Transit di KL

Ketika transit di Kuala Lumpur (KL) sewaktu mudik tahun baru kemarin, aku diajak oleh istri jalan-jalan ke pusat kotanya. Kami tiba pukul 12 waktu setempat di terminal KLIA2, airport baru di sebelah KLIA yang dibangun khusus untuk low cost flight sebagai pengganti terminal LCCT. Selama penerbangan dari Jakarta ke KL, aku duduk di sebelah bapak-bapak beruban yang nyerocos cerita tentang dirinya sibuk ikut jet ski, terjun payung, scuba diving dan kegiatan menantang lainnya. Belum lagi omongannya tentang jatuhnya pesawat Air Asia QZ-8501 seakan-akan beliau adalah kepala tim penyelidik. Sampai ngantuk aku dibuatnya.

Dari KLIA2, kami naik skybus menuju KL Sentral. Sebelum berangkat, istri sudah terlebih dahulu membeli tiket skybus secara online, yang ternyata harganya lebih mahal dibanding beli tiket skybus langsung di loketnya. Beli via online seharga 460 yen atau sekitar 13.5 ringgit, sedangkan beli langsung di loket hanya 10 ringgit.
Tips pertama tentang beli tiket skybus: belilah tiket di loket, jangan beli online!

(atas) Nasi Kandar dengan lauk pauknya. (bawah) tiket skybus online seharga 460 yen atau sekitar 13.5 Ringgit, beli langsung hanya 10 Ringgit.

(atas) Nasi Kandar dengan lauk pauknya.
(bawah) tiket skybus online seharga 460 yen atau sekitar 13.5 Ringgit, beli langsung hanya 10 Ringgit.

Sebelum berangkat menuju KL Sentral, kami yang ingin jalan santai berencana menitipkan tas di loker KLIA2. Tapi sewa loker di KLIA2 ternyata harganya mahal sekali! Satu tas besar dihargai 48 ringgit, dan mereka hanya membolehkan satu loker digunakan untuk satu tas walaupun loker tersebut muat untuk 2 tas atau lebih. Sebal dan merasa unworthy, kami menyeret 3 koper untuk dibawa ke KL Sentral. Tiba di terminal skybus KL Sentral, kami langsung mencari loker untuk menyimpan koper. Hanya dengan 20 ringgit, kami bisa menyimpan 3 koper kami dalam loker yang cukup besar, plus menyimpan tas punggung di dalam loker kecil seharga 5 ringgit hingga tengah malam.
Tips kedua: jangan simpan koper anda di airport, bawalah ke KL Sentral dan simpan di sana dengan biaya yang jauh lebih murah.

Dari KL Sentral, kami naik KL ekspres menuju KLCC untuk bertemu adik ipar yang sedang kuliah di KL. Setelah bertemu adik ipar, kami makan siang di food court mall Suria KLCC dan aku pilih menu Nasi Kandar. Baru sekali itu sih makan Nasi Kandar, mirip nasi Briyani tanpa adonan rempah disertai dengan lauk pilihan sendiri (saya pilih daging sapi yang ternyata rendang).

(atas) Menara kembar petronas dilihat dari taman luar Suria KLCC di waktu malam. (bawah kiri) kubah di dalam Suria KLCC. (bawah kanan) Menara kembar petronas dilihat dari stasiun Kampung Baru..

(atas) Menara kembar petronas dilihat dari taman luar Suria KLCC di waktu malam.
(bawah kiri) kubah di dalam Suria KLCC.
(bawah kanan) Menara kembar petronas dilihat dari stasiun Kampung Baru..

Karena ini pertama kali ke KL, tentu saja belum afdol jika foto-foto di depan menara kembar petronas dan itu bukanlah hal yang sulit karena KLCC merupakan bangunan bagian bawah menara kembar petronas. Tinggal keluar dari mall Suria KLCC, langsung deh kelihatan si menara kembar. Selesai foto-foto, istri saya yang ingin makan Tom Yam mengajak makan malam di restoran Tom Yam favoritnya, Rosdet Tom Yam yang terletak di Jl. Raja Abdullah di area Kampung Baru. Kata istri, belum makan Tom Yam di KL kalau belum ke Rosdet Tom Yam😛
Tom Yam Rosdet emang enak sih, rasanya bikin ketagihan. Selain Tom Yam, kami juga memesan ikan 3 rasa (alias ikan asam manis masak pedas).

Rosdet Tom Yam dari luar dan interior dalam, ikan 3 rasa.

Rosdet Tom Yam dari luar dan interior dalam, ikan 3 rasa.

Kenyang makan Tom Yam, kami balik lagi ke KLCC untuk menonton pertunjukan air mancur di kolam taman depan
Suria KLCC dengan latar gedung menara kembar yang sudah menyala lampunya. Setelah itu barulah kami kembali ke KL Sentral untuk mengambil koper di loker titipan barang lalu naik skybus menuju KLIA2. Tiba di KLIA2 sekitar pukul 10:30 malam dan kami langsung check in dan menunggu waktu boarding pesawat Air Asia.

Pertunjukan air mancur dan cahaya lampu yang diiringi lagu Cindai. Pohon natal raksasa di depan taman mall Suria KLCC

Pertunjukan air mancur dan cahaya lampu yang diiringi lagu Cindai. Pohon natal raksasa di depan taman mall Suria KLCC

14 thoughts on “Transit di KL

  1. Halo mas Andi, ogenki desuka? wah habis liburan ke KL ya? serunya. Btw I’d like to say to you that my most visitors on my (sleepy mode) web are come from your web. Thanks anyway.

  2. konnichiwa ando-kun.

    saya mau tanya. rencana kan 2016 maret saya ke jepang transit ke KL 4 jam . kita bisa keluar keliling KL dahulu atau tdak?

    • @devi saputra

      Wah, berat kalau mau muter KL selama 4 jam. Bisa ketinggalan pesawat. Naik bis dari KLIA2 ke KL sentral aja butuh 1 jam perjalanan. Bisa aja naik kereta ekspres, sekali jalan sekitar 35 menit dengan tarif lebih mahal.

  3. kak saya ada transit di kl 9 JAM sempat/tidak ya ke twin tower dan makan tomyam? untuk pengambilan bagasi buruh waktu berapa lama kak? terimakasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s