Puasa, Onigiri, dan Matsuri

Puasa Ramadhan tahun 2013 di Jepang kali ini memang parah panasnya. Sudah 7 hari aku jebol gak kuat menahan haus (kalau lapar sih masih kuat ditahan), terutama ketika temperatur mencapai lebih dari 35 Celsius plus kelembaban lebih dari 80%. Untuk berbuka puasa juga agak ribet berhubung aku bekerja shift dengan waktu istirahat (untuk buka puasa) bervariasi. Untuk hal ini, aku benar-benar harus berterima kasih pada orang yang pertama kali memperkenalkan onigiri. Ya, onigiri inilah makanan regularku untuk buka puasa. Berhubung jika membawa kotak bekal (bento) kemungkinan besar makanannya akan cepat basi dalam kondisi panas lembab.

Di pihak lain, musim panas juga musim matsuri (festival Jepang) dan kembang api. Masing-masing daerah (semacam kecamatan atau kabupaten) menyelenggarakan festival lokal meramaikan suasana musim panas. Pergi ke tempat matsuri ketika berpuasa memang butuh strategi supaya tidak mengalami dehidrasi. Kali ini aku sengaja pergi menjelang waktu ashar sekitar jam 3 sore supaya tak terlalu merasakan panas menyengat. Masalahnya di tempat matsuri bisa dipastikan penuh dengan pengunjung yang menyebabkan suasana agak pengap. Pintar-pintar kita lah mengatur jadwal dan area yang dikunjungi.

Hari sabtu kemarin aku mengunjungi 2 tempat yang kebetulan jaraknya tak terlalu jauh. Tempat pertama adalah Ichinomiya yang menyelenggarakan festival Tanabata yang dikenal dengan nama lengkap Arimono Kansha Sai Ichinomiya Tanabata Matsuri. Dibandingkan dengan Anjo Tanabata Matsuri, terus terang saja aku lebih suka Tanabata Matsuri versi daerah Anjo berhubung tempat dan suasananya lebih menarik. Hari sabtu kemarin, kebetulan Ichinomiya Tanabata Matsuri sedang menyelenggarakan acara Cosplay. Jadilah selain foto-foto suasana matsuri, sekalian foto juga para peserta cosplay yang berparade sepanjang area matsuri. Ichinomiya Tanabata ini agak berbeda dibanding Tanabata Matsuri yang lain karena mereka lebih fokus memuliakan dewi penenun Orihime. Di dekat tempat matsuri ada Masumida Jinja (shrine) yang terkenal sebagai tempat pemujaan dewi penenun. Sabtu kemarin, Masumida Jinja juga terlihat penuh dengan pengunjung Tanabata Matsuri yang datang ingin berdoa.

Tempat kedua adalah Tsushima Tennou Matsuri yang diselenggarakan di daerah Tsushima. Festival ini diselenggarakan di danau dan menampilkan kapal-kapal yang dihias. Ada dua periode matsuri yaitu Yoi Matsuri yang diselenggarakan hari sabtu malam dan Asa Matsuri yang diselenggarakan hari minggu pagi-siang. Yang kukunjungi kali ini adalah Yoi Matsuri yang menampilkan Makiwara-bune, kapal berhiaskan Chouchin (lentera Jepang) berbentuk spiral. Pengunjungnya lebih penuh dari pada Ichinomiya Tanabata Matsuri dan membuatku agak sulit mencari tempat untuk memotret. Berhubung hampir seluruh spot bagus untuk memotret sudah dipenuhi para fotografer amatir dengan tripod masing-masing, mau tak mau aku memotret dengan hand-held. Sia-sia aku capek mengangkut tripodku, toh tak digunakan juga. Padahal untuk memotret low-light, dibutuhkan tripod supaya gambarnya tetap tajam pada shutter-speed lambat. Tapi hasil foto hand-held ternyata gak jelek-jelek amat lah. Setidaknya menurutku:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s