kebiasaan di Indonesia, cebok pakai air (plus sabun) setelah BAB. Dan mereka bilang, “Idiiihh.. basah-basah begitu? Jorok!”

Loh? Padahal menurut saya membersihkan kotoran setelah BAB dengan toilet paper aka toilet tissue justru masih kotor. Malah pas berjalan setelah dibersihkan dengan toilet tissue, masih terasa lengket-lengket di selangkangan. Karena itu, saya selalu menggunakan air + sabun setelah BAB di rumah. Kalaupun BAB di luar rumah (misalnya di toilet umum) dan membersihkan kotoran BAB dengan toilet tissue, biasanya saya selalu membersihkan ulang di rumah dengan air + sabun. Untunglah sudah banyak kakus modern di Jepang yang memiliki bidet yang mengeluarkan “air mancur” untuk membasuh bagian “penglepasan” sebelum dibersihkan dengan toilet tissue. Tapi kalau kepepet dan yang bisa ditemukan cuma kakus jongkok ataupun model lama (tanpa air mancur), apa boleh buat harus dicebok ulang kalau sudah pulang ke rumah.

Kesimpulannya, siapa yang jorok sih?

NB.
Demi menjaga nama baik dari fitnah kejam, mulai sekarang saya terpaksa rada ribet kalau mau kencing. Masuk toilet, ambil toilet paper dan basahi toilet paper dengan air keran di wastafel, gunakan tissue basah tersebut untuk membersihkan bagian urinary meatus setelah kencing.

7 thoughts on “Mereka Bilang Saya Jorok

  1. heheheh susah ya cowo… kalau cewek kan tinggal pakai bidet. Dan kalau tidak ada bidet, pakai tissue yang sudah dibasahin dulu sebelumnya (jadi inget mama dulu begitu). Atau… kami bawa botol aqua khusus air cebok dalam tas😀

    • BTW ada teman jepangku yang kuajari pakai air…. lalu dia di rumahku di Indonesia juga pakai air… dan ketagihan sampai di Jepang juga harus pakai air sesudah BAB.😀 Kalau Riku lebih gawat, dia harus BAB di rumah! (karena ada bidet, dan bersih). Jadi minggu lalu sebetulnya aku mau ajak dia jalan-jalan sesudah lunch, terpaksa pulang deh😀

      • @Imelda
        Iya sih. di toilet kantor untuk cowok, buat kencing cuma ada urinal doang, gak ada bidet. kakusnya juga kakus jongkok. jadi ribet kalau mau bersih2 setelah buang air kecil/besar.
        Wah, teman mbak imel gak jijik yah pas cebok pakai air? teman2ku malah bilang basah2an gitu jorok😛
        Riku kalau udah gede, kayaknya bakalan nggak betah kalau cebok pakai toilet tissue😀

  2. Hehehe, gosip :p Cowok2 juga seru, ya…

    Tapi, iya, gak enak banget kalo cebok cuma pake tissue. Mendingan dua2nya, air dan keringin pake tissue. Atau kalo cuma bisa milih satu, ya, air.

    Kalo di tempat saya, bukan masalah cebok (yaiyalaah), tapi masalah pipisnya di mana. Soalnya beberapa orang masih juga seneng pipis di lantai! Buset, dah! Cuma dalih mereka, kebiasaan begitu. Lagian jorok kalo duduk di kloset bekas bokong gak tau siapa. Jadinya kita pun ganti beberapa wc dengan wc jongkok, deh.

    • Mendingan dua2nya, air dan keringin pake tissue. Atau kalo cuma bisa milih satu, ya, air.

      Kalau di rumah sendiri sih, keringin pakai handuk.

      …beberapa orang masih juga seneng pipis di lantai!

      Busyet.. jorok amat😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s