Mau ke Mana di Kyoto? (umum)

Dulu saya pernah menulis tentang jalan-jalan di daerah Nagoya dan sekitarnya. Sewaktu pulang mudik kemarin, ada teman yang bertanya-tanya tentang tempat-tempat wisata yang menarik di Jepang dan aku dengan pasti menjawab “KYOTO!”. Lah? Kyoto khan luas banget, emangnya semua titik di kota Kyoto itu lokasi wisata? Tentunya tidak, malah ada beberapa spot yang khusus menjadi tempat wisata pada musim-musim tertentu. Tulisan ini tentunya tidak lengkap karena tujuan wisata di Kyoto sangat banyak. Di sini saya cuma memberikan beberapa lokasi wisata yang saya rekomendasikan karena punya pengalaman pernah ke sana atau minimal pernah survey mau ke sana. Tapi setidaknya bagi pembaca yang belum pernah ke Kyoto akan mendapat gambaran lokasi mana saja yang layak diprioritaskan mendapatkan kunjungan.

Seperti yang saya sebutkan di atas, Kyoto memang kota favorit untuk tujuan wisata karena memiliki banyak bangunan bersejarah yang bersuasana Jepang kuno, mengingat Kyoto merupakan ibu kota Jepang pada masa lalu. Tentunya turis yang berwisata mengunjungi kota Kyoto tak kenal musim, akan tetapi pada musim semi dan musim gugur jumlah wisatawan yang datang akan membelundak berlipat lebih banyak dari pada musim panas dan musim dingin. Terutama pada saat sakura mekar (musim semi) dan saat momiji atau daun merah (musim gugur) berubah warna. Baik turis lokal maupun internasional berlomba-lomba datang ke Kyoto untuk menikmati sakura dan momiji sehingga bisa dibilang tempat wisata akan penuh.

Alat transportasi untuk turis ke lokasi-lokasi wisata di Kyoto umumnya ada dua yaitu bis dan kereta (baik KRL maupun subway). Jika berkunjung pada musim-musim lenggang paling enak memang naik bis karena harganya paling murah dan rutenya mencakup banyak tempat wisata terkenal. Tapi jika pada musim padat pengunjung, naik bis akan membuat anda kecapekan dan stress. Bayangkan saja kerumunan wisatawan yang jumlahnya bejibun itu semuanya mau naik bis! Sudah antrian naik bis panjang, belum lagi di dalam bis penumpang penuh ditumpuk kayak ikan sarden. Pakai kereta memang lebih enak, sayangnya rute dan stasiun kereta tidak mencakup banyak tempat wisata. Oleh karena itu, saat musim sakura dan momiji saya sarankan agar memakai double transportasi bis dan kereta walau harus membayar lebih mahal sedikit. Bis dalam kota ada 2 jenis yaitu City-bus (bahasa Jepang: shi-basu) dan Kyo-bus. Masing-masing bis menjual one day-pass (tiket yang bisa dipakai seharian) seharga 500 yen. Tiket untuk City-bus tak bisa dipakai untuk Kyo-bus, begitu pula sebaliknya. City-bus dan Kyo-bus memiliki rute yang berbeda, jadi harap hati-hati agar tidak tertukar. Saya sendiri menyarankan untuk memakai City-bus yang rutenya lebih banyak melewati tempat wisata dibanding Kyo-bus

Karena lokasi wisata di Kyoto sangat banyak dan juga ada lokasi yang spesifik memang indah pada musim tertentu, saya bagi tulisan ini menjadi 3 tulisan yaitu wisata umum, musim semi dan musim gugur. Untuk postingan kali ini, saya memaparkan lokasi wisata umum yang bisa dikunjungi pada musim apa saja.

Ada 4 lokasi yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi kapanpun, baik itu pada saat musim panas, musim semi, musim gugur, maupun musim dingin. Mengapa? Karena keindahan dan nilai historis mereka tetap menarik dilihat tanpa mengenal musim, malah anda bisa melihat pemandangan yang berbeda pada musim yang berbeda pula ketika berkunjung ke Kinkaku-ji dan Kiyomizu-dera. Pada setiap bagian, saya sertakan beberapa foto yang pernah saya ambil

1. Kiyomizu-dera (Kuil Kiyomizu)
Belasan kali saya mengunjungi Kyoto, belasan kali pula saya mampir ke Kiyomizu-dera karena tak pernah bosan. Kiyomizu-dera adalah sebuah kuil Buddha yang berdiri di atas tumpukan pilar-pilar besar di daerah perbukitan Higashiyama, karena itu bersiap-siaplah jalan menanjak untuk mencapai kompleks Kiyomizu-dera. Di dalam kompleks Kiyomizu-dera, bukan hanya kuil Buddha saja yang ada melainkan bisa ditemukan juga Jinja (kuil Shinto) seperti misalnya Jishu-jinja yang di dalamnya terdapat sepasang batu peramal cinta (Koi Uranai no Ishi). Kabarnya, barang siapa dapat berjalan dari satu batu ke batu lainnya dengan mata tertutup dan dibimbing panduan suara kekasihnya, maka jodohnya akan terkabul.

Kunjungan ke Kiyomizu-dera pada musim semi (saat sakura mekar), akan mendapatkan pemandangan kuil dihiasi sakura. Pada saat musim gugur (masa momiji berubah merah), akan mendapatkan pemandangan kuil dihiasi daun merah. Pada saat musim dingin (saat turun salju), akan mendapatkan pemandangan indah kuil diliputi salju putih. Bahkan pada musim panaspun masih indah dengan rimbunan pohon berdaun hijau.

NB.
– Pada musim gugur saat momiji, Kiyomizu-dera mengadakan acara light-up dengan menerangi beberapa sisi kompleks Kiyomizu-dera pada malam hari. Sensasinya memang beda dan indah, tapi bagi anda yang ingin berkunjung menonton light-up harus siap-siap menghadapi kerumunan para pengunjung.

– Jika ingin bertemu dan foto bareng dengan Maiko (murid Geisha), mereka kadang-kadang bisa ditemukan di area antara Yasaka-jinja dan Kiyomizu-dera. Kalau anda tidak keberatan jalan kaki cukup jauh, silahkan berjalan kaki dari Yasaka-jinja (Maruyama park) menuju Kiyomizu-dera, semoga bertemu dengan Maiko. Para Maiko ini tak keberatan koq kalau diminta berfoto bareng dengan sopan.

2. Kinkaku-ji (Kuil Kinkaku)
Kinkaku-ji berarti kuil paviliun emas dan sesuai dengan namanya, Kinkaku-ji memang bangunan berlapis emas. Seluruh bagian dinding dua lantai teratas Kinkaku-ji dilapisi dengan lempengan emas murni. Seperti Kiyomizu-dera, Kinkaku-ji juga memiliki pemandangan yang berbeda jika dikunjungi pada musim yang berlainan. Kuil yang bernama asli Rokuon-ji ini boleh dikatakan wajib dikunjungi bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Kyoto walaupun menurutku cukup hanya satu kali saja. Kalaupun saya ingin berkunjung ke Kinkaku-ji lagi, saya ingin datang pas ketika salju putih menutupi paviliun dan danau yang mengitarinya walau hingga sekarang masih belum tercapai.

3. Fushimi Inari Taisha (Kuil Pusat Fushimi Inari)
Jika Kiyomizu-dera dan Kinkaku-ji adalah kuil Buddha, Fushimi Inari Taisha adalah Jinja (kuil Shinto) yang tentunya bentuk dan suasananya berbeda jika dibanding kuil Buddha di atas. Fushimi Inari Taisha terkenal dengan jajaran torii (palang gerbang khas Jinja yang biasanya berwarna merah/oranye) yang membujur cukup panjang sehingga terlihat mirip lorong. Walalupun ada Jinja lain yang memiliki jejeran torii pendek, jejeran torii panjang ini hanya akan anda temukan di kompleks Fushimi Inari Taisha saja, oleh karena itu sangat sayang dilewatkan jika anda berkunjung ke Kyoto.

Fushimi Inari Taisha ini merupakan kuil pusat tempat memuja Inari, dewa kesuburan, panen, bisnis dan apapun yang ada hubungannya dengan kesuksesan. Disebut kuil pusat (taisha) karena Fushimi Inari memiliki banyak cabang kuil Shinto lain di seantero Jepang. Banyaknya torii yang berjejer di kuil pusat ini disebabkan banyaknya perusahaan yang memohon kesuksesan pada dewa Inari dan masing-masing perusahaan mendirikan torii di Fushimi Inari Taisha agar kesuksesan bisnis mereka berjalan lancar. Masing-masing torii di Fushimi Inari Taisha bertuliskan nama perusahaan yang mendirikan torii tersebut. Biasanya perusahaan besar bukan hanya mendirikan torii saja tapi juga berani membayar lebih pada kuil untuk melaksanakan upacara khusus demi meminta kesuksesan bisnis pada dewa Inari. Di beberapa lokasi kuil didirikan patung rase menggigit kunci lumbung di mulutnya. Rase ini adalah hewan utusan dewa Inari yang membawa kunci kesuksesan yang direpresentasikan dalam bentuk kunci lumbung.

NB.
Akses transportasi termudah untuk mengunjungi Fushimi Inari Taisha adalah dengan kereta listrik jalur JR Nara line. Dari stasiun Kyoto, naik kereta biasa (bukan rapid train, karena rapid train tidak singgah di stasiun Inari) sekitar 5 menit, lalu turun di stasiun Inari. Fushimi Inari Taisha berada tepat di depan pintu keluar stasiun Inari.

4. Nijo-jo (Kastil Nijo)
Nijo-jo bukanlah kompleks kuil seperti tiga nama di atas melainkan kompleks kastil. Kastil Nijo ini dibangun keroyokan oleh para penguasa tanah di Jepang atas perintah Ieyasu Tokugawa (Shogun pertama sekaligus pendiri keshogunan Tokugawa) untuk dipergunakan sebagai tempat tinggal sekaligus kantor Shogun ketika sang Shogun berada di Kyoto. Mengapa demikian? Karena pusat pemerintahan Shogun Tokugawa ada di Edo alias Tokyo pada masa sekarang, sedangkan Kyoto adalah tempat tinggal kaisar Jepang. Boleh dibilang Nijo-jo juga dipergunakan sebagai benteng pengawas kaisar Jepang jika sang kaisar berniat macam-macam. Maklum saja, sejarah mencatat beberapa kali kaisar mengumpulkan kekuatan militer untuk menjatuhkan Shogun sebagai penguasa pemerintahan dan militer.

Kalau anda suka bangunan sejarah dan pernak perniknya, Nijo-jo ini layak dikunjungi. Tapi jika anda hanya sekedar ingin menikmati pemandangan, yaahhh…. walaupun Nijo-jo memiliki kebun dan pekarangan yang luas sekali, mungkin penikmat pemandangan tak akan terlalu tertarik mendatangi Nijo-jo. Tapi jika anda berkunjung bertepatan saat musim bunga sakura mekar, kebun Nijo-jo memiliki banyak koleksi beberapa jenis sakura unik.

Bersambung ke tulisan Mau ke Mana di Kyoto (musim gugur)

8 thoughts on “Mau ke Mana di Kyoto? (umum)

  1. Pingback: Mau ke Mana di Kyoto? (musim gugur) | Toumei Ningen – Personal Blog

  2. Hai dai niki
    suka deh baca blog nya… boleh gak minta detail moda transportasi utk ketempat2 yg diceritain plus biayanya klo bisa sekalian rute yg paling efisien. Makasih ya…

    • Hai Dica. Sorry telat balas.
      Moda transportasi untuk mengunjungi tempat2 di atas (kecuali Fushimi-inari) yang paling murah dan efisien adalah City Bus (Shi Bus alias 市バス).
      Rute bis-nya bisa dicari lewat peta yang diterima gratis ketika beli tiket one day pass seharga 500 yen.

  3. Pingback: Ira-Ira | Toumei Ningen – Personal Blog

  4. Hai.. mau tanya dong.. klo ingin mengunjungi ke empat tempat ini dalam 1 hari apa memungkinkan? rute yg paling baik gimana supaya ga bolak-balik? terima kasih ya

    • 1 hari kayaknya bisa, tapi boleh dibilang tidak menikmati kunjungan, kecuali cuma pengen foto2 di depan icon wisata lalu langsung cabut.
      btw, letak Kinkaku-ji dan Kiyomizu-dera berlawanan arah, sedangkan fushimi inari dan nijo-jo ada di tengah.
      Saran saya kalau mau satu hari selesai, ambil rute kiyomizu-dera -> fushimi inari/nijo-jo -> kinkaku-ji, Soalnya Kiyomizu-dera buka jam 6 pagi. Pergilah ke Kiyomizu-dera sekitar jam 6 – jam 7 pagi supaya lebih bisa menikmati kunjungan dengan waktu yg lebih lapang.

      NB.
      – Walau Kiyomizu-dera ditutup jam 6 sore, Jishu-jinja ditutup lebih awal sekitar jam 5. Sedangkan Kinkaku-ji tutup jam 5 sore.
      – Jangan ngelayap, ikutin rute wisata lalu setelah foto2 langsung pergi ke jadwal lokasi berikut. Gak asyik sih, tapi kalau ingin satu hari selesai ya gitu deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s