Kaisar Monogami (2)

IMG_1953.JPG

Yang Jian alias Kaisar Wen pendiri dinasti Sui

Sambungan dari tulisan sebelumnya Kaisar Monogami (1).

Dari sekian ratus kaisar yang pernah memerintah di daratan China, hanya sedikit kaisar yang bisa dibilang kaisar besar karena bisa mempersatukan pecahan banyak kerajaan menjadi satu dibawah kekuasaannya. Contohnya saja Kaisar dinasti Qin Shihuang (260-210 sebelum masehi), kaisar yang pertama kali menyatukan China dari 7 kerajaan yang saling berperang.

Kaisar Wen adalah pendiri dinasti Sui setelah menyatukan kerajaan dari selatan hingga utara China yang terpecah hingga ratusan tahun sejak jatuhnya dinasti Jin. Yang Jian (nama asli kaisar Wen) juga dikenal sebagai kaisar monogami yang hanya memiliki satu istri yaitu permaisuri Dugu Qieluo. Bedanya dengan kaisar Hongxi yang saya ceritakan pada tulisan pertama, Yang Jian memiliki selir yang jumlahnya tercatat dalam dokumen sejarah hanya 2 orang. 2 selir itupun diambil setelah sang istri Dugu Qieluo wafat.

Kisah cinta antara Yang Jian dan Dugu Qieluo sebenarnya lumayan unik. Yang Jian adalah jenderal muda yang mengabdi pada kerajaan Zhou utara, dimana ayahnya yang bernama Yang Zhong merupakan bangsawan dan juga jenderal besar kerajaan Zhou utara. Sedangkan Dugu Qieluo adalah anak ke-7 jenderal besar kerajaan Wei barat yang bernama Dugu Xin. Ketika raja terakhir kerajaan Wei barat digulingkan oleh kerajaan Zhou utara, si jenderal muda dari kerajaan Zhou utara Yang Jian mampu membuat Dugu Xin terkagum-kagum dengan bakatnya sebagai pemimpin. Dugu Xin kemudian berhasrat mengambil Yang Jian sebagai menantu, akhirnya Yang Jian yang masih berumur 16 tahun menikah dengan Qieluo yang masih berusia 13 tahun. Qieluo sendiri bukanlah wanita sembarangan, karena Qieluo dikenal dengan perpaduan antara kecantikan dan kepintarannya. Selain itu, Qieluo juga dikenal sebagai wanita bangsawan terhormat karena kakaknya adalah istri kaisar Ming, kaisar kedua kerajaan Zhuo utara. Saking terpesona terhadap istrinya, Yang Jian pernah bersumpah tak akan menikah lagi dan tak akan membiarkan anaknya lahir selain dari rahim Dugu Qieluo.

Berhubung Dugu Qieluo bukanlah wanita biasa melainkan seorang yang terpelajar, banyak keputusan politik Yang Jian dipengaruhi oleh saran dan pendapat sang permaisuri Dugu Qieluo. Karena luasnya wawasan dan pengetahuan Dugu Qieluo, Yang Jian terlihat sering berdiskusi dengan istrinya. Walaupun tak hadir dalam rapat antara para pejabat dan kaisar yang membahas masalah pemerintahan, sang permaisuri meminta para kasim istana turut mendengarkan isi pembicaraan rapat lalu melaporkan isi rapat kepadanya secara detail. Kalau dirasakannya keputusan sang kaisar Yang Jian kurang tepat, Dugu Qieluo tak segan memberi saran perbaikan pada suaminya. Salah satunya ketika sepupu Dugu Qieluo yang bernama Cui Changren melakukan tindakan kriminal berat yang harus dihukum mati, Yang Jian tadinya berniat meringankan hukuman Cui Changren atas nama keluarga Dugu. Namun Dugu Qieluo malah menyatakan pendapat suaminya salah karena hukum tak mengenal perlakuan istimewa untuk keluarga bangsawan, sehingga Cui Changren akhirnya dihukum penggal.

Kehidupan Dugu Qieluo boleh dikatakan terlalu sederhana untuk ukuran permaisuri seorang kaisar. Pernah suatu ketika sang permaisuri ingin memberi hadiah gaun berjahit benang emas pada istri seorang pejabat setia bernama Liu Song, tapi batal karena sang permaisuri tak memiliki barang berharga apapun.

Yang Jian dikenal mencintai, menyayangi sekaligus menghormati dan segan pada istrinya. Pernah sang kaisar melihat seorang wanita cantik jelita cucu bangsawan Yuchi yang jatuh ke dunia perbudakan lalu berniat menjadikan sang putri Yuchi sebagai selir. Ketika Dugu Qieluo mengetahuinya dan merasa cemburu, putri Yuchi diperintahkannya untuk dibunuh. Tewasnya putri Yuchi membuat Yang Jian marah dan pergi meninggalkan istana berhari-hari hingga para pejabat istana jadi kelabakan membujuk sang kaisar agar kembali. Ketika Yang Jian akhirnya kembali ke istana lewat tengah malam, ternyata Dugu Qieluo masih menunggu dan menyambut suaminya dengan tangisan sambil memohon ampun. Yang Jian merasa tersentuh dan mereka berbaikan kembali. Sejak itu Yang Jian tak terlihat terang-terangan ingin mengambil selir lagi.

Hubungan antara kaisar Yang Jian dengan Dugu Qieluo menghasilkan 5 anak lelaki dan 5 anak perempuan. Ketika Yang Jian berhasil merebut kekuasaan dan mendirikan dinasti Sui dengan gelar kaisar Wen, seluruh anak-anaknya dijadikan pangeran dan bangsawan. Dua putra pertama pernah dijadikan putra mahkota yaitu putra sulung Yang Yong dan putra kedua Yang Guang.

Awalnya putra sulung Yang Yong dijadikan putra mahkota sebagaimana layaknya anak sulung kaisar. Yang Yong dikenal sebagai sosok yang ramah, jujur dan baik hati, malah terlalu baik hati sehingga kurang cocok sebagai pemimpin. Yang Yong suka bersenang-senang, hidup mewah dan punya banyak sekali selir. Kesukaan Yang Yong bermewah-mewah menghamburkan kas negara membuat kaisar Wen kurang senang, terlebih lagi adiknya Yang Guang dikenal hidup dengan efisien sehingga mendapat pujian ayahnya kaisar Wen. Hubungan Yang Yong dengan ibunya permaisuri Dugu juga kurang baik karena Yang Yong suka memelihara banyak selir dalam haremnya. Dugu Qieluo memang tidak suka melihat putranya memiliki selir banyak, apalagi seperti Yang Yong yang haremnya dipenuhi begitu banyak perempuan. Dilain pihak Yang Guang terlihat sangat menyayangi istrinya tanpa mempunyai selir, otomatis sang permaisuri lebih menyukai Yang Guang.

Yang Guang memang terlihat efisien, lugas dan pintar, terbukti dengan banyaknya misi militer yang diberikan ayahnya kaisar Wen berhasil diselesaikannya dengan sukses. Sayangnya dibalik seluruh tampilan positifnya, sifat Yang Guang licik dan ambisius. Gaya hidup sederhananya hanya demi menyenangkan hati ayahnya saja, diam-diam Yang Guang juga suka bermewah-mewah walaupun tidak separah kakaknya Yang Yong. Soal selir juga demikian. Walaupun harem Yang Guang kosong, itu tidak berarti Yang Guang tak punya selir. Selir-selir Yang Guang diposisikan sebagai pelayan istrinya sehingga tak terlihat langsung jika ibunya permaisuri Dugu datang berkunjung. Semuanya dilakukan oleah Yang Guang demi ambisinya mendapatkan posisi pewaris tahta sebagai putra mahkota.

Akhirnya Yang Guang bekerja sama dengan Jenderal Yang Su berhasil menghasut tangan kanan putra mahkota yang bernama Ji Wei untuk menuduh Yang Yong memberontak. Sang kaisar memerintahkan Jenderal Yang Su untuk menyelidiki kebenaran putra mahkota ingin memberontak. Berhubung Yang Su memang sudah bekerja sama dengan Yang Guang, Yang Su menghadirkan bukti-bukti untuk memperkuat kesaksian Ji Wei. Ditambah dengan saran Dugu Qieluo dan rasa tak suka Yang Jian terhadap putra mahkota, akhirnya posisi Yang Yong sebagai putra mahkota dicabut dan diberikan kepada Yang Guang. Yang Yong sendiri akhirnya mendapatkan hukuman tahanan rumah.

Pada tahun 602, sang permaisuri Dugu Qieluo wafat dalam usia 58 tahun. Berduka akibat ditinggal istrinya, Yang Jian jatuh ke dalam kubangan depresi sampai-sampai tak mau keluar kamar hingga berhari-hari sampai mulai sakit-sakitan. Saat itu salah satu pejabat mengirimkan 2 orang selir ke dalam kamar sang kaisar yaitu selir Chen dan selir Cai untuk melayani kaisar. Kabarnya putra mahkota yang baru Yang Guang pernah mencoba memperkosa selir Chen dan sang selir melaporkannya ke kaisar dan Yang Jian marah besar. Yang Jian memanggil putra keduanya untuk dimintai keterangan. Tak lama kemudian tiba-tiba kaisar sakit keras dan wafat setelah beberapa waktu dirawat tabib istana. Banyak ahli sejarah menduga Yang Jian tewas diracun oleh Yang Guang yang bekerja sama dengan Jenderal Yuan Su. Tahun 604 setelah wafatnya Yang Jian, Yang Guang naik tahta menjadi kaisar kedua dinasti Sui. Setelah menjadi kaisar, Yang Guang memerintahkan kakak sulungnya mantan putra mahkota Yang Yong untuk dieksekusi mati beserta keluarganya. Selain itu juga Yang Guang mengambil 2 selir ayahnya yaitu selir Chen dan Cai untuk menjadi selirnya.

Dinasti Sui yang menyatukan daratan China utara dan selatan akhirnya hancur ditangan Yang Guang. Pemerintahan tangan besi Yang Guang untuk membuat grand canal, konstruksi istana kaisar, memperbaharui tembok besar serta perang dengan kerajaan Goguryeo (Korea) menyebabkan banyak pejabat dan rakyat yang membencinya. Kerja paksa, pajak tinggi serta kelaliman Yang Guang menyebabkan banyak terjadi pemberontakan (dari pemberontakan bangsawan, pemberontakan jenderal hingga pemberontakan petani) yang semakin melemahkan dinasti Sui. Yang Guang akhirnya memutuskan pensiun dini dan mengangkat cucunya Yang You menjadi kaisar boneka untuk meredakan kemarahan, walaupun kenyataannya Yang Guang tetap memegang kekuasaan dengan gelar kaisar tua.

Yang Guang akhirnya tewas setelah jenderalnya sendiri Yuwen Huaji melakukan kudeta. Yang Guang mati dicekik oleh seorang prajurit biasa yang bernama Linghu Xingda. Tak lama setelah itu, Jenderal Li Yuan yang memberontak berhasil merebut ibu kota, meminta kaisar Yang You menyerahkan kekuasaan padanya dan mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar baru dinasti Tang. Dengan demikian habislah kekuasan dinasti Sui hanya dalam 37 tahun. Dibangun dengan susah payah oleh Yang Jian pada tahun 581 dan hancur berantakan dibawah kekuasaan anaknya Yang Guang ditahun 618.

One thought on “Kaisar Monogami (2)

  1. Pingback: Kaisar Monogami (1) | Toumei Ningen – Personal Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s