Filosofi 3 Karakter Pendekar Trilogi Rajawali

Trilogi Pendekar Rajawali merupakan buah pena dari pengarang novel silat terkenal Jin Yong, terdiri dari:
– Pendekar Pemanah Rajawali (tokoh utama Guo Jing alias Kwee Ceng)
– Kembalinya Pendekar Rajawali (tokoh utama Yang Guo alias Yo Ko)
– Pedang Langit dan Golok Naga (tokoh utama Zhang Wuji alias Thio Buki).

3 karakter utama dalam novel Jin Yong tersebut merupakan representasi dari 3 dasar filosofi kepercayaan dan pilar spiritual dari kultur tradisional China yang digabung dengan konsep Xia (kependekaran) yakni Kongfusianism, Taoism dan Buddhism. Ketiga tokoh utama trilogi tersebut memang disengaja diciptakan berbeda oleh Jin Yong sebagai perwakilan filosofi hidup masyarakat China.

1. Guo Jing sang Konfusius
Guo Jing adalah sosok pendekar sejati yang jujur, loyal, rela berkorban, dan ortodoks. Membela negara adalah kewajiban nomor satu bagi dirinya, di atas segalanya termasuk di atas kepentingan keluarga. Bagi Guo Jing, asal muasal dirinya merupakan hal yang penting, silsilah leluhur merupakan hal utama yang harus dihargai. Karena itu pula, meski Guo Jing lahir dan besar di Mongol, bergaul dengan orang-orang Mongol, bahkan dekat dengan Gengish Khan, namun tetap saja Guo Jing merasa dirinya orang China. Ketika Mongol memutuskan untuk menyerang bangsa China yang berada di bawah kekuasaan dinasti Song, Guo Jing tanpa ragu memutuskan membela China yang merupakan tanah leluhurnya, untuk melawan Mongol yang merupakan tanah kelahiran dan tempat dia dibesarkan.

Tema utama Pendekar Pemanah Rajawali adalah patriotisme, dan Guo Jing adalah sosok Konfusius yang loyal dan pembela negara.

IMG_1997.JPG

Cover novel Pendekar Pemanah Rajawali edisi pertama

2. Yang Guo sang Taoist
Yang Guo adalah sosok seorang pemberontak terhadap sistem dan adat istiadat yang berlaku, khas karakter anak muda yang suka bercanda, cerdik, keras kepala, dan menganggap orang tua ketinggalan jaman. Bagi masyarakat China kuno yang mengadopsi konfusianism, posisi guru adalah sama dengan orang tua kandung. Karena itu, ketika Yang Guo bertekad untuk menikah dengan gurunya Bibi Lung, Yang Guo dianggap berniat melakukan hubungan incest yang terlarang. Guo Jing sang Konfusius tentunya marah terhadap keponakannya yang dianggap tidak patuh terhadap norma kemasyarakatan yang dibentuk oleh leluhur. Yang Guo adalah sosok anti-tesis Konfusius seperti Guo Jing, karena Yang Guo bersifat un-ortodoks sehingga dianggap sesat dari sisi pandang Konfusius. Bagaikan air mengalir, Yang Guo tetap keras kepala tak mau terikat dengan konsep nilai-nilai norma kemasyarakatan yang berlaku. Semakin besar halangan yang menghadang aliran air, semakin kuat pula daya dorong aliran air. Demikian pula dengan Yang Guo yang semakin keras keinginan menikahi gurunya, ketika tekanan masyarakat semakin kuat menghalangi keinginannya. Cinta bagi Yang Guo adalah air bah taoist yang akan mendobrak kekakuan masyarakat Konfusius.

Pada akhirnya Yang Guo hidup menyepi bersama Bibi Lung di tempat terpencil, menyatukan dalam harmoni dan keseimbangan bersama alam. Guo Jing terikat dengan konsep norma Konfusius sehingga ikut berjuang membela negara, sedangkan Yang Guo justru menjauhkan diri dari pertikaian dan hidup menyepi mendekatkan diri pada alam.

Tema utama Kembalinya Pendekar Rajawali adalah cinta, dan Yang Guo adalah sosok Taoist pejuang cinta yang mendobrak kekakuan tradisi.

Cover novel Kembalinya Pendekar Rajawali edisi cetakan ketiga

3. Zhang Wuji sang Buddhist
Zhang Wuji adalah sosok Buddhist yang berhati lembut dan pema’af. Kelembutan hati Zhang Wuji sebagai seorang tabib menyebabkan dia selalu mau menolong orang sakit, tak perduli apakah si sakit itu orang baik ataupun orang jahat. Bahkan saking baik hatinya, Zhang Wuji masih mau menolong orang yang jelas-jelas ingin mencelakainya. Berkebalikan dengan Guo Jing dan Yang Guo yang dalam perjalanan hidup mereka dipenuhi dengan keinginan membalas dendam kematian orang tua masing-masing, Zhang Wuji justru mema’afkan orang-orang yang menyebabkan kedua orangtuanya bunuh diri. Walau sebelum mati ibunya menyuruh membalaskan dendam mereka, Zhang Wuji tak ingin membalas dendam, dia hanya ingin ayah ibunya kembali. Saking lembut hatinya, Zhang Wuji berkali kali pula dijebak dan ditipu oleh orang yang ingin mengambil keuntungan darinya.

Guo Jing dan Yang Guo adalah tokoh berpendirian teguh, namun Zhang Wuji justru lemah hati dan plin-plan. Keplin planan Zhang Wuji ini juga menyebabkan dirinya tak bisa menjatuhkan pilihan dalam urusan cinta. Jika Guo Jing dan Yang Guo hanya jatuh cinta pada satu wanita selama hidup mereka, Zhang Wuji jatuh cinta berkali-kali dan terus berpindah hati dari sepupunya sendiri, lalu naksir si putri Persia, kemudian tertarik pada Zhuo Ziruo hingga akhirnya menetapkan pilihan terakhirnya pada Zhao Min si putri Mongol.

Tema utama Pedang Langit dan Golok Naga adalah batas abu-abu kebaikan dan kejahatan. Zhang Wuji adalah seorang Buddhist yang terjepit di antara orang baik yang munafik dan orang jahat yang satria.

IMG_1998-0.JPG

Cover novel Pedang Langit dan Golok Naga edisi pertama

5 thoughts on “Filosofi 3 Karakter Pendekar Trilogi Rajawali

    • @jensen
      Tio Beng aka Zhao Min si putri Mongol.😈
      Plot twistnya boleh juga. Orang jahat di awal kisah kayak Tio Beng jadi orang baik di akhir kisah, orang baik hati di awal kayak Ciu Cijiak aka Zhuo Ziruo malah berakhir licik dan kejam, semua gara-gara cinta hahahaha…😀
      O iya, baca/nonton semua triloginya nggak?

  1. Saya nonton semua, tapi dah gak tau yg serial produksi mana & kapan. Cuma inget Liu Yifei di RoCH.
    Saya belum baca novel, cuma manga LoCH (lupa siapa) & RoCH (versi Wee Tian Beng & komik Tony Wong). Sudah banyak lupa. HSDS malah blum pernah baca walo tau kisahnya (diluar dari nonton).

    Saya dah habis kata2 sih tuk komentari trilogi ini. Terlalu bagus. Saya suka setting sejarahnya (dibandingkan setting Three Kingdoms misalnya), dari terbit hingga jatuhnya Mongol di China. Kisah roman & tentu saja kungfunya. Ada pengaruhnya juga baca komik. Visualisasi jurus & pertarungan disitu lebih hebat dari wire fu serial teve.🙂

    • @jensen
      Saya jatuh cinta sama Jin Yong setelah baca novelnya. Awal perkenalan sih emang serial TV, tepatnya serial RotCH-nya Andy Lau sebagai Yo Ko, tapi membaca novelnya bikin tergila gila karena imajinasinya membumbung tinggi😀

      Walau trilogi ini emang keren, tapi sayangnya tidak ada yang masuk 3 besar favorit saya untuk karya Jin Yong.

      – Saya paling suka Pangeran Menjangan (Duke of Mount Deer) gara-gara tokoh utamanya yang beda banget karakterisasinya plus konflik yang njelimet. Suka karakter utamanya karena dia gak bisa ilmu silat, andalannya cuma ginkang ilmu peringan tubuh buat melarikan diri hahaha… Tapi otaknya licik, bermulut manis jago membujuk, kemaruk harta, dan gila cewek hahaha… Sama sekali bukan tipe pendekar:mrgreen:

      – Nomer dua yang jadi favorit adalah Pendekar Negeri Tayli (Demi Gods and Semi Devils). Filosofi Buddha yang jadi basis ceritanya menarik walau kadang analogi ajarannya ke dalam tokoh dan cerita rada berat. Saya masih bisa nulis filosofi karakter trologi rajawali, tapi untuk filosofi karakter DGaSD kayaknya belum mampu. Harus belajar filosofi Buddha lebih mendalam.

      – Favorit ketigaku adalah Pendekar Hina Kelana (Smiling Proud Wanderer). Konflik dunia politik modern yang ditransformasikan menjadi konflik rimba persilatan jaman dinasti Ming benar-benar keren. Tokoh-tokoh ketua partai di novel ini dibikin mirip dengan karakter politikus jaman sekarang😛

      • Duh, saya tau judul2 itu tapi belum baca satupun. Susah sih dapetnya. Kalopun bisa dapet juga belum tentu bakal segera dibaca dengan cara hidup sekarang.😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s