Friendship

Bulan lalu aku pulang mudik ke Indonesia selama hampir 3 minggu. Tujuan utama pulang adalah untuk menikah. Ya, statusku sekarang sudah tidak lajang lagi hehehehe. Istriku sendiri juga blogger, setidaknya blognya masih lumayan rutin diisi dengan tulisan maupun foto-foto😛 Balik lagi ke Jepang tentunya banyak cerita yang ingin kutulis, tapi entah kenapa aku malah agak malas menulis. Untuk postingan kali ini sendiri agak kupaksakan menulis karena terus menerus berputar-putar di dalam kepalaku sehingga harus cepat dikeluarkan dalam bentuk tulisan.

Sewaktu pulang dari jalan-jalan pasca menikah ke pulau Bali, aku benar-benar merasakan betapa memiliki teman adalah sebuah anugerah tak ternilai. Betapa tidak, banyak hal yang dilakukan teman-teman untuk membuatku bahagia selama kepulanganku bulan lalu.

Dimulai dari teman-teman yang diundang untuk menghadiri resepsi pernikahanku. Berhubung resepsi diselenggarakan pada malam hari, aku tidak terlalu berharap banyak teman-temanku akan ramai datang ikut merayakan hari pernikahanku. Ucapan selamat dan terutama do’a dari mereka sudah cukup untuk membuatku senang, toh mereka juga mungkin masih memiliki urusan pribadi yang lebih penting.

Selop kedua mempelai

Selop kedua mempelai

Tapi teman-teman yang menyempatkan diri datang ke resepsi pernikahan kami benar-benar membuatku bahagia. Jauh-jauh mereka datang untuk merayakan hari spesial bagi kami berdua tentunya nilainya jauh lebih berharga dari uang amplopan maupun kado yang diberikan. Kehadiran teman-teman adalah hadiah istimewa. Teman-teman blogger dan teman-teman sewaktu tinggal di Fujinomiya juga datang sehingga mereka juga bisa kopdaran dan reuni secara tidak langsung😛 Malah temanku Wida datang jauh-jauh dari kampung halamanku di Belitung menyeberangi laut Jawa untuk langsung mengucapkan selamat. Wah, hatiku merasa tersentuh sekali. Datangnya Wida dari Belitung melengkapi reuni dadakan teman-teman kost-ku anak-anak Belitung di Cisitu Baru – Dago, Bandung. Sudah belasan tahun aku tak pernah berkumpul ramai-ramai dengan mereka sehingga kedatangan mereka terasa sangat istimewa.

Selain itu juga aku tak menduga kalau teman kantorku sewaktu aku bekerja di Tangerang juga datang beserta suami dan anak-anaknya. Rasanya pangling melihat mereka setelah tak pernah bertemu sejak tahun 2005, apalagi mbak Ratna yang sudah kuanggap sebagai kakak sendiri. Sayangnya mereka keburu pulang sebelum keinginanku untuk foto bareng belum terealisasi.

Pokoknya terima kasih pada kalian yang sudah menyempatkan diri datang dan mengucapkan selamat langsung kepada kami berdua beserta keluarga. Kalian telah membuat tanggal 24 Agustus terasa jauh lebih spesial. Terima kasih juga buat teman-teman yang tak sempat datang, do’a kalian tentunya sangat berharga bagi kami.

dan cerita tentang teman ini belum selesai……..

Setelah menikah, aku dan istri tadinya berencana untuk bulan madu ke pulau Bali dan kami sudah menghubungi teman kami Gede yang menawarkan Villa & Resort di Ubud milik saudaranya untuk tinggal selama berada di Bali dengan harga spesial. Sayangnya terjadi musibah kecelakaan pada nenek istri, sehingga beliau harus di rawat di rumah sakit Solo. Jadilah rencana honeymoon ke Bali diganti dengan menjenguk nenek ke Solo. Sewaktu dijenguk, rupanya kondisi nenek sudah membaik dan rencana awal untuk ke Bali tiba-tiba muncul lagi. Ketika dihubungi lagi, Gede tidak keberatan untuk kembali memesan Villa & Resort yang tadinya sudah dibatalkan. Alhamdulillah, Villa & Resort-nya bisa di-booking dengan harga spesial seperti tawaran sebelumnya pula, padahal dadakan begini. Terima kasih buat Gede yang sudah bela-belain memesan ulang, padahal tadinya udah dibatalin.

Bareng Arif di Tanah Lot

Bareng Arif di Tanah Lot

Sampai di Bali, aku menghubungi temanku Arif yang tinggal di Denpasar untuk bertemu. Nostalgia lah ceritanya, sambil ngobrolin masa lalu. Maklumlah Arif adalah satu-satunya orang Indonesia yang pernah tinggal satu apartemen denganku di Jepang, jadinya banyak suka duka yang dijalani bersama sewaktu tinggal bareng selama hampir 2 tahun di Fujinomiya. Tak tahunya Arif datang membawa mobil dan dia malah menawarkan mengantar kami jalan-jalan seharian. Jadilah hari itu kami diantar keliling dari pantai Balangan hingga Tanah Lot. Bayangkan saja, honeymoon ke Bali dan bisa dapat Villa & Resort bagus secara dadakan berkat teman, lalu seharian diantar jalan-jalan muter Bali berkat teman, apalagi yang mau dikatakan?

Ya… Teman adalah anugerah, persahabatan adalah berkah tak ternilai.

5 thoughts on “Friendship

  1. …datang jauh-jauh dari kampung halamanku di Belitung menyeberangi laut China selatan untuk langsung mengucapkan selamat.

    nganu, kalo dari Belitung ke Jakarta nyeberangnya bukan Laut China Selatan kok, tapi Laut Jawa:mrgreen:

    eniwei, selamat menikah, semoga berbahagia ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s