Ujian

Bulan ini memang bulan ujian.

1. Ujian iman
Apalagi kalau bukan puasa di bulan suci Ramadhan. Tahun ini kelihatannya tidak seberat tahun lalu karena panas lembab tidak separah tahun sebelumnya. Insya Allah ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Aamiiinnnn…

2. Ujian JLPT
Yang ikutan JLPT (Japanese Language Proficiency Test) kali ini bukan aku tapi istriku. Pergi ujian kuantar pakai mobil karena lokasi tempat ujiannya lumayan jauh, sekalian mau ikutan acara buka puasa bersama di masjid Nagoya. Daripada bengong menunggu istri selesai ujian, berbekal kamera aku berkeliling kota Tokai-shi sambil berharap ada obyek yang bagus untuk difoto. Ternyata tak jauh dari lokasi ujian, ada taman kota bernama Shuurakuen dan di dalamnya terdapat sebuah patung Buddha raksasa (orang Jepang menyebutnya Daibutsu) yang dibuat pada tahun 1927. Patungnya lumayan besar, tinggi sekitar 18.8 meter, terbuat dari semen, didirikan oleh pengusaha bernama Saikichi Yamada untuk memperingati pernikahan kaisar Jepang saat itu kaisar Hirohito dengan permaisuri Kojun. Lumayanlah buat foto-foto dikit, soalnya tak lama kemudian hujan turun. Selesai menjemput istri, kami pergi menuju masjid Nagoya untuk mengikuti acara buka puasa bersama.

3. Ujian TOEIC
Yang ikutan TOEIC (Test of English for International Communication) kali ini adalah aku sendiri. Rencananya sih buat bekal kalau saja mau mencari pekerjaan baru yang membutuhkan skill bahasa Inggris dan sertifikat TOEIC biasanya dipakai oleh perusahaan Jepang sebagai bukti kemampuan berbahasa Inggris. Terus terang saja, aku sudah lama tidak pernah mempraktekkan bahasa Inggris semenjak lulus kuliah. Kerjaanku menggunakan bahasa Jepang, sedangkan pergaulanku di luar pekerjaan lebih banyak berinteraksi dengan orang Indonesia sehingga wajar saja kalau aku sangat jarang berbahasa Inggris. Istriku hampir setiap hari selalu mengajakku ngobrol dengan bahasa Inggris, campur-campur lah, supaya aku mulai terbiasa. Selain itu, interaksiku dengan bahasa Inggris hanya lewat nonton film berbahasa Inggris tanpa subtitle. Kalau tak dipaksa-paksa istri untuk belajar dan ngobrol pakai bahasa Inggris setiap hari, mungkin nilai TOEIC-ku bakalan lebih jeblok. Alhamdulillah, ternyata hasilnya lumayan juga untuk ukuran orang yang jarang menggunakan bahasa Inggris, 840 poin dari total 990 poin.

20140717-234949-85789965.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s