Anshin Anzen

Sebenarnya aku udah bosan atau bisa juga dibilang malas ngomong tentang Jepang itu negara aman, tenteram, tingkat kejahatan rendah, bla bla bla. Soalnya beberapa orang justru memberikan respon yang agak kurang enak, karena mereka merasa bahwa secara tidak langsung aku telah membandingkannya dengan kondisi Indonesia. Hey… Aku kan nggak bilang kalau Indonesia itu negara yang tidak aman dan tenteram, rawan kejahatan bla bla bla… Situ aja yang sensitif😀
Karena sudah lama tidak ada postingan apapun di blog ini, aku jadi ingin cerita sedikit tentang kejadian hari minggu kemarin. Hitung-hitung bayar hutang ngeblog:mrgreen:

Hari minggu kemarin, aku bersama istriku PGKN pergi ke AEON Mall di Okazaki untuk belanja beberapa keperluan. Sewaktu sedang makan di Food Court, tanpa sadar dompet uang receh PGKN jatuh. Kami baru menyadarinya sekitar satu jam setelah kejadian. PGKN panik karena isi di dalam dompet tersebut bukan hanya uang receh saja melainkan juga kartu TOICA dan 11 lembar tiket kereta listrik untuk satu minggu. Total harga kartu TOICA dan 11 lembar tiket kereta listrik itu cukup besar yaitu sekitar 14 ribu yen (untuk transport PGKN bekerja di Nagoya), dan itu sangat berharga ketika kami sedang mengirit pengeluaran sebelum gajian minggu depan.

Sibuklah kami berdua mencari-cari di sekitar Food Court, sampai aku juga bertanya ada para pegawai di kedai-kedai sekitar Food Court, dan hasilnya tetap saja nihil. Tadinya aku sudah mulai menyerah dan mengajak PGKN pulang saja, tapi PGKN tetap berkeras mencari karena menurutnya barang hilang di Jepang itu masih besar kemungkinan ditemukan mengingat kebiasaan orang Jepang yang tak mau mengambil barang tercecer. Kalaupun dipungut biasanya diserahkan pada pihak keamanan. Dan kami berputar-putar sekeliling mall untuk mencari satpam. Karena satpam tak ditemukan, aku mencari letak Information Desk di peta AEON Okazaki mall yang terdapat di sudut-sudut strategis dekat eskalator. Ternyata Information Desk terletak di lantai 2 bagian ujung dekat SEIBU. Jadilah kami bergegas ke sana.

Kepada petugas di Information Desk, aku menceritakan tentang hilangnya dompet PGKN sambil berharap si petugas mengumumkan hal tersebut via speaker mall. Si mbak petugas tersebut menanyakan detail informasi isi dompet dan PGKN menjawab kalau selain uang receh, di dalam dompet juga terdapat kartu TOICA dan 11 tiket KRL Kariya-Nagoya. Aku heran si mbak tidak mencatat info yang diberikan melainkan hanya mengangguk-angguk saja. Setelah menanyakan detail isi dompet, si mbak balik ke mejanya dan kembali sambil membawa bungkusan berisi….. dompet PGKN!

Wuih, rasanya lega bercampur kaget. Ternyata ada orang yang menemukan dompet PGKN di Food Court dan menyerahkannya ke si mbak di Information Desk untuk diurus lebih lanjut (biasanya sih diproses ke polisi kalau tidak ada klaim selama beberapa waktu). Tak ada isi yang berkurang baik uang receh, kartu TOICA maupun jumlah tiket KRL. Setelah menulis informasi pribadi berupa nama, alamat, no telepon, PGKN memperoleh kembali dompetnya yang hilang sambil bilang untung saja dia berkeras terus mencari. Kalau menuruti keinginanku langsung pulang, mungkin dompet tersebut tak kembali karena tak ada data pribadi di dalam dompet agar polisi bisa menghubungi pemiliknya.

Yah, setidaknya aku mendapatkan pelajaran. Kalau lain kali kehilangan benda berharga di Jepang, cari dulu di lokasi kehilangan. Kalau tak ketemu juga, tanya ke satpam atau Information Desk. Kalau tak ketemu juga, barulah lapor ke polisi.

Memang bagiku, hal yang paling berkesan tentang Jepang adalah Anshin Anzen (Anshin = Tenteram; Anzen = Aman).

NB.
Aku menduga kalau penemu dompet PGKN adalah orang Jepang. Kalau ditemukan orang asing, biasanya tak akan diserahkan ke petugas atau setidaknya isi dompet dikuras habis. Walaupun aku sendiri termasuk gaijin (orang asing) di Jepang, harus kuakui beberapa kali aku bertemu kasus dimana barang hilang yang ditemukan orang asing, sebagian besar tak akan kembali ke pemiliknya.

2 thoughts on “Anshin Anzen

  1. Aku juga pernah kehilangan dompet receh di stasiun. Tanya petugas stasiun trrnyata ada. Dan oleh petugas itu aku dipinjamin telepon utk menelepon si penemu dan menyatakan terima kasih. Pelajaran waktu itu buatku kalau menemukan sesuatu bisa kasih nama tapi bilang kalau yg kehilangan TIDAK perlu telepon utk bilang terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s