Pendekar Telat Belajar

ChenFake

Grandmaster Taichi, Chen Fake (1887 – 1957)

Ahli beladiri hebat biasanya mulai belajar dan berlatih sejak usia dini, apalagi jika orangtuanya adalah praktisi beladiri terkemuka. Diantara banyak pendekar kungfu terkenal, ada dua nama yang belajar kungfu agak telat walaupun ayah mereka adalah pendekar terkenal. Yang pertama adalah Huo Yuanjia, pendekar kungfu Mizongyi yang kisah hidupnya pernah difilmkan dengan bintang Jet Li. Yang kedua adalah Chen Fake, seorang grandmaster Taichi yang akan saya bahas di sini.

Continue reading

Resensi Buku: Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?


Kurang lebih sekitar seribu empat ratus tahun!

Umur kelompok Syiah memang sudah mencapai kurang lebih 1400 tahun.

Bibitnya sudah muncul sejak terpilihnya Abu Bakar As-siddiq sebagai khalifah pertama pengganti Rasulullah Muhammad SAW, hal yang membuat Ali bin Abi Thalib RA merasa haknya direbut. Butuh 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah untuk membuat Ali bin Abi Thalib RA akhirnya bersedia membai’at Abu Bakar sebagai khalifah. Syiah yang berasal dari kata Syīʻatu ʻAlī yang berarti para pendukung Ali benar-benar terpisah dari mayoritas Sunni (ahl as-sunnah wa l-jamāʻah) ketika Ali bin Abi Thalib RA, khalifah ke-4 dan imam pertama Syiah syahid terbunuh pada bulan Ramadhan 40H (Januari 661M).

Continue reading

Kontroversi sosok Abdullah bin Saba’

Pernah mendengar atau membaca tentang orang yang bernama Abdullah bin Saba’?
Tahukah kalian kalau sosok Abdullah bin Saba’ eksistensinya dipenuhi kontroversi dengan teori-teori yang berbeda pula? Bahkan tak sedikit para peneliti sejarah menganggap bahwa sosok Abdullah bin Saba’ sebagai tokoh mitos yang fiktif, tokoh legenda atau semi-legenda sekedar rekaan beberapa pihak yang ingin mencari kambing hitam beberapa peristiwa kelam di akhir pemerintahan khalifah ke-3 Utsman bin Affan hingga pemerintahan khalifah ke-4 Ali bin Abi Thalib. Malah diantara pro-tokoh nyata, masih banyak peneliti  sejarah berbeda pendapat tentang latar belakang keyahudian Abdullah bin Saba’.

Continue reading

Japan, I still believe in You

Hari minggu kemarin, aku dan istri mengajak anak kami Reika pergi ke taman kota yang letaknya tak jauh dari rumah agar dia bisa bermain di luar. Maklumlah, main di dalam apartemen yang sempit kadang membuat Reika tak betah. Walau sedang musim dingin, cuaca cukup hangat untuk bermain di siang hari.

Continue reading

Facebook, sejak negara api menyerang

“Sosial media bukan lagi tempat yang menyenangkan setelah negara api menyerang”

(Almas)

 

Pertama kali membuat akun facebook tahun 2008, tujuan utamaku adalah mencari teman-teman lama untuk menjalin kembali hubungan silaturahmi. Teman-teman lama yang kumaksud adalah teman-teman sekolah dari SD, SMP, SMA sampai kuliah, juga teman-teman kerja, kost dan kenalan-kenalan lama yang sudah bertahun-tahun tak pernah bertemu. Semakin lama menggunakan akun facebook, semakin banyak teman lama yang terhubungkan kembali. Malah teman-teman baru yang bertemu setelah akun facebook dibuat ikut masuk dalam daftar pertemanan. Khusus untuk teman-teman blogger, aku membuat akun khusus untuk bergaul dengan mereka. Malah akun blogger ini jauh lebih aktif dibanding akun personal yang kubuat sebelumnya.
Saat itu, facebook adalah salah satu tempat di dunia maya yang paling menyenangkan.

Hingga akhirnya negara api menyerang……(**)

Continue reading

Pahlawan

5000
Dulu ketika masih di sekolah bahasa Jepang, aku pernah ikut kunjungan ke sebuah SD di Fujinomiya bersama-sama teman lain yang berasal dari berbagai macam negara. Maksud dari kunjungan itu adalah mengenalkan pada anak-anak kelas 1 SD tentang multikultural dan multinasional. Untuk itu kami diminta menyiapkan beberapa hal unik dari negara masing-masing termasuk uang.
Waktu itu aku hanya memiliki selembar uang Rp. 5000 yang bergambar Tuanku Imam Bonjol. Selain uang lima ribu rupiah, aku juga membawa kertas berisi lirik lagu balonku ada 5 yang kuterjemahkan ke dalam bahasa jepang.
Setelah mengikuti berbagai macam acara dan interaksi bersama-sama anak dan guru SD, kami para siswa asing dibagi-bagi per kelas. Di dalam kelas satu yang menjadi bagianku, aku menunjukkan uang kertas yang kubawa kepada anak-anak kelas satu yang berkerumun mengelilingiku dengan antusias. Uang kertas yang sudah agak kumal itu kuperlihatkan sambil menjelaskan,
“Ini adalah uang kertas Indonesia yang berharga 5000 rupiah.”

Continue reading

Tentang Onsen

Onsen (dibaca: ong-seng) adalah pemandian air panas di Jepang. Dulu, semua onsen menyediakan air panas alami dari mata air panas. Tapi sekarang, ada juga onsen yang sudah berfungsi mirip sento (pemandian umum) yang menyediakan bak besar berisi air panas untuk berendam dan sudah menggunakan pemanas buatan, malah ada yang mencampur mineral sulfur dan besi dengan prosentase yang sama dengan mata air panas alami. Walaupun ada onsen yang menggunakan pemanas buatan, bedanya dengan sento atau pemandian umum, onsen juga menyediakan rotenburo (pemandian terbuka) kecil di dalam kompleks onsen.

Continue reading