Telephoto bergaya macro

There are two kinds of photographers: those who make pictures, and those who just talk about it instead.
(Ken Rockwell)

Akhir-akhir ini aku sering sekali menulis postingan yang berhubungan dengan fotografi. Maklumlah, lagi gandrung motret😀 . Semakin lama masuk ke dalam dunia fotografi, aku merasa semakin bodoh karena semakin banyak ketidaktahuanku tentang teknik foto, terutama jika menggunakan jenis lensa tertentu. Selama ini aku selalu berasumsi teknik foto secara umum untuk masing-masing jenis lensa adalah spesifik.
Misalnya saja untuk foto macro hanya bisa difoto dengan lensa macro, atau lensa telephoto hanya untuk memotret obyek yang letaknya jauh.
Ternyata lebih dari itu!
Kreativitas sangat dibutuhkan untuk menghasilkan gambar yang menarik, termasuk diantaranya memaksimalkan penggunaan lensa. Dari link video youtube, aku mendapatkan pelajaran menarik tentang cara memanipulasi perspektif si fotografer. Tutorial yang dibawakan oleh Mike Browne pada link di bawah ini mengajarkan 3 macam penggunaan lensa telephoto selain aplikasi umumnya untuk foto jarak jauh.

Untuk tulisan ini, aku khusus membahas aplikasi ke 3 yaitu menggunakan lensa telephoto untuk memotret a la lensa macro. Seperti kata Browne, hasilnya tentu saja tak akan sama seperti jika menggunakan lensa macro asli, apalagi memotret zoom hingga sangat dekat ke obyek. Tapi dengan lensa telephoto, hasil fotonya akan terlihat bergaya lensa macro yang unik dengan cara mengatur fokus pada focal-line besar (sekitar 200mm). Untuk latihan, aku menggunakan satu-satunya lensa telephoto yang kumiliki 70-200mm yang ditempelkan pada kamera Canon 7D.

Awalnya sih rada sulit untuk mendapatkan gambar bagus. Setelah berkali-kali mencoba, barulah aku mendapatkan hasil yang lumayan. Bunga yang ada dalam gambar di bawah ini sebenarnya hanya bunga liar yang tumbuh di pinggir jalan. Karena bentuknya kecil, jumlahnya sedikit dan jarang-jarang, lalu tumbuh bercampur dengan jenis bunga lain, maka aku terpaksa mengambil komposisi agar frame hanya merekam bagian tumbuhan berwarna oranye saja. Untuk itu, aku juga menggunakan teknik pertama dari tutorial Browne di atas yaitu membuat bunga-bunga oranye terlihat merapat dan rimbun. Bagaimana hasilnya? Not bad isn’t it?

Bunga liar tumbuh di tepi jalan

Bunga liar tumbuh di tepi jalan

Akhirnya aku baru benar-benar senang ketika berhasil memotret lebah yang sedang terbang dan hinggap di bunga dengan teknik ini. Foto bunga liar di atas lebih gampang diambil karena bunga tersebut statis, tidak bergerak. Mengambil gambar lebah tentunya lebih sulit karena si lebah tak bisa diperintah untuk diam. Tak ada jalan lain kecuali menaikkan shutter-speed agar gambar si lebah bisa terekam jernih, sambil mengatur fokus agar foto terlihat bagaikan menggunakan lensa macro.

Lebah terbang mendekati sari bunga

Lebah terbang mendekati sari bunga

Lebah hinggap di bagian sari bunga

Lebah hinggap di bagian sari bunga

Kedua gambar lebah di atas kuambil di Mississauga Park ketika kebun mawar di sana sedang mekar.

Aku benar-benar merasakan bahwa semakin banyak latihan, feeling dan perspektif kita dalam mengambil gambar semakin terasah. Benar kata Ken Rockwell pada quote paling atas, daripada ribut berdebat mendingan ambil kameramu dan keluarlah memotret. Daripada ribut membahas kehebatan sensor kamera anu lah, kamera mirrorless pakai sensor anu lah, merk kamera anu lebih bagus lah. Setelah dapat pengetahuannya, jauh lebih baik langsung praktek walaupun cuma dengan kamera ponsel.

8 thoughts on “Telephoto bergaya macro

  1. ternyata bisa juga pake lensa tele, ini saya juga baru tahu.

    setuju, apapun kameranya kadang memang tergantung man behind the gun, jadi emang mesti banyak latihan dan latihan. *jadi pengin beli lensa🙄 *

    • @Gentole
      Kamera saya biasa aja boss, cuma kamera dengan crop-censor APS-C. Kalah sama kamera punya wartawan (biasanya sih wartawan foto) yang sensornya full-frame atau APS-H, dan itu harganya berlipat-lipat lebih mahal dari kamera saya. Tapi wartawan foto emang kerjanya pakai kamera, yah harus pakai yang paling bagus lah. Wong periuk nasinya di situ.

    • @Imelda
      Iya mbak, awal2 nyoba juga sulit fokus kalau pakai auto. Pas diganti pakai fokus manual, jadinya malah ribet dan kadang suka out of focus. Tapi kalau udah terlatih bisa koq mbak, baik pakai manual atau auto focus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s