Bekas

Membeli barang bekas di Jepang kadang kala menjadi metode alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan cara hemat. Apalagi jika kita tidak berencana untuk tinggal seumur hidup atau setidaknya tidak berniat menetap dalam jangka waktu yang sangat lama di Jepang, tentunya membeli barang bekas lebih bernilai ekonomis dibandingkan membeli barang baru. Apalagi jika barang bekas yang dibeli masih sangat layak untuk dipakai dan berdasarkan pengalamanku selama ini, barang-barang bekas (terutama elektronik) yang kubeli tak ada yang rusak hingga beberapa tahun kupakai.

Ketika lulus kuliah dan pindah ke prefektur Aichi untuk bekerja lebih dari 3 tahun yang lalu, hal pertama yang kulakukan adalah mengisi apartemen dengan barang-barang elektronik berukuran besar yang akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Benda pertama dan kedua yang kubeli adalah kulkas dan mesin cuci, keduanya kubeli dari toko barang bekas Hard-off yang menjual bermacam-macam barang bekas pakai termasuk barang elektronik. Kulkas sangat berguna pada saat musim panas untuk mencegah bahan makanan tidak cepat basi dan mesin cuci tentunya membantuku untuk tidak mencuci manual pakai tangan. Untungnya apartemenku sudah dilengkapi dengan AC (Air Conditioner) yang dilengkapi dengan danbo (penghangat ruangan pada musim dingin) dan juga kompor gas, sehingga aku tidak perlu membeli keduanya di toko barang bekas.

Untuk memperoleh barang bekas ada beberapa cara, salah satunya adalah membeli di toko barang bekas (kadang disebut juga recycle shop) seperti ceritaku di atas. Yang paling hemat tentunya menerima lungsuran barang yang tidak terpakai dari teman/kenalan yang bisa jadi gratisan tak perlu keluar biaya seperti misalnya rice-cooker dan renji (micro-wave stove) yang kupakai sekarang. Cara lainnya adalah dengan membeli secara online seperti misalnya ikutan lelang barang di situs yahoo auction. Sayangnya untuk membeli lewat cara ini butuh kemampuan bahasa Jepang (terutama baca-tulis) yang cukup baik jika ingin sukses mendapatkan barang bekas yang berkualitas baik. Laptop yang kupakai untuk menulis postingan ini kudapatkan lewat lelang di yahoo auction. Hanya saja, barang yang beli online tentunya tak bisa diperiksa langsung kondisinya kecuali lewat foto-foto yang ditampilkan penjualnya.

Motor gentsuki (50 cc) merek Yamaha Aprio, beli bekas

Motor gentsuki (50 cc) merek Yamaha Aprio, beli bekas

Minggu lalu, aku membeli mobil lewat toko yang menjual mobil bekas. Sebelumnya aku sama sekali tak punya minat membeli mobil karena aku merasa sepeda motor gentsuki (sudah pasti motor bekas) 50 cc milikku lebih dari cukup untuk mengantarkanku keliling dalam area yang tak terlalu jauh. Kalaupun ingin pergi ke tempat yang cukup jauh, cukup naik kereta listrik atau bis. Hanya saja setelah menikah dan punya istri, rasanya kebutuhan memiliki mobil jadi lebih terasa karena sepeda motorku tidak bisa digunakan untuk boncengan. Jadilah aku mulai sering nangkring di depan komputer mengikuti beberapa lelang di yahoo auction, sampai aku mulai bosan karena harga yang dijual dan ditawar oleh peserta lelang ternyata lumayan mahal dan kebanyakan tanpa shaken (surat tanda mobil layak jalan selama 2 tahun) sehingga perlu mengurus shaken lagi yang juga butuh biaya lebih. Akhirnya aku menempuh jalan yang lebih cepat yaitu mencari informasi mobil bekas yang dijual toko penjual mobil yang ditawarkan secara online.

Walaupun mencari info mobil bekas secara online, tetap saja aku harus mengecek kondisi mobil langsung ke tokonya sehingga menurutku lebih baik mencari toko mobil yang ada di area prefektur tempatku tinggal yaitu prefektur Aichi. Mobil yang kuinginkan adalah mobil ber-cc kecil yang disebut keijidousha (mobil Kei) dengan pertimbangan: Aku tak butuh mobil besar karena yang penting bisa mengangkut sekitar 4 orang, lebih irit bensin, harganya relatif murah, pajak mobil per tahun paling murah, dan yang paling penting tidak kehujanan dikala hujan dan tidak kepanasan dikala panas.

Ada 2 situs online yang sangat berguna untuk mencari mobil bekas yaitu Goo-net dan Carsensor. Sebenarnya masih ada situs online penjual mobil bekas lain, tapi berdasarkan cakupan wilayah maupun jumlah toko mobil yang memasang iklan online, sepertinya Goo-net dan Carsensor masih lebih baik dibandingkan situs iklan penjual mobil bekas lainnya. Karena aku menginginkan mobil plus shaken 2 tahun dengan budget maksimal 200 ribu yen (sekitar Rp. 20 juta), pilihan toko mobil yang masuk hitunganku hanya dua. Toko pertama ada di Nagoya Selatan tapi setelah berkunjung ke sana, kesanku terhadap pelayanannya tidak terlalu bagus. Akhirnya aku pergi ke toko kedua bernama Kounan Service di daerah Taketoyo-Chita district yang hanya menjual mobil bekas jenis Kei.

Suzuki Wagon R bekas yang kubeli minggu lalu.

Suzuki Wagon R bekas yang kubeli minggu lalu.

Sebelum pergi ke tokonya langsung, aku sudah membuat daftar 4 mobil yang dijual di sana melalui data online toko tersebut supaya tak perlu berlama-lama ngecek mobil yang dijual satu per satu. Ternyata 2 mobil yang masuk daftar incaranku telah terjual pada hari sebelumnya dan aku akhirnya memilih mobil merk Suzuki Wagon R 660cc buatan tahun 2000 yang timing belt-nya sudah diganti (ganti timing belt sendiri butuh biaya sekitar 40 ribu yen), ban dalam kondisi sangat bagus, dan body mobil masih mulus. Ditambah dengan ganti oli, ganti batere baru dan sebuah car-navigator baru, aku harus membayar sekitar 190 ribu yen (lebih kurang 19 juta) untuk mobil berusia 13 tahun. Namanya juga mobil tua, tentunya nenpi/燃費 (konsumsi bahan bakar) mobil tersebut sudah tidak sebagus ketika masih baru. Suzuki Wagon R FX-T limited baru buatan tahun 2000 dengan nenpi 17.4 Km/L, setelah 13 tahun mobil yang kubeli kondisinya sudah turun jadi 10 Km/L. Bandingkan dengan model terbaru Suzuki Karimun Wagon 998cc (nenpi 26 Km/L) yang dijual di Indonesia akhir tahun 2013 dengan harga paling murah hanya sekitar Rp. 77 juta. Untuk model yang sama dengan cc lebih rendah (jenis Kei dengan 660cc) dijual di Jepang dengan harga sekitar Rp. 120 juta. Lebih untung beli mobil baru di Indonesia yah?

Oleh karena itu, jika anda berniat menetap di Jepang dalam jangka waktu sangat lama (setidaknya hingga belasan tahun ke depan) kusarankan untuk membeli mobil baru yang secara hitung-hitungannya lebih menguntungkan untuk jangka panjang. Tapi jika anda hanya berniat memakai mobil sekitar 4-5 tahun ke depan? Mobil bekas merupakan pilihan alternatif terbaik.

NB. Setelah membeli mobil, jangan lupa untuk mendaftar asuransi kendaraan yang disebut “Nin-i Hoken” 任意保険 untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan. Walaupun ikut asuransi Nin-i Hoken merupakan pilihan, tidak ada salahnya berjaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan dikemudian hari. Banyak cerita teman-temanku yang merasa beruntung ikut Nin-i Hoken ketika mengalami kecelakaan lalu lintas.

7 thoughts on “Bekas

  1. 1. Saya kagum dengan motor dan mobil bermesin kecil ini. Di kota ini motor minimal 115cc, sementara mobil sebaiknya 1300cc kalo mau lancar di tanjakan. Kurang dari itu berat kalo penumpang penuh/boncengan.:mrgreen:
    2. Saya ngobrol dengan Grace di twitter usai postingan ini dibuat. Ternyata kalo gak beli mobil dan hanya mengandalkan kereta tuk transportasi umum jatuhnya mahal ya? Maksudku, mengingat kalo di Indo.. eh, Jakarta malah gencar kampanye pake transortasi massal karena mobil pribadi menimbulkan macet yang akhirnya jadi mahal ongkos BBM. Lalu kalo jam kereta usai mau kemana2 gimana yang murah? Ada ojek?🙄😕

    • @jensen
      1. Motor di jepang dibagi 4 kelas cc dgn SIM yang beda pula. Punya SIM motor bebek gak boleh naik harley, harus ambil SIM motor cc gede. Tapi kalau punya SIM motor gede, boleh naik motor cc yg lbh kecil. Yang punyaku di atas itu yang paling kecil kelas cc motornya, 50 cc dan gak bisa boncengan :))

      Mobil jg dibagi beberapa kelas cc tp SIM hanya dibagi 2 yaitu SIM buat mobil gigi manual dan gigi otomatis.
      Beda cc hanya beda harga urusan surat menyurat, cc gede biasanya mahal di pajak dan ngurus asuransi.

      2. Naik transportasi umum kayaknya lbh murah kalau yang pergi individual. Tapi kalau berkelompok alias 2 orang atau lebih, jauh lebih murah naik kendaraan pribadi. Makanya, sebelum nikah aku nggak niat beli mobil, tapi setelah hdiup bedua lebih irit kalau beli mobil.

      Tapi ini berlaku di Jepang loh, transportasi umum di Jakarta lbh murah dan yg penting gak kejebak macet (khusus KRL). Lagipula, kalau pakai mobil ke kota besar kayak tokyo, osaka atau nagoya, ada biaya parkir dan cukup mahal hitungan parkir per jam (malah ada yang per 20 menit).

      Gak ada ojek di jepang, hahahaha…
      Pernah temanku org jepang lagi tugas kerja ke jakarta, ditawarin naik ojek dianya takut. Safety first katanya, mending naik taksi, toh biaya naik taksi indonesia masih terjangkau kantong dia, wakakakak…

  2. MAS , syarat yg harus dipenuhi klo pingin beli mobil bekas di jp apa ya? Oshiete kudasai.
    Maksudnya surat2 apa yg dibutuhkan gitu.

    • @Ema
      Tanya aja ke penjualnya, ntar dia kasih tau koq. Gak bisa beli langsung, dia juga harus siap2 dokumen kayak kita. Nanti kalau dokumen mereka dan dokumen kita sudah siap, baru bayar dan mobil bisa pindah tangan.
      Yang paling penting SIM yg masih berlaku di Jepang dan Juminhyo (surat keterangan penduduk, minta di City Office)

  3. Kak, numpang nanya mengenai auctions. Apa memungkinkan kalau beli barang di auctions dan langsung dikirim ke Indo? Saya ada beberapa barang yang pengen dibeli di auctions, sudah ada yahoo jp ID, tapi pas mau bid, disuruh masukin no hp jepang. Saya pernah minta bantuan bidder, tapi sudah 2x kalah bid dengan alasan dia lagi banyak pesanan. Jadi klo memungkinkan sih pengennya bid sendiri. Mohon masukannya.

    • @Lee
      Setiap kali ikutan bid auction, penjual boleh dibilang selalu mencantumkan ketentuan “tidak melayani kiriman ke luar Jepang”. Jadinya kecil kemungkinan barang menang auction bisa dikirim ke Indo.
      Kalau punya sodara/teman yg tinggal di jepang, minta saja dia bikin account yahoo jp. Nanti kamu yang pakai account dia buat bidding auction. Kalau menang, barang dikirim ke alamat sodara/teman. Nanti minta dia kirim ke Indo. Ribet sih.

      • Terimakasih balasannya kak. Mslhnya aku ga punya tmn/sodara di Jepang. Kalo yahoo jp aku udah ada, cuman pas mau bid diminta masukin no hp jepang (aku masukin no hp indo ga bisa, hehe).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s