Musim Semi, Musim Alergi

Di Jepang, musim cuma terbagi menjadi empat musim yaitu Panas, Gugur, Dingin dan Semi (kalah sama Indonesia yang ada musim duren sampai musim banjir segala). Ketika aku masih baru tinggal di Jepang, musim favoritku adalah Musim Semi. Alasannya gampang, karena Musim Semi penuh warna dengan bunga-bunga yang bermekaran dan tentu saja yang paling ngetop diantaranya bunga Sakura. Urutan kesukaanku dulu adalah: Musim Semi, Gugur, Dingin dan Panas. Hingga setelah aku pindah dari Shizuoka ke Prefecture Aichi, Musim Semi jatuh urutannya menjadi nomer dua digantikan Musim Gugur. Alasannya cuma satu yaitu Kafunshō.

Apa itu Kafunshō? Menurut penjelasan mbakyu Wiki, Kafunshō itu alergi serbuk bunga yang diderita oleh orang-orang yang tinggal di Jepang dan serbuk itu dihasilkan oleh pohon yang disebut orang Jepang sebagai pohon Sugi. Sebelum tahun 1960-an, tak ada orang yang kena Kafunshō karena pertumbuhan pohon Sugi belum terlalu marak. Tapi sejak program reboisasi Jepang tahun 1960-an, pohon Sugi banyak ditanam karena pada masa itu kayu dari pohon Sugi banyak dipakai sebagai bahan bangunan untuk proyek konstruksi (jadi ingat proyek reboisasi pemerintah Orde Baru yang memakai Lamtoro-gung alias Petai China). Mungkin saat itu tak ada yang menyangka kalau serbuk bunga yang diproduksi pohon Sugi bisa menyebabkan alergi secara massal. Ketika harga bahan bangunan semakin tahun semakin murah, kayu dari pohon Sugi banyak ditinggalkan oleh perusahaan konstruksi sehingga menyebabkan pohon Sugi yang tak dipakai semakin banyak (maksudnya tak ditebang lagi). Padahal makin tua pohon Sugi, serbuk yang diproduksi juga semakin banyak sehingga generasi Jepang yang lahir sejak 1960-an mulai terkena alergi. Memang sih tak semua lokasi di Jepang yang banyak pohon Sugi, misalnya saja Kyūshū dan Okinawa yang jarang ada sehingga ada beberapa perusahaan pariwisata lokal yang menawarkan wisata ke Kyūshū dan Okinawa dalam rangka menghindari musim puncak Kafunshō. Lokasi yang paling banyak ditanam pohon Sugi adalah Jepang tengah, terutama kawasan Shizuoka. Jangan-jangan tinggal 5 tahun di Shizuoka rupanya memberi kontribusi besar buat Kafunshō yang kuderita. Selain pohon Sugi yang jadi mayoritas penyebab Kafunshō, serbuk yang dihasilkan oleh pohon Hinoki menjadi sumber Kafunshō nomor dua setelah Sugi. Biasanya serbuk Sugi menyebar di awal bulan Maret, serbuk Hinoki berterbangan di bulan April.
Kafunshō bukan hanya muncul di musim semi, di musim gugurpun ada loh walaupun tak seheboh musim semi. Temanku yang orang Jepang ada yang alergi terhadap Ine (gabah padi). Derita Kafunshō akibat Ine yang dideritanya malah lebih parah dibandingkan Kafunshō dari Sugi di bulan Maret.

Pohon Sugi dan bunganya

Apakah semua orang rentan kena Kafunshō?
Tentu saja tidak, tergantung dari daya tahan tubuh dan kemampuan adaptasi masing-masing orang.
Adikku tinggal di Jepang selama belasan tahun tak pernah ke Kafunshō, padahal suaminya yang tinggal dalam jangka waktu yang sama sudah kena Kafunshō sejak 1-2 tahun tinggal di Jepang. Aku sendiri baru kena setelah 5 tahun tinggal di Jepang. Orang Jepangpun sama saja, ada yang tak pernah kena seumur hidupnya, ada juga kena Kafunshō setelah berusia sekian tahun. Biasanya kalau sudah alergi debu, orang lebih gampang kena Kafunshō seperti halnya adik iparku di atas.

Gejala umum Kafunshō biasanya mirip gejala alergi lain kayak sering bersin, hidung beringus, dan iritasi mata. Apabila Kafunshō sudah parah, muka bisa terasa gatal dan membengkak kemerahan. Penderita Kafunshō yang sudah parah biasanya terpaksa pergi ke dokter untuk mendapatkan obat yang bisa meringankan gejala Kafunshō. Sedangkan penderita Kafunshō biasa seperti aku, cukup beli masker untuk menutup hidung dari serbuk bunga dan obat tetes mata untuk meringankan derita mata gatal dan perih.

Apakah anda mau datang dan tinggal cukup lama di Jepang? Bersiap-siaplah kena Kafunshō, apalagi kalau anda punya alergi debu, bulu binatang dll. Semoga saja jangan kena. Kata temanku, kalau baru pertama kali kena, sebaiknya langsung ke dokter supaya bisa mendapat penanganan dan pencegahan agar di tahun berikutnya terhindar dari Kafunshō parah. Apalagi menurut situs Kafunshō2013 ini, Kafunshō tahun ini bakalan lebih parah karena produksi serbuk bunga pohon Sugi akan lebih banyak dari tahun sebelumnya.

4 thoughts on “Musim Semi, Musim Alergi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s