Pendekar Telat Belajar

ChenFake

Grandmaster Taichi, Chen Fake (1887 – 1957)

Ahli beladiri hebat biasanya mulai belajar dan berlatih sejak usia dini, apalagi jika orangtuanya adalah praktisi beladiri terkemuka. Diantara banyak pendekar kungfu terkenal, ada dua nama yang belajar kungfu agak telat walaupun ayah mereka adalah pendekar terkenal. Yang pertama adalah Huo Yuanjia, pendekar kungfu Mizongyi yang kisah hidupnya pernah difilmkan dengan bintang Jet Li. Yang kedua adalah Chen Fake, seorang grandmaster Taichi yang akan saya bahas di sini.

Chen Fake lahir dan besar di kampung keluarga Chen (Chen Jiagou) yang dikenal sebagai pusat bela diri Taichi aliran keluarga Chen. Ayahnya Chen Yanxi adalah cucu pendekar Taichi terkenal Chen Changxing. Chen Fake lahir ketika ayahnya sudah berusia 60an tahun sehingga Fake termasuk senior di keluarga besar Chen. Rata-rata umur para sepupunya jauh lebih tua usianya sehingga Fake memiliki banyak keponakan yang seumur dengannya.

Fake adalah anak ketiga Yanxi, sayangnya 2 abangnya meninggal sebelum beranjak dewasa sehingga sebagai anak tunggal, Fake agak dimanja oleh ayah ibunya.

Sejak kecil, Fake sering sakit-sakitan malah kadang harus dirawat intensif karena tak bisa bangun dari tempat tidur. Ketika saudara-saudaranya yang lain mulai berlatih Taichi sejak usia dini, Fake kebanyakan hanya bisa menonton dari tempat tidurnya. Ayahnya sendiri sering keluar kampung untuk bekerja sebagai penjaga keamanan dan pengawal barang berharga sehingga tak bisa mengawasi kebugaran Fake secara langsung, akhirnya ayahnya menganjurkan Fake untuk tidak belajar Taichi.

 

Semua itu berjalan hingga umur Fake mencapai 14 tahun, ketika ayah Fake diminta Yuan Shikai (jenderal dinasti Qing) untuk mengajarkan Taichi pada keluarganya. Berhubung kontrak kerja mengajar cukup lama, Yanxi minta pada kakak adiknya untuk menjaga Fake dan ibunya. Suatu malam, Fake mendengar omongan paman dan sepupunya tentang dirinya yang lemah. Sebagai keturunan generasi ke-9 keluarga Chen sekaligus cicit Chen Changxing yang terkenal, kondisi Fake yang lemah dianggap memalukan nama keluarga Chen sekaligus dianggap gagal mengangkat nama leluhur.

Merah kuping Fake mendengar omongan paman dan sepupunya, dia merasa tersinggung. Hanya satu cara bagi Fake untuk membalas omongan pedas mereka yaitu membalikkan pendapat mereka dengan berlatih Taichi hingga tingkat tertinggi. Sayangnya kondisi badan yang lemah dan usia yang beranjak remaja menjadi penghalang. Awalnya Fake merasa ragu sebelum akhirnya Fake berpendapat hanya fokus dan dedikasi saja yang bisa membuatnya mengejar ketinggalan.

 

Sejak itu, Fake mulai sering bangun lebih pagi untuk berlatih Taichi bersama para keponakannya yang sudah lebih fasih. Ketika mereka istirahat, Fake memotong waktu istirahatnya sendiri untuk menambah jam berlatih. Bahkan ketika anak-anak seusianya liburan bermain, Fake menggunakan waktu liburnya untuk berlatih secara intensif. Begitu juga ketika anak-anak lain sudah tidur, Fake masih bangun untuk berlatih Taichi sendirian. Akibatnya pelajaran Fake di sekolah jadi berantakan tapi kemampuan Taichi-nya meningkat pesat.

Satu kelebihan Fake, dia tidak malu bertanya tentang kekurangan pemahamannya tentang Taichi pada orang lain. Bukan hanya  bertanya pada paman dan sepupunya yang lebih senior saja, Fake tak malu bertanya pada keponakannya yang lebih junior jika dia melihat keponakannya mempunyai kelebihan dalam satu dua jurus Taichi. Dalam waktu tiga tahun, kemampuan Taichi Chen Fake sudah bisa melewati kemampuan para keponakan yang berlatih bersamanya. Ketika kontrak kerja ayahnya selesai dan Yanxi kembali ke Chen Jiaguo, Yanxi terkejut senang mendapatkan anaknya telah menjadi salah satu jago muda Taichi terbaik di kampung mereka.

Fokus dan dedikasi Chen Fake dalam mempelajari Taichi membuatnya mampu melewati rintangan dan menjadikannya sebagai pendekar Taichi terhebat di masanya. Sayangnya, fokus dan dedikasi terhadap beladiri membuatnya melalaikan pelajaran di sekolah sehingga kemampuan baca tulis Chen Fake tak terlalu bagus. Chen Fake tak pernah menulis catatan apapun tentang Taichi aliran keluarga Chen hingga akhir hayatnya. Akhirnya murid-muridnya yang terpelajarlah yang mencatat dan menyebarkan ke seluruh dunia dokumentasi seni beladiri Taichi yang diajarkan Chen Fake.

Advertisements

One thought on “Pendekar Telat Belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s